Harga Sembako Jatim Jumat 23 Januari 2026: Banyak Fluktuasi, Cek Daftar

Jumat, 23 Januari 2026 | 13:59:49 WIB
Harga Sembako Jatim Jumat 23 Januari 2026: Banyak Fluktuasi, Cek Daftar

JAKARTA -  Di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut, harga sembako di Jawa Timur (Jatim) menunjukkan fluktuasi yang signifikan dari hari ke hari.

Masyarakat yang bergantung pada sembilan bahan pokok (sembako) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sangat memerlukan pemantauan harga yang cermat, mengingat harga-harga ini dapat berpengaruh besar terhadap anggaran belanja harian mereka. 

Pada hari ini, beberapa komoditas mengalami perubahan harga yang cukup mencolok. Daging sapi, telur ayam kampung, dan cabai keriting tercatat mengalami penurunan harga, sementara gas elpiji 3 kg, cabai rawit, dan daging ayam ras mengalami kenaikan harga.

Mengapa Harga Sembako Terus Berfluktuasi?

Pemantauan harga sembako tidak hanya membantu masyarakat dalam menyesuaikan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi indikator penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Informasi terkait harga sembako yang terus berubah-ubah menjadi kunci dalam merencanakan pengeluaran sehari-hari. 

Dalam kondisi harga yang tak menentu seperti saat ini, memahami penyebab fluktuasi harga sembako menjadi sangat penting.

Melalui sistem informasi yang dikelola oleh pemerintah, harga-harga bahan pokok bisa dipantau secara real-time oleh masyarakat. 

Pada 23 Januari 2026, harga sembako di Jatim menunjukkan pola yang menarik untuk dicermati. Beberapa bahan pokok mengalami penurunan harga, sementara lainnya justru mengalami kenaikan.

Update Harga Sembako di Jawa Timur 23 Januari 2026

Berdasarkan data dari Siskaperbapo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok) yang dikelola oleh pemerintah, berikut adalah daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur pada 23 Januari 2026:

Beras Premium: Rp 14.817/kg

Beras Medium: Rp 12.871/kg

Gula Kristal Putih: Rp 16.592/kg

Minyak Goreng Curah: Rp 18.599/kg

Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 20.566/liter

Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 17.564/liter

Daging Sapi Paha Belakang: Rp 119.702/kg

Daging Ayam Ras: Rp 35.694/kg

Daging Ayam Kampung: Rp 69.500/kg

Telur Ayam Ras: Rp 27.474/kg

Telur Ayam Kampung: Rp 45.183/kg

Susu Kental Manis (Bendera): Rp 12.611/370 gr

Susu Kental Manis (Indomilk): Rp 12.541/370 gr

Susu Bubuk (Bendera): Rp 42.107/400 gr

Susu Bubuk (Indomilk): Rp 41.379/400 gr

Garam Bata: Rp 1.911

Garam Halus: Rp 9.327/kg

Cabai Merah Keriting: Rp 26.122/kg

Cabai Merah Besar: Rp 24.134/kg

Cabai Rawit Merah: Rp 40.703/kg

Bawang Merah: Rp 33.628/kg

Bawang Putih: Rp 32.571/kg

Gas Elpiji 3 kg: Rp 19.961

Perubahan Harga yang Terjadi pada Hari Ini

Hari ini, beberapa bahan pokok mengalami penurunan harga yang signifikan, seperti:

Daging Sapi: Turun Rp 113/kg (0,09%)

Telur Ayam Kampung: Turun Rp 708/kg (1,54%)

Cabai Keriting: Turun Rp 232/kg (0,88%)

Sementara itu, ada pula sejumlah komoditas yang mencatatkan kenaikan harga:

Gas Elpiji 3 kg: Naik Rp 233 (1,18%)

Cabai Rawit Merah: Naik Rp 1.735 (4,45%)

Daging Ayam Kampung: Naik Rp 450 (0,65%)

Daging Ayam Ras: Naik Rp 123 (0,34%)

Perubahan harga ini tentunya menjadi perhatian utama bagi masyarakat, karena dapat mempengaruhi pengeluaran rumah tangga yang lebih besar, terutama bagi keluarga yang bergantung pada konsumsi bahan pokok tersebut.

Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Sembako

Berbagai faktor memengaruhi harga sembako. Secara umum, harga sembako dapat dipengaruhi oleh:

Permintaan dan Penawaran
Ketika permintaan meningkat tetapi penawaran terbatas atau berkurang, harga sembako akan cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan lebih banyak dari permintaan, harga bisa turun.

Cuaca dan Bencana Alam
Faktor cuaca, seperti musim hujan yang panjang atau bencana alam, dapat merusak hasil pertanian, menyebabkan pasokan bahan pangan berkurang dan harga pun melonjak.

Kebijakan Pemerintah
Kebijakan impor atau pembatasan impor, serta kebijakan subsidi atau pajak yang diberlakukan pemerintah, dapat mengubah harga bahan pokok. Kebijakan semacam ini biasanya bertujuan untuk menstabilkan harga, namun dapat berdampak sebaliknya di lapangan.

Biaya Produksi dan Transportasi
Kenaikan harga bahan baku, bahan bakar, pupuk, atau upah pekerja dapat memengaruhi biaya produksi dan distribusi sembako. Ini akan berimbas pada harga jual di pasar.

Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang
Jika Indonesia mengimpor bahan pangan tertentu, seperti gandum atau produk lainnya, depresiasi nilai tukar mata uang lokal akan menyebabkan harga barang impor meningkat, yang akhirnya mempengaruhi harga sembako.

Inflasi dan Kondisi Ekonomi
Inflasi yang tinggi atau ketidakstabilan ekonomi juga dapat menyebabkan kenaikan harga sembako. Dengan meningkatnya biaya barang dan jasa, harga sembako akan mengikuti tren ini.

Masalah dalam Rantai Distribusi
Gangguan pada rantai distribusi, seperti kemacetan, pemogokan pekerja, atau masalah logistik lainnya, juga dapat menyebabkan kelangkaan barang dan memicu kenaikan harga.

Pentingnya Pemantauan Harga Sembako Secara Berkala

Mengawasi harga sembako secara teratur adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh masyarakat, terutama di saat harga bahan pokok terus berfluktuasi. 

Dengan mengetahui perubahan harga yang terjadi setiap hari, keluarga bisa merencanakan pengeluaran dengan lebih efektif, sekaligus memastikan kebutuhan pokok tercukupi tanpa membebani anggaran rumah tangga.

Fluktuasi harga sembako di Jawa Timur, seperti yang terlihat pada 23 Januari 2026, adalah gambaran nyata bagaimana faktor internal dan eksternal mempengaruhi ekonomi masyarakat.

Kenaikan harga seperti yang terjadi pada cabai rawit, daging ayam, dan gas elpiji tentunya harus dicermati, sementara penurunan harga pada beberapa komoditas lainnya memberikan sedikit keringanan. 

Untuk itu, pemantauan harga yang teliti dan rutin sangat diperlukan agar keluarga bisa mengatur pengeluaran mereka dengan lebih baik.

Terkini