Saham BBYB Menguat, Aksi Borong Gozco Capital Nyaris Rp100 Miliar

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:51:07 WIB
Saham BBYB Menguat, Aksi Borong Gozco Capital Nyaris Rp100 Miliar

JAKARTA - Pergerakan saham bank digital kembali mencuri perhatian pasar modal. Salah satunya datang dari PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) yang menunjukkan penguatan harga saham di tengah aksi korporasi signifikan dari pemegang sahamnya. 

Di saat pelaku pasar cermat membaca sinyal akumulasi, langkah PT Gozco Capital menambah kepemilikan saham BBYB menjadi faktor penting yang mendorong sentimen positif.

Pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, saham BBYB berhasil ditutup di zona hijau. Penguatan ini terjadi seiring dengan terungkapnya aksi pembelian saham dalam jumlah besar oleh Gozco Capital dengan nilai transaksi mendekati Rp100 miliar. Pergerakan tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan pemegang saham utama terhadap prospek jangka panjang Bank Neo Commerce.

Pergerakan Saham BBYB di Perdagangan Senin

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham BBYB ditutup menguat 1% ke level Rp505 per saham pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026. Sepanjang sesi perdagangan, saham bank digital ini bergerak dalam rentang harga Rp486 hingga Rp530 per saham.

Level tertinggi intraday tercatat sempat menyentuh Rp530 per saham sebelum akhirnya ditutup di level Rp505. Pergerakan volatil tersebut menunjukkan adanya aktivitas transaksi yang cukup aktif, terutama setelah pasar merespons kabar penambahan kepemilikan saham oleh Gozco Capital.

Penguatan harga saham BBYB ini sekaligus menandai sentimen positif yang muncul di tengah dinamika sektor perbankan digital, yang dalam beberapa waktu terakhir masih diwarnai selektivitas investor terhadap kinerja dan fundamental emiten.

Gozco Capital Tambah Kepemilikan Hampir Rp100 Miliar

Sentimen utama penguatan saham BBYB berasal dari aksi korporasi Gozco Capital. Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 15 Januari 2026, Gozco Capital tercatat memborong sekitar 207 juta lembar saham BBYB.

Pembelian tersebut dilakukan dengan harga rata-rata Rp474 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp98,12 miliar. Dengan aksi ini, porsi kepemilikan Gozco Capital di Bank Neo Commerce meningkat signifikan dari sebelumnya 7,76% menjadi 9,31%.

Secara jumlah, kepemilikan saham Gozco Capital kini setara dengan sekitar 1,24 miliar saham BBYB. Penambahan kepemilikan ini memperkuat posisi Gozco sebagai salah satu pemegang saham utama di bank digital tersebut dan memberi sinyal komitmen jangka panjang terhadap pengembangan bisnis BNC.

Manajemen Nilai Dukungan Pemegang Saham

Manajemen Bank Neo Commerce memandang langkah Gozco Capital sebagai dukungan positif bagi perusahaan. Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, menilai kepercayaan berkelanjutan dari pemegang saham utama menjadi dorongan penting untuk menjaga momentum pertumbuhan kinerja perusahaan.

“Kami akan terus menjaga kinerja dan tata kelola yang baik sebagai pondasi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Eri dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).

Sebelumnya, Bank Neo Commerce juga telah melaporkan adanya perubahan komposisi pemegang saham per 25 November 2025. Pada saat itu, Gozco Capital tercatat telah menambah porsi kepemilikannya di bank digital tersebut.

Tercatat pada 26 November 2025, kepemilikan Gozco Capital meningkat dari 7,21% menjadi 7,76%, atau bertambah sekitar 72,45 juta saham. Dari sisi jumlah saham, kepemilikan meningkat dari 962,93 juta saham menjadi sekitar 1,03 miliar saham. Aksi berkelanjutan ini memperlihatkan konsistensi Gozco dalam meningkatkan eksposurnya di BBYB.

Kinerja Keuangan dan Perbaikan Fundamental Bank Neo

Dari sisi kinerja, Bank Neo Commerce mencatatkan perbaikan yang signifikan sepanjang 2025. Hingga akhir September 2025, bank digital ini membukukan laba bersih sebesar Rp464 miliar. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp4,06 miliar.

Namun, dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Neo tercatat sebesar Rp7,49 triliun per September 2025. Angka ini turun 19,1% dibandingkan dengan Rp9,26 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Penurunan ini mencerminkan strategi penyesuaian bisnis yang lebih berhati-hati di tengah kondisi industri.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Bank Neo tercatat relatif stabil. Hingga akhir kuartal III/2025, DPK berada di level Rp13,62 triliun, tidak jauh berbeda dibandingkan Rp13,64 triliun pada September 2024. Secara triwulanan, DPK justru tumbuh 2,2% dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp13,33 triliun.

Dari sisi profitabilitas, return on equity (ROE) meningkat signifikan menjadi 16,96% pada September 2025, jauh di atas posisi 0,16% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun dari 3,72% pada September 2024 menjadi 2,92% pada akhir kuartal III 2025. NPL net juga membaik dari 0,99% menjadi 0,23%.

Dengan perbaikan fundamental tersebut, penguatan saham BBYB yang sejalan dengan aksi borong Gozco Capital menjadi refleksi kepercayaan pasar terhadap arah transformasi dan prospek jangka panjang Bank Neo Commerce.

Terkini