Rekam Jejak Friderica dan Hasan Fawzi, Nahkoda Baru Dewan Komisioner OJK

Senin, 02 Februari 2026 | 15:56:17 WIB
Rekam Jejak Friderica dan Hasan Fawzi, Nahkoda Baru Dewan Komisioner OJK

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar menyusul perubahan besar di level pimpinan tertinggi. Institusi pengawas sektor keuangan ini secara resmi telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) Pengganti. Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah antisipatif sekaligus respons terhadap dinamika pasar keuangan nasional yang bergerak sangat dinamis dalam beberapa waktu terakhir.

Penunjukan kedua tokoh ini dilakukan guna mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh Mahendra Siregar, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, serta Inarno Djajadi yang mundur dari jabatan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Dengan pengalaman puluhan tahun di industri jasa keuangan, kehadiran Friderica dan Hasan diharapkan mampu memberikan suntikan energi dan stabilitas baru bagi lembaga super-regulator tersebut.

Transisi Kepemimpinan di Tengah Dinamika Pasar

Struktur baru ini menempatkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti untuk posisi Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Sementara itu, Hasan Fawzi diberikan amanah besar sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Kombinasi kedua figur ini dinilai sangat serasi. Friderica membawa keahlian dalam sisi edukasi, perlindungan konsumen, dan manajemen strategis, sementara Hasan Fawzi merupakan teknokrat pasar modal yang memiliki pemahaman mendalam mengenai infrastruktur bursa, teknologi keuangan, hingga aset digital. Transisi ini bukan sekadar pengisian jabatan kosong, melainkan upaya memperkuat fondasi OJK di tengah tuntutan transparansi dan pengawasan pasar yang semakin ketat.

Profil Friderica Widyasari Dewi: Akademisi Sekaligus Praktisi Pasar Modal

Friderica Widyasari Dewi merupakan sosok yang tidak asing bagi pelaku industri keuangan di Indonesia. Rekam jejaknya mencerminkan kombinasi langka antara kapasitas akademik yang mumpuni dengan pengalaman lapangan di berbagai lembaga Self-Regulatory Organization (SRO). Ia merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2001.

Haus akan ilmu, perempuan kelahiran Cepu, 28 November 1975 ini melanjutkan pendidikannya ke California State University, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 2004. Puncak pencapaian akademiknya diraih di almamater tercinta, UGM, dengan gelar Doktor di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada tahun 2019. Secara profesional, ia juga telah mengantongi lisensi Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) dari OJK sejak 2019.

Perjalanan Karier Friderica di Institusi SRO dan Perbankan

Karier profesional Friderica dimulai sejak tahun 2005 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selama lebih dari sepuluh tahun di BEI, ia telah menduduki berbagai posisi strategis, puncaknya adalah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Pasar BEI (2009-2015). Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang bagaimana menumbuhkan minat investor domestik di tanah air.

Setelah dari bursa, Friderica merambah ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia sempat menjabat sebagai Direktur Keuangan (2015-2016) sebelum akhirnya naik kelas menjadi Direktur Utama KSEI untuk periode 2016-2019. Sebelum akhirnya mengabdi di OJK sebagai ADK, ia sempat memimpin PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama (2020-2022). Fleksibilitasnya dalam memimpin lembaga negara maupun korporasi menjadi modal berharga dalam mengemban tugas barunya sebagai pengganti Ketua Dewan Komisioner.

Profil Hasan Fawzi: Ahli Infrastruktur dan Teknologi Bursa

Di sisi lain, Hasan Fawzi membawa keahlian teknis yang sangat spesifik ke dalam jajaran Dewan Komisioner OJK. Lahir di Purwakarta pada 27 April 1970, Hasan merupakan lulusan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1993. Latar belakang teknik ini memberinya keunggulan dalam memahami sistem dan infrastruktur pasar modal yang kompleks.

Sama seperti Friderica, Hasan juga memiliki latar belakang pendidikan internasional yang kuat. Ia meraih gelar MBA dari Université Pierre Mendes, Grenoble, Prancis. Tak berhenti di sana, ia juga memperdalam manajemen bisnis dengan menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen (MM) di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2008. Penguasaan aspek teknis dan manajerial ini menjadikannya figur yang tepat untuk mengawasi inovasi teknologi di sektor keuangan.

Dedikasi Hasan Fawzi di Jantung Industri Keuangan

Hasan Fawzi memulai pengabdiannya di industri pasar modal melalui PT Kliring Depositori Efek Indonesia (KDEI) pada periode 1993-1997 sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem. Ia kemudian berperan besar dalam memperkuat PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) selama lebih dari satu dekade sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi (1997-2008).

Perjalanan karier Hasan terus menanjak saat dipercaya menjadi Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012, hingga menjabat Direktur Utama KPEI selama dua periode berturut-turut (2012-2018). Sebelum bergabung ke OJK, ia adalah Direktur Pengembangan BEI (2018-2022). Pengalaman di level komisaris juga tidak perlu diragukan, mulai dari Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit hingga Komisaris Independen di PT Merdeka Battery Materials Tbk. Pengalaman lintas sektor ini sangat relevan untuk posisinya saat ini yang mengawasi pasar modal, derivatif, hingga bursa karbon yang baru berkembang.

Terkini