Rivian Mulai Bangun Unit Perdana R2, Langkah Awal Produksi Massal SUV Listrik Terjangkau

Senin, 26 Januari 2026 | 09:23:18 WIB
Rivian Mulai Bangun Unit Perdana R2, Langkah Awal Produksi Massal SUV Listrik Terjangkau

JAKARTA - Langkah awal menuju produksi massal sering kali menjadi fase paling krusial bagi sebuah produsen otomotif, terlebih bagi perusahaan kendaraan listrik yang masih tergolong muda.

Rivian, produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, kini memasuki tahap penting tersebut dengan mulai membangun unit perdana SUV listrik terbarunya, Rivian R2, di fasilitas produksi mereka di Normal, Illinois, Amerika Serikat. Tahapan ini menjadi sinyal kuat bahwa Rivian semakin serius menyiapkan model R2 sebagai tulang punggung pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Unit pertama yang keluar dari lini produksi ini bukanlah kendaraan yang langsung dipasarkan kepada konsumen. Sebaliknya, unit tersebut merupakan validation builds atau unit validasi yang berfungsi sebagai sarana pengujian menyeluruh terhadap kesiapan sistem produksi. Proses ini penting untuk memastikan seluruh mesin, robot, dan alur perakitan dapat berjalan secara akurat dan efisien sebelum produksi skala besar dimulai.

Tahap Validasi Jadi Fondasi Produksi Skala Penuh

Dilansir dari Arena EV pada Sabtu, Rivian menegaskan bahwa unit validasi R2 digunakan untuk menguji berbagai aspek teknis di pabrik, mulai dari peralatan produksi hingga proses perakitan kendaraan. Tahap ini bertujuan mengidentifikasi potensi kendala sejak dini, baik yang berkaitan dengan komponen kendaraan maupun kinerja lini produksi.

Bagi Rivian, fase validasi ini menjadi kelanjutan dari pengalaman mereka memproduksi model sebelumnya, yakni R1T dan R1S. Kedua model tersebut telah membuktikan kemampuan Rivian dalam merancang serta memproduksi kendaraan listrik premium. Namun, tantangan yang dihadapi perusahaan kini jauh lebih kompleks, yakni bagaimana menghadirkan kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas, sekaligus mampu diproduksi dalam jumlah besar.

Unit validasi Rivian R2 akan menjadi alat utama untuk menyempurnakan setiap detail produksi. Dari sinilah perusahaan dapat memastikan bahwa saat produksi massal dimulai, risiko kesalahan dapat ditekan seminimal mungkin.

Rivian R2 Disiapkan sebagai SUV Listrik Lebih Terjangkau

Salah satu aspek paling menarik dari Rivian R2 adalah strategi harga yang diusung. Berbeda dengan model-model Rivian sebelumnya yang kerap dibanderol di atas 90.000 dolar AS, Rivian R2 diproyeksikan memiliki harga awal sekitar 45.000 dolar AS. Angka ini menempatkan R2 pada segmen yang jauh lebih kompetitif dan membuka peluang Rivian menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan banderol tersebut, Rivian R2 diharapkan mampu bersaing dengan SUV listrik populer lain, seperti Tesla Model Y. Harga yang disebutkan merupakan estimasi untuk varian dasar, sementara versi dengan spesifikasi lebih tinggi diperkirakan akan meluncur lebih awal ke pasar.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan strategi Rivian yang tidak lagi hanya menyasar pasar premium, tetapi juga konsumen yang menginginkan SUV listrik berkualitas dengan harga lebih rasional.

Pilihan Motor, Performa, dan Jarak Tempuh

Rivian R2 akan ditawarkan dalam tiga konfigurasi motor listrik, yakni satu motor, dua motor, dan tiga motor. Fleksibilitas ini memberi konsumen pilihan sesuai kebutuhan, baik dari sisi efisiensi maupun performa.

Untuk varian performa tertinggi, Rivian mengklaim R2 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari tiga detik. Angka ini menempatkan R2 sebagai salah satu SUV listrik dengan performa impresif di kelasnya. Sementara dari sisi jarak tempuh, Rivian menyebut R2 mampu melaju setidaknya 482 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh, menjadikannya cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Kombinasi performa dan efisiensi ini menjadi nilai jual penting bagi Rivian R2, terutama di tengah persaingan ketat pasar SUV listrik global.

Dimensi Lebih Ringkas, Tetap Andal di Medan Ekstrem

Dari sisi ukuran, Rivian R2 hadir dengan dimensi yang lebih ringkas dibandingkan R1S. Kendaraan ini memiliki panjang sekitar 4,7 meter, lebar 1,9 meter, dan tinggi 1,7 meter. Meski lebih kecil, R2 tetap mempertahankan karakter khas Rivian sebagai kendaraan petualang.

R2 dirancang mampu melintasi jalur ekstrem dengan ground clearance mencapai 24,9 sentimeter. Kemampuan ini memungkinkan kendaraan melaju di medan berbatu maupun jalur tanah tanpa kendala berarti. Di bagian interior, fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan, di mana kursi dapat dilipat rata sepenuhnya sehingga menciptakan ruang datar yang cukup bagi dua orang dewasa untuk beristirahat, terutama saat kegiatan berkemah.

Desain ini menunjukkan bahwa meskipun menyasar pasar yang lebih luas, Rivian tidak menghilangkan identitas produknya sebagai kendaraan serbaguna untuk aktivitas luar ruang.

R2 Jadi Penentu Masa Depan Rivian

Beberapa bulan ke depan menjadi periode krusial bagi Rivian. Sepanjang 2025, permintaan terhadap model-model premium Rivian dilaporkan mengalami penurunan. Dalam kondisi tersebut, keberhasilan Rivian R2 dinilai menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.

Pabrik Rivian di Illinois telah dipersiapkan untuk memproduksi hingga 155.000 unit SUV listrik R2 per tahun. Jika seluruh tahapan pengujian dan validasi berjalan sesuai rencana, Rivian berpeluang besar bertransformasi dari perusahaan rintisan kendaraan listrik menjadi produsen berskala besar yang mampu bersaing di pasar global.

Langkah awal lewat pembangunan unit perdana ini pun menjadi penanda bahwa Rivian semakin dekat dengan target tersebut.

Terkini