PGN Tingkatkan Keandalan Penyaluran Gas Lewat Optimasi Infrastruktur Strategis

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:25:07 WIB
PGN Tingkatkan Keandalan Penyaluran Gas Lewat Optimasi Infrastruktur Strategis

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mencatat pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025 seiring penguatan bisnis infrastruktur gas bumi dan LNG.

Di tengah dinamika industri energi, perusahaan subholding gas Pertamina ini menekankan penguatan fundamental bisnis sebagai strategi menjaga stabilitas operasional.

Pendapatan PGN tercatat mencapai 3,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 63,18 triliun, meningkat 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada segmen midstream dan downstream berbasis infrastruktur. Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan perusahaan terus mengoptimalkan infrastruktur gas bumi dan LNG untuk menjaga kesinambungan pasokan energi kepada pelanggan. 

“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN,” ujar Fajriyah.

“ Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” tambah Fajriyah. 

Strategi ini memungkinkan PGN menjaga ketersediaan energi bagi sektor industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga. Langkah ini menunjukkan fokus perusahaan pada efisiensi dan keandalan operasional.

Penguatan Infrastruktur Gas dan LNG

Sepanjang 2025, PGN mencatat volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD. Sementara itu, volume transmisi gas bumi meningkat 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD dibandingkan tahun sebelumnya seiring meningkatnya penyerapan pelanggan. 

Kinerja operasional juga diperkuat oleh bisnis infrastruktur LNG yang melayani regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun.

Volume regasifikasi LNG meningkat 17 persen mencapai 254 BBTUD. Peningkatan ini berkontribusi pada keandalan penyaluran gas untuk berbagai sektor, termasuk industri dan pembangkit listrik. Hal ini mencerminkan kemampuan PGN untuk merespons permintaan energi yang terus meningkat.

Di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran 174.811 BOEPD yang didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa yang ada. Selain itu, perusahaan menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi gas rumah tangga sepanjang 2025. 

Keandalan sistem operasi juga dijaga dengan tingkat availability mencapai 98,84 persen, menunjukkan efisiensi operasional yang tinggi.

Kontribusi Anak Perusahaan dan LNG Trading

Kontribusi anak perusahaan dan afiliasi turut memperkuat kinerja operasional PGN. Volume pemrosesan LPG tercatat 117 metrik ton per hari atau naik 8 persen.

Sementara itu, lifting minyak dan gas mencapai 17.519 BOEPD. Pada segmen LNG trading internasional, PGN mengirim tujuh kargo LNG ke pasar internasional sepanjang 2025.

Volume LNG internasional setara sekitar 59 BBTUD, mendukung pertumbuhan bisnis global PGN. Hal ini menunjukkan diversifikasi usaha yang berhasil mendorong pendapatan perusahaan. Kinerja ekspor ini juga menjadi bagian dari strategi PGN memperluas pasar energi.

Dalam laporan keuangan 2025, PGN melakukan penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak di segmen hulu. Penyesuaian ini dipengaruhi perubahan asumsi cadangan dan dilakukan sesuai standar akuntansi serta regulasi migas yang berlaku. PGN menegaskan langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian dan transparansi perusahaan.

Efisiensi Biaya dan Ketahanan Keuangan

Meski ada penyesuaian nilai aset, kinerja operasional dan arus kas PGN tetap solid. Perusahaan menjalankan disiplin pengelolaan keuangan melalui efisiensi biaya dan optimalisasi kas. 

Pada 2025, beban umum dan administrasi menurun 33,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 539,46 miliar, turun 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontribusi laba dari entitas patungan meningkat menjadi 76,4 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,24 triliun. PGN mencatat laba operasi sebesar 519,6 juta dollar AS atau Rp 8,42 triliun, sementara laba bersih tercatat 215,4 juta dollar AS atau Rp 3,49 triliun. 

EBITDA perusahaan mencapai 971,2 juta dollar AS atau Rp 15,73 triliun dengan arus kas operasional positif sebesar 657,1 juta dollar AS atau Rp 10,64 triliun.

Fajriyah menekankan, kinerja PGN didukung portofolio bisnis terdiversifikasi, termasuk transmisi dan distribusi gas bumi serta bisnis LNG. 

“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas,” katanya. Strategi ini penting memperkuat ketahanan korporasi menghadapi tantangan ke depan.

Strategi Masa Depan dan Transisi Energi

Ke depan, PGN menargetkan penguatan peran dalam mendukung transisi energi nasional. Fokus diberikan pada pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dan berkelanjutan. 

Dengan strategi penguatan fundamental bisnis, optimalisasi operasional, serta efisiensi berkelanjutan, perusahaan optimistis menjaga stabilitas usaha.

PGN juga menekankan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. Investasi pada infrastruktur gas dan LNG dipastikan mendukung keberlanjutan pasokan energi. 

“Strategi ini memastikan PGN tetap menjadi pilar energi nasional yang andal dan berdaya saing,” tutup Fajriyah.

Terkini