Perum Bulog Lindungi Petani Melalui Inovasi Asuransi Pertanian Parametrik

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:35:40 WIB
Perum Bulog Lindungi Petani Melalui Inovasi Asuransi Pertanian Parametrik

JAKARTA - Ancaman perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca kini menjadi tantangan nyata bagi sektor agraris nasional. Menanggapi kondisi tersebut, Perum Bulog melakukan langkah preventif strategis melalui program "Bulog Peduli Petani" yang difokuskan pada mitigasi risiko gagal panen. Pada Senin, Bulog secara resmi memperkenalkan skema asuransi pertanian bagi para petani mitra di wilayah Lombok Timur sebagai upaya menjaga stabilitas produksi pangan di tengah risiko bencana alam dan serangan hama.

Inisiatif ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan sosial, melainkan sebagai instrumen perlindungan finansial yang memungkinkan petani tetap berdaya meskipun menghadapi kegagalan di lapangan. Dengan menggandeng mitra asuransi yang berkompeten, Bulog berusaha membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan, memastikan bahwa rantai pasok pangan nasional tidak terputus akibat kerugian yang dialami oleh para produsen di tingkat hulu.

Uji Coba Skema Asuransi Parametrik di Sentra Produksi Lombok Timur

Pemilihan Lombok Timur sebagai lokasi sosialisasi dan uji coba ini didasari oleh status wilayah tersebut sebagai salah satu lumbung padi strategis nasional. Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjsoekarto, menekankan bahwa perhatian khusus diberikan kepada petani setempat karena peran vital mereka dalam menyokong stok pangan pemerintah. Dalam tahap awal ini, Bulog memperkenalkan asuransi pertanian berbasis gagal panen dan perubahan iklim.

“Kami melakukan uji coba sosialisasi sekaligus memberikan bantuan premi asuransi kepada kelompok tani terpilih di Lombok Timur. Program serupa juga dilaksanakan di empat kabupaten lain di Provinsi Jambi, Jawa Barat, dan Bali,” kata Sudarsono. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar Bulog untuk memperluas jangkauan proteksi petani di berbagai wilayah sentra produksi utama di Indonesia.

Kolaborasi Strategis dengan Askrindo dan Pakar Asuransi OJK

Dalam menjalankan program ini, Bulog tidak bergerak sendiri. Perusahaan plat merah ini membangun kemitraan dengan tim ahli serta Askrindo, lembaga penjaminan yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengedukasi petani mengenai model asuransi terbaru, yakni asuransi parametrik, yang dinilai lebih efisien dibandingkan model asuransi pertanian konvensional yang ada selama ini.

“Asuransi parametrik ini nanti akan dijelaskan secara teknis kepada seluruh anggota kelompok tani. Karena masih tahap uji coba, bantuan premi dari Perum Bulog masih terbatas. Namun ke depan, setelah petani merasakan manfaatnya, program ini diharapkan dapat dilanjutkan bersama,” ujar Sudarsono. Edukasi ini menjadi penting agar petani tidak hanya menjadi objek penerima bantuan, tetapi juga memahami mekanisme proteksi finansial dalam bisnis pertanian mereka.

Keunggulan Sistem Hybrid dan Kemudahan Klaim bagi Petani

Salah satu terobosan yang ditawarkan dalam asuransi parametrik adalah prosedur klaim yang jauh lebih sederhana. Berbeda dengan asuransi tradisional yang memerlukan verifikasi kerusakan lahan secara fisik dan detail, asuransi parametrik bekerja berdasarkan parameter tertentu, seperti curah hujan atau suhu udara. Sudarsono menjelaskan bahwa jika parameter yang disepakati tidak tercapai atau melampaui ambang batas tertentu, petani sudah berhak mendapatkan penggantian.

Ke depan, Bulog berencana menyempurnakan skema ini melalui model hybrid. Skema ini akan mengombinasikan keunggulan asuransi parametrik dengan asuransi konvensional (indemnity) untuk memberikan perlindungan maksimal. Pada tahap perdana, lahan seluas 125 hektare yang direkomendasikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur menjadi sasaran program ini. Tujuannya adalah mendorong keberlanjutan produksi padi sehingga petani tetap setia menjadi mitra Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga beras.

Dukungan Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Petani Tangguh

Langkah proaktif Bulog ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Asisten II Setda Lombok Timur, M. Akhiri, menyatakan bahwa program asuransi ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Ia berharap program "Bulog Peduli" ini dapat memacu keterlibatan lembaga lain dalam memberikan jaminan serupa bagi sektor pertanian.

“Sebagian besar masyarakat Lombok Timur masih bermata pencaharian sebagai petani. Kita ingin petani tangguh dan tidak langsung kolaps hanya karena sedikit perubahan cuaca. Terima kasih atas program Bulog Peduli ini,” ungkap M. Akhiri. Ia juga mengimbau agar para petani bersikap jujur dan transparan dalam melaporkan kondisi riil kerusakan tanaman mereka agar proses mitigasi risiko dapat berjalan tepat sasaran.

Pengendalian Inflasi dan Program SMART Pemerintah Daerah

Di sisi lain, M. Akhiri juga mengaitkan pentingnya kesejahteraan petani dengan upaya pengendalian inflasi daerah. Saat ini, fluktuasi harga komoditas seperti bawang merah dan cabai merah menjadi faktor utama pemicu inflasi di Lombok Timur. Oleh karena itu, kehadiran asuransi pada tanaman pangan seperti padi diharapkan dapat menstabilkan sisi pasokan, sehingga gejolak harga di tingkat konsumen dapat diminimalisir.

Berbagai langkah seperti pasar murah telah dilakukan untuk meredam inflasi menjelang momen besar seperti Ramadan dan Idul Fitri. Menurutnya, inisiatif Bulog ini selaras dengan kebijakan nasional serta program "SMART" yang diusung oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur. Program ini menitikberatkan pada pembentukan masyarakat yang tangguh dan memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib para pejuang pangan di lapangan.

Visi Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan Nasional

Melalui bantuan premi asuransi ini, Perum Bulog menegaskan kembali fungsinya sebagai penyangga pangan nasional yang tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga pada kesejahteraan produsen. Program perlindungan 125 hektare lahan ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan asuransi pertanian yang lebih masif di masa depan. Dengan adanya jaminan terhadap risiko gagal panen, minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian diharapkan dapat meningkat kembali.

Keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada evaluasi hasil uji coba di lima provinsi tersebut. Jika skema asuransi parametrik ini terbukti efektif dalam meringankan beban petani saat terjadi bencana, maka Indonesia akan memiliki sistem pertahanan pangan yang jauh lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian iklim global. Sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan menjadi kunci utama untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang berlandaskan pada perlindungan terhadap nasib para petani.

Terkini