Serapan Gabah Petani Di Banyumas Melalui Kolaborasi Bulog dan Yonif TP 838

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:24:36 WIB
Serapan Gabah Petani Di Banyumas Melalui Kolaborasi Bulog dan Yonif TP 838

JAKARTA - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas melanjutkan upaya besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi strategis dengan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 838/Purwa Wijaya.

Dalam sinergi ini, Bulog Banyumas bekerja sama dengan Yonif TP 838 untuk menyerap gabah kering panen (GKP) langsung dari petani. Tujuan utama dari kerja sama ini adalah mendukung target pemerintah dalam mencapai swasembada beras nasional pada tahun 2026.

Kerja sama ini bukan hanya sekedar penyerapan gabah, tetapi juga menjadi langkah penting untuk mencapai target serapan beras sebesar 4 juta ton pada tahun 2026, sebagaimana diamanatkan oleh pemerintah. 

Prawoko Setyo Aji, Pemimpin Perum Bulog Kancab Banyumas, menyampaikan bahwa hingga saat ini, Bulog Banyumas telah berhasil menyerap sekitar 3,4 ton GKP melalui program ini, dan proses penyerapan ini masih berlangsung. "Kami optimistis serapan akan optimal dan target dapat tercapai," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Sinergi Antara Bulog dan Yonif TP 838 dalam Penyerapan Gabah

Yonif TP 838/PW memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses ini, terutama dalam membina petani dan membantu dalam pengoptimalan lahan pertanian.

Komandan Yonif TP 838/PW, Letnan Kolonel Infanteri Swary Atmanda Bachtiar, menjelaskan bahwa satuan teritorial pembangunan ini tidak hanya bertugas di bidang pertahanan tetapi juga aktif berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembinaan yang baik. 

Dalam hal ini, mereka mendampingi petani untuk memastikan hasil panen bisa diserap oleh Bulog dengan harga yang wajar dan tepat waktu, memberikan manfaat ekonomi langsung bagi para petani.

Gabah yang telah diserap berasal dari lahan seluas sekitar 1,2 hektare yang dikelola oleh delapan petani binaan Yonif TP 838/PW. Dengan penggunaan teknologi pertanian seperti combine harvester, proses panen menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas gabah yang dipanen. 

"Proses panen dilakukan menggunakan combine harvester untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas hasil panen," kata Letnan Kolonel Swary, yang turut bangga dengan kemajuan yang tercapai.

Proses Pembelian Gabah dan Penyerapan Beras di Banyumas

Sistem penyerapan gabah yang dilakukan Bulog Banyumas juga sangat transparan dan terstruktur. Harga yang ditawarkan untuk gabah kering panen adalah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk berbagai kualitas, selama padi sudah memasuki usia panen. 

Sementara untuk beras, Bulog membelinya dengan harga Rp12.000 per kilogram untuk kualitas medium yang diterima langsung di depan pintu gudang Bulog.

Lebih lanjut, Prawoko Setyo Aji menambahkan bahwa keberhasilan penyerapan gabah sangat bergantung pada kualitas yang diterima. 

Oleh karena itu, Babinsa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian turut turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa gabah yang diserap bebas dari kotoran dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 

"Kami menjaga rendemen dan kualitas beras agar sesuai dengan standar yang diharapkan," jelas Prawoko, yang menegaskan komitmen Bulog untuk menjaga kualitas pangan yang diserap dari petani.

Target Penyerapan GKP dan Beras di Banyumas Raya

Pada 2026, Perum Bulog Banyumas ditargetkan untuk menyerap 78.000 ton setara beras sebagai cadangan pangan pemerintah. Bulog Banyumas optimistis bahwa pencapaian ini dapat terwujud dengan kerjasama yang erat antara Bulog, petani, dan Yonif TP 838. 

Seiring dengan awal musim panen di Banyumas Raya, Bulog Banyumas telah berhasil menyerap 24 ton GKP dan 122 ton beras dari petani di wilayah kerja mereka, yang mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Puncak panen diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Februari hingga Maret 2026, dan Bulog Banyumas telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mencapai serapan optimal. 

Prawoko Setyo Aji juga menambahkan bahwa mereka akan terus melakukan penyerapan gabah langsung dari petani sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan memastikan bahwa proses ini berjalan lancar demi mencapai target yang telah ditetapkan.

Mendukung Ketahanan Pangan Nasional dengan Kolaborasi dan Teknologi

Keberhasilan kolaborasi antara Bulog Banyumas dan Yonif TP 838/PW merupakan contoh nyata dari sinergi antara lembaga pemerintah, militer, dan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan nasional. 

Dalam menghadapi tantangan besar untuk mencapai swasembada beras pada 2026, keterlibatan berbagai pihak sangat penting, termasuk petani, instansi pemerintah, dan sektor militer yang mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Melalui kolaborasi ini, Bulog Banyumas dapat menyerap gabah petani dengan lebih efisien dan memastikan hasil panen dapat disalurkan dengan harga yang sesuai dan bermanfaat bagi ekonomi petani. 

Penggunaan teknologi modern seperti combine harvester juga semakin mendukung proses pertanian yang lebih efisien dan berkualitas. Dengan ini, diharapkan ketahanan pangan dapat terjaga dengan baik dan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Kolaborasi antara Bulog Banyumas dan Yonif TP 838/PW adalah bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan di Indonesia, khususnya dalam mendukung target swasembada beras 2026. 

Dengan penyerapan gabah langsung dari petani dan pembinaan yang baik, diharapkan pasokan pangan nasional akan lebih terjamin. 

Selain itu, penggunaan teknologi dalam proses pertanian juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen. Dalam waktu dekat, puncak panen akan terjadi, dan Bulog Banyumas terus berkomitmen untuk mencapai target serapan gabah yang optimal.

Terkini