JTT Perkuat Layanan Jalan Tol Lewat Pemeliharaan Berkelanjutan Demi Keselamatan

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:43:06 WIB
JTT Perkuat Layanan Jalan Tol Lewat Pemeliharaan Berkelanjutan Demi Keselamatan

JAKARTA - Upaya menjaga kualitas jalan tol tidak hanya bergantung pada pembangunan awal, tetapi juga pada konsistensi perawatan setelahnya. 

Inilah yang menjadi fokus PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) dalam memastikan seluruh ruas Trans Jawa tetap layak dilalui, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan. Di tengah tingginya mobilitas kendaraan dan tantangan cuaca, pemeliharaan jalan tol menjadi elemen krusial dalam menjaga standar pelayanan.

Melalui program pemeliharaan yang terencana dan berkelanjutan, JTT menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan optimal bagi masyarakat. Berbagai langkah teknis diterapkan untuk memastikan kualitas infrastruktur tetap terjaga sesuai standar yang telah ditetapkan.

Komitmen Menjaga Kualitas Infrastruktur Jalan Tol

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) secara konsisten melaksanakan pemeliharaan jalan tol di seluruh ruas Trans Jawa sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur selalu berada dalam keadaan optimal, sejalan dengan tingginya intensitas lalu lintas di jalur tol strategis tersebut.

VP Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa pemeliharaan jalan tol merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara terencana. Hal ini menjadi wujud tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kualitas layanan kepada pengguna jalan.

“Kegiatan pemeliharaan mencakup penanganan lubang jalan, perbaikan perkerasan serta pemeliharaan fasilitas keselamatan jalan,” katanya di Bekasi.

Menurut Ria, pemeliharaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan bertujuan agar infrastruktur jalan tol tetap dalam kondisi prima, sehingga pengguna dapat berkendara dengan aman dan nyaman di seluruh ruas Trans Jawa.

Pemeliharaan Terukur Sesuai Standar Pelayanan Minimal

Selain dilakukan secara rutin, setiap kegiatan pemeliharaan jalan tol oleh JTT juga dilaksanakan secara terukur. Seluruh proses mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta ketentuan Service Level Agreement (SLA) yang tercantum dalam kontrak manajemen.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap tindakan perbaikan memiliki acuan teknis yang jelas, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun waktu penanganan. Dengan demikian, seluruh proses pemeliharaan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ria menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar tersebut menjadi landasan utama dalam menjaga mutu layanan jalan tol. Melalui penerapan SPM dan SLA, JTT dapat memastikan setiap gangguan kondisi jalan ditangani sesuai indikator pelayanan yang telah ditetapkan.

Inspeksi Harian untuk Deteksi Dini Gangguan Jalan

Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jalan, JTT melakukan inspeksi kondisi jalan setiap hari. Inspeksi ini dilakukan melalui mekanisme self assessment oleh petugas di lapangan yang bertugas memantau kondisi jalan secara langsung.

Dengan inspeksi harian, potensi gangguan seperti lubang jalan atau kerusakan perkerasan dapat teridentifikasi sejak dini. Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk segera melakukan tindak lanjut sebelum gangguan tersebut berdampak lebih luas terhadap keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Ria menjelaskan bahwa untuk seluruh jenis gangguan berupa jalan berlubang, penanganan dilakukan secara prioritas. Sesuai ketentuan SPM Jalan Tol, batas waktu maksimal penanganan adalah 2×24 jam sejak temuan di lapangan atau diterimanya laporan dari masyarakat.

Sementara itu, untuk gangguan kondisi jalan lainnya, penanganan dilakukan berdasarkan indikator teknis serta waktu toleransi pemenuhan yang telah ditentukan sesuai standar yang berlaku.

Respons Cepat atas Atensi Masyarakat dan Temuan Lapangan

JTT juga memastikan bahwa setiap atensi dari masyarakat maupun temuan petugas di lapangan terkait gangguan kondisi jalan ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Respons cepat ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan jalan tol.

“Salah satu contohnya, pada 4 Januari 2026 telah dilaksanakan pekerjaan perbaikan lubang di Km 15+070 arah Jakarta lajur 1 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui metode patching tipe 1 atau permanen. Saat ini, kondisi jalan tersebut telah kembali dapat dilalui dengan aman oleh pengguna jalan,” kata Ria.

Langkah perbaikan tersebut mencerminkan keseriusan JTT dalam memastikan bahwa setiap gangguan tidak dibiarkan berlarut-larut. Dengan metode perbaikan permanen, kualitas jalan diharapkan dapat bertahan lebih lama dan meminimalkan potensi gangguan serupa di kemudian hari.

Antisipasi Cuaca dan Pemeliharaan Ruas Favorit

Dalam menghadapi kondisi cuaca yang kurang mendukung, khususnya curah hujan tinggi, JTT terus mengoptimalkan kesiapsiagaan tim lapangan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi kerusakan jalan akibat faktor cuaca.

Pada salah satu ruas favorit di Jawa Tengah, yakni Ruas Jalan Tol Batang–Semarang, JTT telah melaksanakan sejumlah kegiatan pemeliharaan. Pekerjaan tersebut meliputi penanganan perkerasan dan perbaikan kondisi jalan pada rentang Km 354 hingga Km 358.

Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur agar tetap terjaga di tengah dinamika kondisi cuaca. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemantauan lanjutan terhadap hasil perbaikan yang telah dilakukan serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar kualitas layanan jalan tol tetap terjaga secara berkelanjutan.

“Melalui penerapan inspeksi rutin, kepatuhan terhadap regulasi serta penanganan prioritas terhadap lubang jalan, kami menegaskan bahwa pemeliharaan jalan tol merupakan wujud komitmen berkelanjutan untuk menjaga infrastruktur tetap optimal sekaligus menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat di seluruh ruas Trans Jawa,” demikian Ria Marlinda Paallo.

Terkini