Inklusi Keuangan Difabel: Strategi Kredit Pintar Dorong Kemandirian Ekonomi Digital

Senin, 02 Februari 2026 | 11:28:45 WIB
Inklusi Keuangan Difabel: Strategi Kredit Pintar Dorong Kemandirian Ekonomi Digital

JAKARTA - Kemandirian finansial merupakan hak asasi yang melekat pada setiap individu, tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial. Di tengah pesatnya perkembangan ekosistem ekonomi digital, akses terhadap edukasi keuangan yang ramah dan terbuka menjadi kunci utama bagi terciptanya kesejahteraan yang merata. Mengelola keuangan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari memenuhi kebutuhan, merencanakan masa depan, hingga menghadapi situasi tak terduga. Dengan pemahaman keuangan yang baik, kita dapat menghindari risiko finansial dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.

Bagi semua orang, termasuk teman-teman difabel, literasi keuangan adalah langkah awal menuju kemandirian. Belajar keuangan merupakan hak setiap orang dan perlu dilakukan dalam suasana yang aman dan inklusif, agar kita dapat melangkah menuju kehidupan yang lebih tenang, mandiri, dan sejahtera. Menyadari hal tersebut, Kredit Pintar melalui inisiatif "Kelas Pintar Bersama" secara progresif menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bertajuk “Finansial Inklusif untuk Semua”.

Sinergi Strategis untuk Literasi Tanpa Stigma

Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Kredit Pintar menggandeng Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong pemahaman keuangan yang aman, mudah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, menjadi ruang dialog edukatif bagi anggota PPDI yang merupakan organisasi payung bagi berbagai organisasi sosial disabilitas di Indonesia.

Head of Brand & Communications Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh dalam menggaungkan literasi keuangan untuk semua, tanpa terkecuali. “Setiap orang berhak paham keuangan, termasuk teman-teman difabel. Untuk itu, mari kita belajar bersama dalam suasana yang aman dan inklusif tanpa takut salah. Mari memahami keuangan dengan cara yang mudah dan jujur," jelas Puji dalam keterangan tertulisnya.

Materi Edukasi: Dari Pengelolaan Uang hingga Kewaspadaan Penipuan

Materi yang disampaikan dalam kelas inklusif ini dirancang secara komprehensif untuk menjawab tantangan nyata di lapangan. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana cara mengelola uang, kesiapan finansial sebelum mengambil pinjaman, hingga mengenal layanan pinjaman melalui aplikasi digital yang resmi dan memiliki regulasi yang jelas untuk keamanan pengguna.

Lebih jauh lagi, edukasi ini juga menyoroti risiko jika tidak bijak dalam meminjam serta memberikan panduan praktis tentang bagaimana agar tetap waspada terhadap modus-modus penipuan yang kian marak. Ketua Umum PPDI, Norman Yulian, menekankan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memahami, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan secara aman. Beliau mengapresiasi langkah nyata yang menghadirkan ruang belajar tanpa stigma ini, karena kolaborasi semacam ini sangat krusial agar tidak ada pihak yang tertinggal dalam arus inklusi keuangan nasional.

Komitmen Berkelanjutan Melalui Kampanye #TemanAturUang

Kelas Pintar Bersama bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Kredit Pintar sebagai platform penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui kampanye #TemanAturUang, Kredit Pintar memosisikan diri sebagai pendamping bagi masyarakat dalam mengatur keuangan agar menjadi pengguna layanan yang cerdas, kritis, dan terlindungi.

Hingga Januari 2026, program Kelas Pintar Bersama telah menjangkau lebih dari 3.200 anggota masyarakat di 43 kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan. Angka ini dipastikan akan terus bertambah seiring komitmen perusahaan untuk menyediakan edukasi yang merata di era digital. Kredit Pintar percaya bahwa memahami keuangan membantu setiap orang mengenali kebutuhan, menggunakan uang dengan bijak, serta tahu ke mana harus bertanya dan mengadu jika mengalami kesulitan.

Pencapaian Performa dan Dampak Ekonomi Nasional

Di sisi operasional, Kredit Pintar menunjukkan performa bisnis yang sangat solid. Sepanjang tahun 2025 lalu, Kredit Pintar telah membukukan penyaluran pinjaman hingga lebih dari Rp9,5 triliun. Sejak berdiri pada tahun 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan oleh Kredit Pintar hingga saat ini mencapai angka yang sangat signifikan, yaitu lebih dari Rp60,5 triliun.

Pencapaian angka tersebut mencerminkan kepercayaan besar masyarakat terhadap platform ini, sekaligus mempertegas tanggung jawab Kredit Pintar untuk terus membekali nasabahnya dengan literasi yang kuat. Dengan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab edukasi, Kredit Pintar optimis dapat terus mendorong kesejahteraan bersama melalui inklusi keuangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Terkini