Distribusi Barang Konsumsi Lebih Andal Berkat KAI Logistik KALOG 3

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:25:20 WIB
Distribusi Barang Konsumsi Lebih Andal Berkat KAI Logistik KALOG 3

JAKARTA - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mengambil langkah strategis dengan menambah kapasitas angkut kontainer pada layanan KALOG Plus. 

Khususnya, rangkaian KA KALOG 3 kini mampu mengangkut hingga 3.000 TEUs per bulan. Langkah ini dilakukan untuk merespons meningkatnya permintaan distribusi sektor industri fast moving consumer goods (FMCG) dan manufaktur di Tanah Air.

Direktur Komersial KAI Logistik Fahdel Akbar menyatakan, tren permintaan angkutan kontainer meningkat signifikan. 

“Oleh karena itu, sejak 20 Februari 2026 lalu kami meningkatkan frekuensi perjalanan pada rangkaian KA KALOG 3 dari dua kali per minggu menjadi enam kali per minggu,” kata Fahdel. 

Dengan penambahan ini, kapasitas angkut naik sekitar 67 persen dibandingkan sebelumnya, dari 1.800 TEUs per bulan menjadi 3.000 TEUs per bulan.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga keandalan layanan logistik bagi pelaku industri. “Peningkatan layanan ini bukan hanya untuk mengakomodasi kenaikan volume, tetapi juga memastikan konsistensi jadwal dan kepastian layanan bagi pelanggan,” tambah Fahdel. Tujuannya adalah menghadirkan solusi logistik yang andal, cepat, dan kompetitif.

Penyesuaian Kapasitas Layanan KALOG 3

Fahdel menjelaskan, penyesuaian kapasitas ini merupakan bagian dari strategi KAI Logistik dalam memperkuat peran moda kereta api di segmen middle mile. 

Frekuensi perjalanan yang lebih tinggi tidak hanya menambah kapasitas angkut tetapi juga memastikan jadwal pengiriman tetap konsisten. Dengan demikian, pelanggan dapat mengandalkan layanan secara lebih efisien.

Layanan KA KALOG 3 melayani rute distribusi dari Jakarta (Sungai Lagoa) menuju Surabaya (Kalimas). Dalam operasionalnya, kereta ini memiliki titik transit di Karawang (Klari) untuk mempermudah distribusi barang. 

Titik transit tersebut juga menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan pelanggan di kawasan industri Klari, pusat kegiatan industri terutama sektor FMCG.

Selain itu, KAI Logistik memastikan setiap perjalanan kereta memiliki jadwal yang teratur sehingga pengiriman barang tetap tepat waktu. 

Langkah ini juga mendukung efisiensi operasional sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan distribusi. Dengan frekuensi perjalanan yang meningkat, kapasitas angkut dapat lebih optimal menyesuaikan kebutuhan industri.

Pertumbuhan Volume Angkutan Kontainer

Data internal KAI Logistik mencatat volume angkutan kontainer sepanjang 2025 meningkat sekitar delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi nasional. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024.

Lonjakan aktivitas ekonomi ini berdampak pada meningkatnya produksi dan distribusi barang, termasuk sektor FMCG. Selain itu, transaksi di platform digital menunjukkan pertumbuhan signifikan. 

Data Compas.co.id mencatat nilai transaksi FMCG di platform digital melonjak hingga 168,7 persen pada periode 2022–2025, dari Rp 48 triliun menjadi Rp 129 triliun.

Fenomena ini mencerminkan meningkatnya pergerakan barang konsumsi melalui jalur distribusi konvensional maupun digital. Permintaan yang terus bertambah mendorong KAI Logistik untuk meningkatkan kapasitas angkut kontainer dan frekuensi perjalanan. Langkah ini memastikan aliran distribusi barang tetap lancar meskipun volume meningkat.

Distribusi Barang dan Kebutuhan Logistik

Peningkatan kapasitas angkut menjadi salah satu cara KAI Logistik mengoptimalkan distribusi barang bagi industri. 

“Dengan kapasitas angkut kontainer yang kami tingkatkan, kami berharap dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan FMCG dan industri konsumsi lainnya,” ujar Fahdel. 

Hal ini memungkinkan pengiriman barang dilakukan lebih optimal, konsisten, dan tepat waktu.

Moda kereta api dipilih sebagai alternatif transportasi logistik yang efisien antarwilayah. Kereta mampu mengangkut volume barang lebih besar dibanding kendaraan darat, sekaligus menekan biaya distribusi. 

Pemanfaatan moda rel juga mendukung penerapan konsep green logistics dengan menurunkan emisi karbon serta mengurangi kepadatan lalu lintas jalan.

KAI Logistik berkomitmen untuk mendukung pengembangan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. 

Peningkatan kapasitas dan frekuensi perjalanan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan logistik modern. Dengan pendekatan ini, industri FMCG dan manufaktur dapat mengandalkan distribusi barang lebih cepat dan andal.

Strategi Layanan Andal dan Berkelanjutan

Fahdel menekankan, strategi KAI Logistik tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas tetapi juga kualitas layanan. “Kami ingin menghadirkan solusi logistik yang lebih andal, cepat, dan kompetitif bagi industri,” ujarnya. Hal ini penting untuk menjamin kepuasan pelanggan dan menjaga kontinuitas rantai pasok nasional.

Penguatan layanan melalui KA KALOG 3 menunjukkan kesiapan KAI Logistik menghadapi lonjakan permintaan barang di berbagai sektor. 

Titik transit yang strategis, frekuensi perjalanan yang tinggi, dan kapasitas angkut yang meningkat menjadi bagian dari layanan unggulan perusahaan. Semua ini dirancang untuk menghadirkan efisiensi maksimal bagi pengiriman barang konsumsi nasional.

Dengan penyesuaian kapasitas yang dilakukan, KAI Logistik membuktikan peran pentingnya dalam mendukung distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan angkutan berbasis rel menjadi salah satu kunci keberhasilan logistik nasional. 

KAI Logistik tetap berkomitmen menghadirkan transportasi logistik yang cepat, andal, dan berkelanjutan bagi industri di Indonesia.

Terkini