Update Harga BBM Pertamina Shell BP Vivo Non Subsidi Per 2 Maret 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 11:16:33 WIB
Update Harga BBM Pertamina Shell BP Vivo Non Subsidi Per 2 Maret 2026

JAKARTA - Pada awal Maret 2026, harga BBM di berbagai SPBU di Indonesia mengalami penyesuaian signifikan. 

Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo tercatat kompak menaikkan harga BBM non subsidi, menandai tren serentak di pasar energi domestik.

Pertamina mengerek harga BBM non subsidi, antara lain: Pertamax (RON 92) menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800, Pertamax Green (RON 95) naik menjadi Rp12.900 dari Rp12.450, dan Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp13.100 dari Rp12.700. 

Sementara itu, Dexlite naik dari Rp13.250 menjadi Rp14.200, dan Pertamina Dex dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi/Biosolar tetap stabil, masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter, memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjangkau. Kenaikan ini sejalan dengan fluktuasi harga minyak global dan penyesuaian biaya produksi BBM non subsidi.

Shell Ikutkan Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi

Shell juga melakukan penyesuaian harga untuk dua jenis BBM yang tersedia: Shell Super (RON 92) kini Rp12.390 per liter, naik dari Rp12.050, dan Shell V-Power Diesel menjadi Rp14.620 dari Rp13.600.

Namun, Shell V-Power (RON 95) dan Shell V-Power Nitro+ tidak tersedia pada Maret 2026 karena stok habis. Penyesuaian ini mencerminkan strategi Shell dalam menyeimbangkan permintaan pasar dengan ketersediaan produk, sekaligus mengantisipasi volatilitas harga minyak mentah global.

Kenaikan harga Shell ini mengikuti pola yang sama seperti pesaingnya, yakni Pertamina dan BP, menunjukkan koordinasi tidak langsung di pasar energi non subsidi.

BP-AKR dan Kenaikan Harga BBM di Segmen Non Subsidi

BP-AKR juga menaikkan harga BBM pada awal Maret 2026. BP Ultimate (RON 95) kini dipatok Rp12.920 per liter, naik dari Rp12.500. BP 92 (RON 92) dibanderol Rp12.390 dari Rp12.050. Sementara itu, BP Ultimate Diesel meningkat dari Rp13.600 menjadi Rp14.620 per liter.

Penyesuaian harga ini menegaskan tren serentak di industri BBM non subsidi, di mana perusahaan menyesuaikan harga untuk menjaga margin keuntungan sekaligus menyesuaikan diri dengan biaya produksi yang meningkat. Konsumen diharapkan mencermati kenaikan ini, terutama bagi kendaraan yang menggunakan BBM non subsidi.

BP-AKR menekankan pentingnya pemantauan stok dan pengelolaan distribusi agar kenaikan harga tidak mengganggu ketersediaan BBM di seluruh wilayah operasi.

Vivo Ikuti Tren Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

Selain Pertamina, Shell, dan BP, Vivo juga menyesuaikan harga BBM per Maret 2026. Revvo 92 kini dipatok Rp12.390 per liter, naik dari Rp12.050. Revvo 95 naik menjadi Rp12.930 dari Rp12.500, sedangkan Diesel Primus Plus meningkat dari Rp13.600 menjadi Rp14.610 per liter.

Stok Revvo 90 tidak tersedia pada Maret 2026, sehingga tidak ada penetapan harga. Penyesuaian harga ini sejalan dengan strategi Vivo untuk mempertahankan kinerja pasar dan menghadapi peningkatan biaya produksi.

Kenaikan harga oleh semua operator menunjukkan konsistensi dalam respons terhadap faktor global dan domestik, termasuk fluktuasi harga minyak mentah, biaya logistik, dan kondisi pasar yang dinamis.

Daftar Lengkap Harga BBM Maret 2026

Berikut rincian harga BBM terbaru di seluruh SPBU per 1 Maret 2026:

Pertamina:

Pertalite: Rp10.000/liter

Solar Subsidi: Rp6.800/liter

Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter

Pertamax Green (RON 95): Rp12.900/liter

Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100/liter

Dexlite: Rp14.200/liter

Pertamina Dex: Rp14.500/liter

Shell:

Shell Super: Rp12.390/liter

Shell V-Power: -

Shell V-Power Diesel: Rp14.620/liter

Shell V-Power Nitro+: -

BP-AKR:

BP Ultimate: Rp12.920/liter

BP 92: Rp12.390/liter

BP Ultimate Diesel: Rp14.620/liter

Vivo:

Revvo 90: -

Revvo 92: Rp12.390/liter

Revvo 95: Rp12.930/liter

Diesel Primus Plus: Rp14.610/liter

Konsumen diimbau selalu memeriksa harga terbaru sebelum melakukan pembelian, karena harga BBM non subsidi bisa berubah sesuai kebijakan masing-masing perusahaan.

Terkini