JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera Utara terus dilakukan secara bertahap, khususnya pada sektor infrastruktur yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh TNI Angkatan Darat (AD) dengan menyelesaikan pembangunan jembatan daru
rat jenis Bailey di Kabupaten Langkat. Kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi cepat untuk menghubungkan kembali jalur darat yang sebelumnya terputus akibat bencana.
Pembangunan jembatan Bailey ini tidak hanya menjadi simbol percepatan pemulihan, tetapi juga menjadi bukti keterlibatan aktif TNI AD dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
Jalur Darat Langkat Dipulihkan Pascabencana
TNI AD memulihkan jalur darat di wilayah Kabupaten Langkat yang mengalami kerusakan akibat bencana dengan menyelesaikan pembangunan jembatan Bailey. Jembatan tersebut dibangun di dua lokasi, yakni Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, serta Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang.
Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA pada Sabtu, disebutkan bahwa pembangunan jembatan Bailey tersebut telah rampung pada Kamis, 22 Januari. Penyelesaian ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat yang sempat kesulitan melakukan mobilitas akibat rusaknya infrastruktur penghubung.
Pemulihan jalur darat ini dinilai krusial karena akses tersebut menjadi penghubung utama antarwilayah serta jalur distribusi kebutuhan masyarakat.
Peran Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan.
Menurut Donny, pengerahan Satgas Gulbencal merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana alam, khususnya pada aspek pemulihan infrastruktur dasar.
Satgas tersebut bekerja di lapangan dengan memanfaatkan kemampuan teknis dan sumber daya yang dimiliki TNI AD, sehingga proses pembangunan jembatan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Spesifikasi Jembatan dan Peralatan yang Digunakan
Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan Bailey tersebut menggunakan berbagai alat berat dan material khusus milik TNI AD. Peralatan yang dikerahkan antara lain dump truck, crane, yap crane, long cargo, serta material jembatan Bailey tipe 2-1.
Jembatan Bailey yang dibangun memiliki panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter. Struktur jembatan ini dilengkapi dengan papan lantai, balok pengapit, serta pelat lantai yang dirancang untuk menopang beban kendaraan dan aktivitas masyarakat.
Selain fungsi struktural, jembatan tersebut juga dicat dengan warna merah putih. Pengecatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung material, tetapi juga menjadi simbol semangat kebangsaan dan kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.
Tahap Akhir Pembangunan dan Penyelesaian Teknis
Pada tahap akhir pembangunan, pekerjaan difokuskan pada penyempurnaan struktur dan keamanan jembatan. Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan secara rinci proses tersebut.
"Pada tahap akhir, pekerjaan difokuskan pada pemasangan balok pengapit dan papan lantai, pengelasan pelat lantai, serta pengecatan panel kanan dan kiri jembatan," jelas Donny.
Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan jembatan dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat. Seluruh proses dilakukan sesuai standar teknis agar jembatan darurat tersebut dapat berfungsi optimal selama masa pemulihan.
Akses Masyarakat Kembali Normal
Hingga saat ini, Brigjen TNI Donny Pramono memastikan bahwa jembatan Bailey tersebut sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Dengan berfungsinya jembatan ini, akses darat yang sebelumnya terputus kini kembali tersambung.
Donny berharap kehadiran jembatan tersebut dapat membantu masyarakat Kabupaten Langkat untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Akses yang pulih diharapkan memperlancar mobilitas warga, distribusi barang, serta mendukung pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana.
Pembangunan jembatan Bailey ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI AD dalam mendukung penanggulangan bencana alam dan pemulihan pascabencana, sekaligus mempertegas peran TNI sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat di saat dibutuhkan.