Kemenhub Pastikan Operasional Pelabuhan Panarukan Situbondo Siap Optimal

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:37:08 WIB
Kemenhub Pastikan Operasional Pelabuhan Panarukan Situbondo Siap Optimal

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa Pelabuhan Panarukan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kini siap beroperasi secara penuh. 

Hal ini menyusul selesainya uji sandar kapal tahap akhir, yang menjadi tolok ukur keamanan dan kesiapan dermaga untuk menerima kapal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, menjelaskan bahwa uji sandar ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental, dan PT Pertamina Port & Logistics.

“Uji sandar ini merupakan bagian penting dalam menjamin aspek teknis dan keselamatan pelayaran,” ungkap Herland di Situbondo, Senin. Dengan keberhasilan uji sandar, pelabuhan diyakini siap mendukung kegiatan distribusi logistik, mobilitas penumpang, dan konektivitas wilayah di Jawa Timur.

Proses Uji Sandar dan Evaluasi Konstruksi Dermaga

Dalam kegiatan uji sandar, sejumlah kapal secara langsung mencoba sandarnya di dermaga Panarukan, antara lain Kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT Pertamina Port & Logistics. Kedua kapal berhasil melakukan manuver dengan aman dan sesuai standar operasional prosedur.

Herland menekankan, keberhasilan ini menjadi indikator kesiapan dermaga dan kehandalan infrastruktur pelabuhan, sehingga seluruh aktivitas kepelabuhanan dapat berjalan lancar. “Keberhasilan uji sandar ini diharapkan memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah,” tambahnya.

Peran Pelabuhan Panarukan dalam Rantai Logistik Jawa Timur

Dengan kesiapan infrastruktur yang andal, Pelabuhan Panarukan diharapkan menjadi simpul transportasi laut strategis. Herland menegaskan, pelabuhan akan mendorong peningkatan kualitas layanan, memperkuat rantai pasok di kawasan pesisir Jawa Timur, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Aktivitas pelabuhan diperkirakan meningkat, terutama kedatangan kapal berkapasitas 1000 DWT dan arus barang. Peningkatan ini akan mempercepat distribusi logistik, memudahkan transportasi penumpang, serta memperkuat konektivitas antarwilayah pesisir.

“Oleh karena itu, kami berharap seluruh proses pelayanan kepelabuhanan, perizinan, dan pengawasan dapat terus dipercepat tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan,” ujar Herland.

Sosialisasi Kesiapan Operasional

Seiring dengan peningkatan kapasitas dermaga, KSOP Kelas IV Panarukan mulai melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa terkait kesiapan operasional pelabuhan. Langkah ini bertujuan agar pihak swasta, pengusaha logistik, dan masyarakat pengguna jasa dapat memanfaatkan fasilitas pelabuhan secara optimal dan aman.

Sosialisasi juga menjadi sarana untuk memastikan kepatuhan terhadap SOP serta meningkatkan kesadaran akan standar keselamatan pelayaran. Hal ini penting agar kegiatan operasional pelabuhan dapat berlangsung lancar, efisien, dan aman.

Dimensi dan Fasilitas Pelabuhan Panarukan

Pelabuhan Panarukan memiliki dimensi dermaga 176,5 meter dengan lebar 10 meter, trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter. Infrastruktur ini memungkinkan pelabuhan menampung berbagai jenis kapal dengan kapasitas besar.

Sejak pembangunan awal pada 2008, pelabuhan terus dikembangkan. Pengembangan dilakukan pada 2011–2012, dengan penambahan kantor pelabuhan pada 2019. Terbaru, rehabilitasi dermaga 2 (±107 x 10 m²) dan fasilitas darat Tahun Anggaran 2025 meningkatkan kapasitas, keselamatan, dan kinerja operasional pelabuhan.

Herland menyebutkan, “Dengan kesiapan infrastruktur yang andal, kami dorong Pelabuhan Panarukan menjadi simpul transportasi laut yang mampu meningkatkan kualitas layanan masyarakat,” menunjukkan komitmen Kemenhub terhadap pelayanan publik.

Dampak Ekonomi dan Mobilitas

Kesiapan operasional pelabuhan di Situbondo tidak hanya memperkuat logistik dan distribusi barang, tetapi juga berdampak pada mobilitas penumpang dan pertumbuhan ekonomi regional. Peningkatan frekuensi kedatangan kapal dan kapasitas arus barang dapat menggerakkan sektor perdagangan, industri, dan pariwisata pesisir.

Dengan dermaga yang siap beroperasi penuh, pengusaha lokal dan nasional dapat mengoptimalkan distribusi bahan baku, barang konsumsi, hingga energi. Selain itu, masyarakat pesisir mendapatkan manfaat dari akses transportasi laut yang lebih efisien dan aman.

Optimisme KSOP Panarukan

Herland optimistis aktivitas kepelabuhanan akan semakin padat seiring peningkatan kapasitas dermaga dan kesiapan operasional. Ia berharap pelabuhan menjadi pintu gerbang logistik strategis di Jawa Timur yang mampu memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pembangunan ekonomi.

“Kami optimistis bahwa aktivitas kepelabuhanan di Panarukan akan semakin padat, seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional dermaga,” kata Herland.

Dengan selesainya uji sandar kapal tahap akhir, Pelabuhan Panarukan kini siap menjadi simpul transportasi laut strategis di Jawa Timur. Infrastruktur yang andal, manuver kapal yang aman, serta sosialisasi kepada pengguna jasa menjadi bukti bahwa pelabuhan dapat mendukung logistik, mobilitas penumpang, dan pertumbuhan ekonomi regional.

Kemenhub dan KSOP Panarukan terus memastikan pelayanan tetap optimal, standar keselamatan terpenuhi, dan manfaat ekonomi serta sosial dapat dirasakan masyarakat luas.

Terkini