JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menghadapi tekanan pada perdagangan saham hari ini, Senin, 26 Januari 2026.
Setelah mengalami penurunan sebesar 0,46% ke level 8.951 pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, IHSG berada di bawah tekanan jual yang masih cukup besar, sementara area penguatan dan koreksi telah tercapai.
Hari ini, IHSG diperkirakan akan menguji posisi di rentang 8.960-8.965, dengan potensi koreksi lebih lanjut jika tekanan jual terus berlanjut.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan bahwa IHSG masih berada pada fase wave [iv] dari wave 5, yang menunjukkan potensi koreksi.
Meskipun ada kemungkinan penguatan terbatas, ia menyarankan agar investor mencermati dengan cermat area koreksi yang diprediksi akan berada di level 8.708-8.790. Selain itu, ia juga mencatat level support di 8.852-8.816 dan level resistance di 9.039-9.120.
Apa yang Mempengaruhi IHSG Hari Ini?
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG pada hari ini. Salah satu faktor utama adalah volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), yang akan terus menjadi perhatian investor.
Selain itu, pergerakan harga komoditas, terutama emas, juga dapat memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Herditya juga mengungkapkan bahwa investor akan mengamati perkembangan situasi geopolitik global, terutama kebijakan The Federal Reserve (The Fed) dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Sebagai tambahan, perkembangan terkait metodologi MSCI yang dapat mempengaruhi emiten Indonesia yang berpotensi masuk ke dalam konstituen MSCI, menjadi faktor lainnya yang akan dipantau investor.
Rekomendasi Saham yang Dapat Menjadi Pilihan Hari Ini
Meskipun IHSG diperkirakan akan mengalami koreksi, ada beberapa saham yang patut dicermati untuk peluang jangka pendek.
Berdasarkan riset yang dilakukan, Herditya memberikan rekomendasi untuk beberapa saham dengan potensi penguatan di tengah tekanan pasar. Berikut adalah beberapa saham yang masuk dalam radar rekomendasi hari ini:
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Buy on Weakness
Saham ANTM menunjukkan penguatan 1,66% pada harga 4.290 meskipun masih didominasi oleh tekanan jual. MNC Sekuritas memprediksi bahwa saham ANTM saat ini berada pada fase wave (v) dari wave [iii], sehingga peluang pembelian pada level harga lebih rendah masih terbuka.
Target harga untuk ANTM berada di level 4.440 hingga 4.580, dengan stop loss di bawah level 4.200.
PT GTS International Tbk (GTSI) - Spec Buy
Saham GTSI terkoreksi cukup dalam, turun 8,87% ke harga 370. Meskipun masih berada dalam downtrend dan terkoreksi di bawah moving average (MA)20, posisi saham ini dianggap memiliki potensi rebound jika dibeli di rentang harga 318-338. Target harga untuk saham GTSI adalah 394 hingga 418, dengan stop loss di bawah 294.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness
Saham HRTA menguat tipis 0,43% ke level 2.330, meskipun masih didominasi tekanan jual. Namun, dengan volume yang menurun dan koreksi yang tertahan oleh MA20, posisi HRTA saat ini diprediksi berada di bagian dari wave (iv) dari wave [iii].
Pembelian saham ini disarankan di rentang harga 2.130-2.300, dengan target harga 2.490 hingga 2.720 dan stop loss di bawah 2.050.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) - Buy on Weakness
Saham TOBA menunjukkan kenaikan 1,2% ke level 840, didukung dengan volume pembelian yang meningkat.
Saham ini diprediksi berada dalam fase koreksi dan berpotensi melanjutkan penguatan. Pembelian dapat dilakukan di rentang harga 745-795, dengan target harga di 925 hingga 1.040 dan stop loss di bawah 710.
Rekomendasi Saham dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas
Selain rekomendasi dari MNC Sekuritas, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas juga memberikan beberapa pilihan saham yang dapat dicermati oleh investor hari ini. Berikut adalah beberapa saham yang masuk dalam radar mereka:
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
Saham-saham tersebut dipilih berdasarkan analisis teknikal dan fundamental yang menunjukkan potensi kenaikan meskipun IHSG secara keseluruhan mengalami tekanan.
Perhatian Terhadap Perubahan Metodologi MSCI
Di sisi lain, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap perubahan metodologi perhitungan free float oleh MSCI, yang berpotensi memengaruhi saham-saham Indonesia yang masuk dalam indeks global.
Penerapan perubahan ini bisa memicu tekanan jual, terutama pada saham yang mayoritas dimiliki oleh institusi atau konglomerasi besar.
Selain itu, data terkait dengan indeks harga produsen (Producer Price Index) Amerika Serikat dan data manufaktur China juga akan menjadi perhatian bagi pasar. Perkembangan data tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai prospek ekonomi global, yang pada gilirannya mempengaruhi sentimen pasar saham Indonesia.
Sentimen Global yang Mempengaruhi IHSG
Sentimen global juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Secara keseluruhan, pasar saham di Asia menunjukkan kecenderungan positif, seiring dengan keputusan Bank of Japan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75%.
Namun, meskipun sentimen positif dari Asia dapat memberi sedikit dukungan, IHSG masih cenderung melemah di tengah tekanan jual.
Sektor yang Mungkin Menguat
Berdasarkan analisis sektor, sektor kesehatan dan infrastruktur menunjukkan potensi penguatan pada perdagangan hari ini. Sektor-sektor lainnya, seperti transportasi dan logistik, diprediksi akan mengalami koreksi lebih lanjut.
Oleh karena itu, saham-saham yang berhubungan dengan sektor kesehatan dan infrastruktur bisa menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang ingin meminimalkan risiko dalam menghadapi tekanan pasar.
Sebagai kesimpulan, meskipun IHSG cenderung melemah pada perdagangan hari ini, beberapa saham tetap menunjukkan potensi untuk mencatatkan penguatan.
Investor disarankan untuk mencermati dengan seksama level support dan resistance yang ada, serta mempertimbangkan rekomendasi saham yang telah disebutkan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental.
Sebelum mengambil keputusan investasi, pastikan untuk selalu melakukan analisis lebih lanjut dan mempertimbangkan potensi risiko yang ada. Ingat, keputusan investasi ada di tangan Anda.