Waktu Ideal Menikmati Kopi Saat Puasa Ramadan Agar Lambung Aman

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:30:48 WIB
Waktu Ideal Menikmati Kopi Saat Puasa Ramadan Agar Lambung Aman

JAKARTA - Ramadan tidak harus menjadi momen bagi pecinta kopi untuk sepenuhnya berhenti minum kafein. 

Banyak orang bertanya-tanya, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menikmati kopi agar tidak mengganggu puasa maupun kesehatan lambung.

Mengutip Arab News, para ahli kesehatan menekankan bahwa tidak ada aturan baku terkait waktu ngopi selama Ramadan. 

Waktu terbaik minum kopi sangat bergantung pada sensitivitas kafein setiap individu, jadwal kerja, dan pola tidur. Dengan kata lain, setiap orang bisa menyesuaikan konsumsi kopi dengan kondisi tubuh masing-masing.

Bagi sebagian orang, sahur adalah saat yang paling tepat menikmati kafein. Namun, ada yang merasa kopi saat sahur justru membuat mereka sulit tidur kembali, terjaga sepanjang pagi, dan lebih cepat mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, penyesuaian konsumsi kopi perlu disesuaikan dengan pengalaman pribadi dan kondisi fisik.

Memilih Jenis Kopi yang Ramah Lambung

Jenis kopi juga sangat menentukan efeknya terhadap tubuh saat puasa. Kopi yang terbuat dari biji Arabica biasanya mengandung kafein lebih rendah dibanding Robusta. Namun, Arabica tetap menawarkan cita rasa dan aroma yang kaya sehingga tetap memuaskan bagi penikmat kopi.

Memilih kopi dengan kadar kafein lebih rendah dapat membantu mencegah gangguan tidur atau dehidrasi. Selain itu, kopi juga sebaiknya dikonsumsi setelah buka puasa. Pada saat itu, tubuh telah terhidrasi kembali dan kadar gula darah sudah stabil, sehingga efek kafein lebih aman dan tidak menimbulkan masalah lambung.

Hal ini penting karena konsumsi kafein pada tubuh yang sedang dehidrasi bisa memperburuk kondisi lambung dan meningkatkan risiko iritasi. Memperhatikan jenis kopi menjadi langkah sederhana namun efektif agar puasa tetap nyaman.

Hidrasi dan Pengaruh Gula Tambahan

Hidrasi adalah kunci utama selama Ramadan. Para ahli menekankan bahwa kopi tidak boleh menggantikan air putih. Apalagi saat jam puasa yang panjang, menjaga asupan cairan sangat penting untuk kesehatan dan energi sepanjang hari.

Selain itu, gula tambahan dalam kopi perlu diperhatikan. Penambahan gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan energi secara drastis. 

Jika Anda menyukai kopi manis, sebaiknya kurangi gula sedikit demi sedikit atau kombinasikan kopi dengan makanan saat berbuka. Strategi ini membantu tubuh tetap stabil tanpa mengalami penurunan energi yang signifikan.

Perlu diingat, moderasi dalam menambahkan gula sekaligus memperhatikan hidrasi akan menjaga lambung tetap nyaman dan membantu tubuh menghadapi jam puasa yang panjang.

Alternatif Kopi untuk Menghindari Gejala Putus Kafein

Bagi sebagian orang, menahan diri dari kopi saat puasa bisa memicu gejala putus kafein, seperti sakit kepala atau rasa lelah berlebih. Untuk mengatasi hal ini, kopi tanpa kafein bisa menjadi solusi sementara.

Kopi tanpa kafein berkualitas tinggi, seperti yang diproses dengan metode air Swiss, mempertahankan rasa asli kopi tanpa sebagian besar kandungan kafein. Metode ini juga menghindari penggunaan pelarut kimia, sehingga tetap aman dikonsumsi.

Dengan demikian, meskipun mengurangi kafein, Anda tetap bisa menikmati sensasi minum kopi tanpa mengganggu puasa atau kesehatan lambung. Ini juga bisa menjadi transisi bagi yang ingin tetap nyaman menjalani Ramadan tanpa kehilangan ritual ngopi harian.

Kunci Aman Ngopi Selama Ramadan

Kesimpulannya, Ramadan bukan berarti pecinta kopi harus berhenti total. Kuncinya adalah moderasi dan pemilihan waktu. Menggeser konsumsi kopi ke malam hari, setelah iftar, merupakan cara yang efektif untuk tetap mendapatkan energi tanpa mengorbankan kesehatan lambung.

Selain itu, membatasi jumlah kopi per hari dan memilih kopi berkafein rendah atau kopi tanpa kafein dapat meminimalkan risiko dehidrasi, gangguan tidur, dan lonjakan gula darah. Dengan strategi ini, Anda tetap bisa menikmati kopi sebagai bagian dari tradisi dan kenikmatan selama Ramadan.

Terkini