Wapres Gibran Apresiasi Inovasi Teknologi Pertanian Mahasiswa UKSW di Salatiga

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:16:55 WIB
Wapres Gibran Apresiasi Inovasi Teknologi Pertanian Mahasiswa UKSW di Salatiga

JAKARTA - Inovasi dari dunia pendidikan terus menjadi bagian integral dalam pembangunan nasional, dan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) turut memberikan kontribusi besar dalam proses tersebut. 

Dalam kunjungan kerja ke UKSW di Salatiga, Jawa Tengah, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi terhadap berbagai produk inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa kampus tersebut. Hal ini disampaikan oleh Gibran saat meninjau sejumlah hasil karya civitas akademika UKSW.

Bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, serta Rektor UKSW, Prof. Intiyas Utami, Wapres melihat langsung berbagai produk inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di kampus tersebut. 

Salah satunya adalah inovasi teknologi ramah lingkungan yang dikembangkan oleh mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika, pengembangan aplikasi digital untuk pelayanan publik oleh Fakultas Teknologi Informasi, serta produk kewirausahaan sosial yang dihasilkan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Pada kesempatan ini, Gibran secara khusus memberikan penghargaan terhadap inovasi mahasiswa yang menggabungkan teknologi robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk sektor pertanian. 

Teknologi ini memungkinkan pemantauan suhu, kelembapan, dan cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman sebelum ditanam di lahan terbuka, seperti layaknya inkubator tanaman yang bekerja berdasarkan algoritma cerdas. 

Inovasi ini tidak hanya memiliki potensi untuk mengoptimalkan pertanian di Indonesia, tetapi juga sudah diikutkan dalam kompetisi internasional.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa UKSW berperan dalam mempercepat pembangunan nasional dengan inovasi yang aplikatif. Kami harus mengapresiasi secara penuh, karena mereka bukan hanya berkompetisi di level nasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan bersaing di kancah global,” ungkap Gibran, mengapresiasi partisipasi aktif mahasiswa UKSW dalam ajang internasional.

Menurut Gibran, inovasi yang dibawa mahasiswa tidak hanya menunjukkan kemampuan teknologi, tetapi juga penting untuk menghadapi tantangan besar yang dihadapi Indonesia, seperti ketahanan pangan. 

Inovasi seperti ini dapat membantu memajukan sektor pertanian di Indonesia, sekaligus memberi dampak positif bagi pembangunan ekonomi nasional.

Generasi Muda Berperan dalam Inovasi Pertanian

Dalam sambutannya, Wapres Gibran juga menyoroti pentingnya teknologi dalam mempercepat swasembada pangan yang saat ini menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, teknologi seperti AI dan penggunaan drone dalam sektor pertanian sangat berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.

“Pemerintah saat ini sedang fokus pada swasembada pangan, dan teknologi mutakhir sangat dibutuhkan untuk mendukung sektor pertanian, seperti pemanfaatan AI untuk mengukur pH tanah atau penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida. Dengan inovasi ini, kita bisa membuka peluang bagi generasi muda untuk kembali menekuni sektor pangan,” tambah Gibran.

Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pertanian, menurut Gibran, tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi pertanian Indonesia, tetapi juga akan menginspirasi anak muda untuk terlibat lebih aktif dalam sektor pangan. 

Hal ini penting mengingat generasi muda perlu dilibatkan dalam menghadapi tantangan besar untuk memastikan ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.

Pentingnya Inovasi di Era Globalisasi

Dalam era globalisasi yang semakin berkembang pesat, Gibran menekankan pentingnya inovasi yang adaptif dan memiliki dampak langsung pada masyarakat. Menurutnya, kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan produk-produk inovatif yang dapat bersaing di tingkat internasional menunjukkan potensi besar bagi bangsa Indonesia.

"Kita tidak bisa hanya menjadi pasar, kita harus mampu berinovasi dan bersaing dengan negara-negara lain. Oleh karena itu, inovasi yang jelas dan berdampak, seperti yang telah dilakukan mahasiswa UKSW, menjadi langkah yang tepat untuk mendorong Indonesia ke arah yang lebih maju,” ujar Gibran.

Inovasi seperti robotika dan kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh mahasiswa UKSW juga membawa dampak positif dalam mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Hal ini penting untuk Indonesia agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi dan dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya.

Komitmen UKSW dalam Mendorong Inovasi dan Kewirausahaan

Rektor UKSW, Prof. Intiyas Utami, menyampaikan bahwa UKSW selalu berupaya mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya-karya inovatif yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga untuk masyarakat luas. 

Selain itu, kampus ini juga selalu berkomitmen untuk menyiapkan mahasiswa yang siap terjun langsung ke dunia profesional dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

“Di UKSW, kami tidak hanya mendidik mahasiswa untuk menjadi pekerja, tetapi juga untuk menjadi inovator dan wirausahawan yang dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” ujar Rektor UKSW, yang turut mendampingi Wapres dalam kunjungannya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menanam bibit pohon Lohansung di halaman kampus sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menumbuhkan semangat keberlanjutan dalam dunia pendidikan.

Makan Siang Bersama Mahasiswa, Simbol Kedekatan Pemimpin dengan Generasi Muda

Setelah meninjau produk-produk inovasi, Gibran menyempatkan diri untuk makan siang bersama para mahasiswa di kantin kampus UKSW. 

Kegiatan ini menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan generasi muda, serta menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan dan inovasi bukan hanya berasal dari atas, tetapi juga merupakan bentuk interaksi yang saling mendukung antara pemimpin dan mahasiswa.

“Makan siang bersama mahasiswa ini menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan mereka, mendengarkan ide-ide, serta menggali potensi inovasi yang bisa terus dikembangkan untuk kemajuan bangsa,” tutup Gibran.

Terkini