Menaker Yassierli Tegaskan Sinergi Pekerja Dan Perusahaan Kunci Produktivitas

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:24:36 WIB
Menaker Yassierli Tegaskan Sinergi Pekerja Dan Perusahaan Kunci Produktivitas

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya peralihan hubungan industrial menuju model kolaboratif. 

Dalam pendekatan ini, hubungan antara pekerja dan pengusaha tidak lagi berbasis konflik atau kompetisi yang merugikan kedua pihak, tetapi menciptakan ekosistem di mana semua pihak bisa meraih keuntungan secara bersamaan. 

Konsep yang ia dorong dikenal sebagai positive-sum game, berbeda dengan pola lama negative-sum game yang cenderung menimbulkan kerugian bersama.

“Peralihan hubungan industrial dari pola negative-sum game menuju positive-sum game atau ekosistem kolaboratif yang membuat perusahaan tumbuh dan pekerja sejahtera secara bersamaan dengan perjanjian kerja bersama sebagai kunci,” ujar Yassierli.

Pendekatan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan pekerja akan kehidupan yang layak dan kepentingan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. 

Dengan demikian, hubungan industrial bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja.

Memahami Negative-Sum Game dan Dampaknya

Menurut Menaker, negative-sum game terjadi ketika hubungan pekerja dan pengusaha berjalan tidak sehat, sehingga kedua pihak sama-sama kehilangan nilai. Situasi ini sering muncul ketika konflik berkepanjangan terjadi, seperti mogok kerja yang lama atau kebijakan efisiensi ekstrem yang dilakukan perusahaan tanpa mempertimbangkan kesejahteraan karyawan.

Kondisi semacam ini menurunkan produktivitas, mengikis kepercayaan, dan merugikan semua pihak. Yassierli menekankan bahwa pola hubungan industrial yang seperti ini harus dihindari karena dampaknya bukan hanya pada pekerja atau perusahaan, tetapi juga pada pertumbuhan industri secara keseluruhan.

Dengan memahami konsekuensi negative-sum game, pemerintah dan pengusaha dapat melihat perlunya pergeseran menuju hubungan industrial yang lebih sehat dan produktif.

Positive-Sum Game: Model Kolaboratif Masa Depan

Sebaliknya, positive-sum game menciptakan hubungan kerja yang saling menguntungkan. Dalam model ini, pekerja dan pengusaha bekerja sama untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara bersamaan. Pendekatan ini menekankan pentingnya dialog, transparansi, dan kesepakatan yang saling menguntungkan.

“Target utamanya adalah menciptakan ekosistem kerja yang produktif, sejahtera, dan kompetitif,” kata Yassierli.

Positive-sum game tidak hanya memperhatikan pemenuhan kebutuhan hidup pekerja, tetapi juga meningkatkan kompetensi dan kapasitas produktivitas mereka. Dengan demikian, hasil yang dicapai lebih besar dan manfaatnya dapat dinikmati bersama, bukan hanya oleh satu pihak.

Peran Perjanjian Kerja Bersama dalam Hubungan Industrial

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) menjadi salah satu instrumen utama dalam membangun hubungan kerja yang kolaboratif. PKB merupakan dokumen yang memuat hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha, sekaligus pedoman dalam menyusun kebijakan internal perusahaan.

PKB bukan sekadar formalitas administratif, tetapi menjadi dasar untuk membangun dialog yang sehat, kepastian hukum, dan perlindungan bagi pekerja. 

Dengan adanya PKB, perusahaan memiliki acuan yang jelas dalam pengambilan keputusan terkait sumber daya manusia, sedangkan pekerja mendapatkan kepastian atas hak dan kewajiban mereka.

Sampai November 2025, tercatat sebanyak 16.161 perusahaan melaporkan memiliki PKB melalui aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP). Menaker menegaskan bahwa angka ini menunjukkan kesadaran perusahaan akan pentingnya hubungan industrial yang sehat.

“PKB dianggap bukan sekadar dokumen formal, melainkan pedoman bersama yang melindungi hak pekerja dan memberikan kepastian bagi perusahaan,” ujarnya.

Kerangka Kerja untuk Hubungan Industrial Transformatif

Selain mendorong PKB, Kemnaker telah menyusun kerangka kerja untuk mengukur bagaimana perusahaan dapat membangun ekosistem hubungan industrial yang lebih transformatif. 

Pendekatan ini bertujuan agar industri tidak hanya berfokus pada efisiensi jangka pendek, tetapi juga mampu membangun budaya kerja yang produktif, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Jika hubungan industrial yang transformatif terwujud, industri bisa lebih berkembang,” ujar Yassierli.

Kerangka kerja ini meliputi indikator peningkatan kompetensi pekerja, produktivitas perusahaan, serta efektivitas implementasi PKB. Dengan pendekatan berbasis data ini, pemerintah dapat memantau dan memberikan bimbingan agar hubungan industrial tetap berjalan optimal.

Meningkatkan Kompetensi dan Produktivitas Pekerja

Salah satu fokus utama dari model kolaboratif ini adalah peningkatan kompetensi pekerja. Menaker menekankan bahwa kesejahteraan pekerja tidak hanya soal gaji, tetapi juga kemampuan mereka untuk berkembang di lingkungan kerja yang dinamis.

Dengan kompetensi yang meningkat, pekerja dapat lebih produktif, sementara perusahaan mendapatkan manfaat dari kualitas tenaga kerja yang lebih tinggi. Hasilnya adalah peningkatan output secara keseluruhan, yang menjadi tujuan dari positive-sum game.

Membangun Dialog yang Sehat Antara Pekerja dan Pengusaha

Model hubungan industrial kolaboratif menekankan pentingnya dialog berkelanjutan. Perusahaan dan pekerja perlu saling memahami kebutuhan masing-masing, sehingga setiap kebijakan atau keputusan dapat diambil secara bijak dan tidak merugikan pihak manapun.

PKB menjadi pedoman dalam dialog ini. Melalui kesepakatan bersama, hak dan kewajiban diatur dengan jelas, sehingga mengurangi potensi konflik dan meningkatkan kepuasan kerja.

Mendorong Industri Lebih Kompetitif dan Sejahtera

Pendekatan kolaboratif ini juga berimplikasi pada daya saing industri secara nasional. Dengan hubungan industrial yang sehat, produktivitas meningkat, biaya konflik berkurang, dan reputasi perusahaan pun ikut terjaga. Hal ini berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja secara luas.

Menaker menekankan bahwa terciptanya ekosistem industrial yang kolaboratif bukan sekadar aspirasi, tetapi kebutuhan strategis agar Indonesia memiliki industri yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu menghadapi tantangan global.

Peralihan hubungan industrial menuju model kolaboratif menjadi tonggak penting dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan pekerja di Indonesia. 

Positive-sum game menawarkan keuntungan bagi semua pihak, berbeda dengan pola negative-sum game yang merugikan. Perjanjian Kerja Bersama menjadi pedoman penting, sementara kerangka kerja transformatif membantu pemerintah dan perusahaan memastikan keberlanjutan hubungan kerja yang sehat. 

Dengan fokus pada peningkatan kompetensi, produktivitas, dan dialog yang konstruktif, industri Indonesia diharapkan tumbuh lebih kompetitif dan pekerja memperoleh kesejahteraan secara bersamaan.

Terkini