WtE Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Nasional, Danantara Fokus pada Tata Kelola

Kamis, 22 Januari 2026 | 12:34:09 WIB
WtE Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Nasional, Danantara Fokus pada Tata Kelola

JAKARTA - Peningkatan jumlah sampah yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk menjadi masalah serius di banyak kota besar Indonesia. 

Sampah yang menumpuk tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menambah beban pada sistem pengelolaan kota. Salah satu solusi yang mulai diadopsi adalah program Waste-to-Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik. 

Danantara Indonesia, sebagai salah satu pemain utama dalam pengelolaan energi dan lingkungan, melihat teknologi WtE sebagai solusi strategis yang dapat menyelesaikan masalah sampah secara efisien sekaligus menghasilkan energi bersih.

Namun, Danantara Indonesia menekankan bahwa implementasi WtE tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada aspek tata kelola yang kuat.

Menurut Fadli Rahman, Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management, keberhasilan WtE ditentukan oleh kualitas pengelolaan dari tahap perencanaan hingga operasi, serta pentingnya transparansi dalam pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP). 

Hal ini agar proyek-proyek WtE dapat berjalan secara berkelanjutan dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Fokus Tata Kelola dalam Implementasi WtE

Salah satu elemen kunci yang diangkat oleh Danantara adalah tata kelola yang kuat. Fadli Rahman menekankan bahwa sejak tahap awal perencanaan, pengelolaan harus dilakukan dengan transparan, meminimalkan risiko, serta memastikan adanya pembagian peran yang jelas antar pemangku kepentingan. 

Tata kelola yang baik tidak hanya mencakup pengawasan teknis, tetapi juga melibatkan partisipasi dari masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.

“Fokus ini menjadi penting untuk memastikan pengembangan WtE berjalan berkelanjutan, aman, dan dapat diterima publik sebagai bagian dari solusi nasional pengelolaan sampah,” ujar Fadli Rahman.

Menurutnya, meskipun pilihan teknologi sangat penting, kualitas tata kelola adalah yang menentukan keberhasilan dalam jangka panjang. 

Oleh karena itu, Danantara berusaha untuk memastikan bahwa setiap proyek WtE di Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada pengelolaan yang matang dan terstruktur dengan baik.

Teknologi WtE Termutakhir untuk Kualitas Udara yang Lebih Baik

Selain tata kelola, salah satu perhatian utama Danantara Indonesia adalah pemilihan teknologi WtE yang digunakan. 

Fadli menjelaskan bahwa untuk pengolahan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan, Danantara memilih untuk menggunakan mechanical-grade incinerator yang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi insinerator lama.

Perbedaan utama antara insinerator lama dan mekanikal-grade incinerator adalah adanya sistem penyaringan berlapis yang mampu menangkap residu emisi, sehingga kualitas udara yang dilepaskan ke lingkungan dapat memenuhi standar kesehatan internasional, termasuk rujukan dari WHO. 

Dengan teknologi ini, diharapkan pembakaran sampah dapat berlangsung dengan emisi yang minimal, serta mengurangi polusi udara yang seringkali menjadi kekhawatiran utama dalam penggunaan WtE.

Fadli juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada proses pembakaran saja. Seluruh rantai operasi, mulai dari pengeringan sampah untuk mengurangi kadar air hingga pengelolaan residu, harus diawasi dengan ketat. 

Standar pengelolaan residu yang baik dan pemantauan operasional secara berkelanjutan menjadi bagian dari tata kelola yang ketat untuk memastikan bahwa proyek WtE dapat berjalan dengan aman dan ramah lingkungan.

Pentingnya Aspek Operasional dalam Pengelolaan WtE

Selain teknologi dan tata kelola, Danantara juga menyoroti aspek operasional sebagai elemen penting dalam pengelolaan WtE. Proses pengolahan sampah WtE membutuhkan pengawasan yang cermat, mulai dari pengurangan kadar air dalam sampah melalui proses pengeringan, hingga pengelolaan air lindi yang dihasilkan selama proses tersebut.

“Seluruhnya kami dorong sebagai bagian dari tata kelola agar WtE dapat berjalan aman, berkelanjutan, dan menjadi bagian dari solusi nasional pengelolaan sampah,” jelas Fadli.

Pengelolaan air lindi yang baik, misalnya, sangat penting untuk menghindari kontaminasi air tanah dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, Danantara menekankan bahwa pengawasan operasional yang ketat pada setiap tahapan pengelolaan sampah harus diterapkan secara terus-menerus. 

Ini juga termasuk standar pengelolaan residu dan limbah hasil pembakaran yang harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Solusi Nasional untuk Pengelolaan Sampah Perkotaan

Pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui WtE diharapkan dapat menjadi solusi untuk masalah sampah perkotaan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Dengan pemilihan teknologi yang tepat dan tata kelola yang baik, program WtE dapat mengurangi timbunan sampah di tempat pembuangan akhir, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan menghasilkan energi bersih.

Danantara Indonesia berkomitmen untuk memimpin pengembangan WtE sebagai bagian dari solusi nasional untuk pengelolaan sampah. 

Integrasi kebijakan menjadi kunci dalam menjadikan WtE tidak hanya sebagai proyek teknologi, tetapi juga sebagai kebijakan publik yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai penggerak utama, Danantara memastikan bahwa setiap proyek WtE tidak hanya mampu menyelesaikan masalah sampah dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, termasuk penciptaan lapangan kerja baru dan pengurangan polusi.

Danantara Indonesia melihat Waste-to-Energy (WtE) sebagai solusi strategis untuk mengatasi permasalahan sampah di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang. 

Namun, Danantara menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, pemilihan teknologi yang tepat, dan pengawasan operasional yang ketat untuk memastikan proyek WtE berjalan dengan aman dan berkelanjutan. 

Dengan pendekatan ini, Danantara berkomitmen untuk menjadikan WtE sebagai bagian dari solusi nasional pengelolaan sampah yang dapat diterima publik, ramah lingkungan, dan mendukung keberlanjutan energi di masa depan.

Terkini