Seni Menikmati Tekanan: Strategi Psikologis Allegri Bawa Milan Terus Menempel Inter

Kamis, 05 Februari 2026 | 09:25:29 WIB
Seni Menikmati Tekanan: Strategi Psikologis Allegri Bawa Milan Terus Menempel Inter

JAKARTA - Dalam kancah persaingan elit Serie A Italia yang semakin mendidih, Massimiliano Allegri tampaknya memilih pendekatan yang berbeda untuk menjaga mentalitas skuad AC Milan. Di saat para pesaing mulai terjebak dalam hitung-hitungan poin yang menegangkan, sang allenatore justru mengajak seluruh elemen klub untuk meredakan ketegangan. Bagi Allegri, kunci untuk meruntuhkan dominasi lawan bukan terletak pada ambisi yang menggebu-gebu, melainkan pada kemampuan tim untuk menikmati setiap peluh dalam perjuangan musim 2025-2026.

Kemenangan Meyakinkan di Renato Dall'Ara

Langkah mantap I Rossoneri kembali terlihat saat mereka bertamu ke markas Bologna pada laga pekan ke-23 Liga Italia, Rabu dini hari WIB. Dalam duel tersebut, AC Milan tampil sangat dominan dan berhasil pulang dengan kemenangan telak 3-0. Ruben Loftus-Cheek membuka keunggulan pada menit ke-20, disusul oleh eksekusi penalti Christopher Nkunku yang kian memperlebar jarak.

Pesta gol Milan akhirnya ditutup dengan indah oleh Adrien Rabiot melalui tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-48. Hasil ini tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan menjadi 22 pertandingan. Sebuah catatan impresif yang membuktikan bahwa di bawah arahan Allegri, Milan telah bertransformasi menjadi unit yang sangat sulit ditaklukkan.

Optimisme Allegri di Tengah Kejaran Poin

Kemenangan atas Bologna memiliki dampak krusial dalam tabel klasemen. Milan sukses memangkas selisih jarak dengan sang pemuncak klasemen, Inter Milan, dari delapan poin menjadi lima poin saja. Di sisi lain, posisi mereka di zona Liga Champions semakin aman dengan keunggulan tujuh angka atas AS Roma yang berada di peringkat kelima. Empat tim teratas di Liga Italia berhak lolos ke Liga Champions musim depan, dan Milan kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.

Menanggapi situasi ini, Allegri tetap bersikap tenang dan meminta media serta pendukung untuk melihat situasi tim dari sudut pandang yang positif. "Tertinggal 5 poin dari Inter atau keunggulan 7 poin dari Roma mana yang lebih penting?" ujar Allegri dengan nada retoris seusai laga. Baginya, posisi Milan saat ini adalah sebuah progres yang harus disyukuri daripada diratapi karena belum mencapai puncak.

Filosofi Langkah Kecil Menuju Target Besar

Allegri menegaskan bahwa perjalanan menuju akhir musim masih sangat panjang dan penuh dengan kemungkinan. Ia tidak ingin anak asuhnya terbebani oleh bayang-bayang gelar juara yang justru bisa menjadi bumerang. Fokus pada proses harian adalah prinsip yang terus ia tanamkan di ruang ganti.

Ia mengingatkan bahwa masih banyak poin yang bisa diraih untuk mencapai tujuan utama tim. "Masih banyak poin yang bisa diraih untuk mencapai tujuan. Kita perlu mengambil satu langkah kecil demi satu langkah," lanjut Allegri. Dengan pendekatan ini, Milan diharapkan bisa menjaga konsistensi tanpa harus merasa tertekan oleh hasil yang diraih tim rival di setiap pekannya.

Istirahat dan Pemulihan Menjelang Laga Kontra Pisa

Selain aspek taktis, Allegri juga menyoroti pentingnya masa istirahat. Setelah jadwal yang padat, AC Milan memiliki jeda 10 hari sebelum bertanding kembali. Allegri mengajak anak asuhnya dan seluruh pendukung untuk menikmati setiap momen yang ada di Liga Italia saat ini, termasuk waktu jeda tersebut.

"Mari menikmati istirahat ini dan memulihkan (kondisi) pemain untuk pertandingan melawan Pisa,” ungkapnya. Waktu luang ini akan dimanfaatkan untuk memulihkan kebugaran fisik pemain agar siap menghadapi tantangan selanjutnya. Laga melawan Pisa dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu pukul 02.45 WIB.

Realitas Target Empat Besar di Liga yang Kompetitif

Meskipun peluang juara semakin terbuka lebar, Allegri secara diplomatis tetap membumi. Ia selalu menekankan bahwa target utama klub sejak awal adalah mengamankan posisi di empat besar klasemen guna memastikan tiket Liga Champions. Ambisi ini dianggap realistis namun tetap menantang mengingat dinamika liga yang sulit ditebak.

"Tujuan kami selalu untuk berada di empat besar dan itu akan rumit karena liga masih panjang," pungkasnya. Dengan menggabungkan kerendahan hati dan ketajaman taktik, Allegri sedang mencoba membawa AC Milan menuju kesuksesan dengan cara yang lebih "elegan"—yakni dengan menikmati setiap rintangan yang ada di depan mata.

Terkini