JAKARTA - Menjaga asupan nutrisi selama masa kehamilan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap wanita.
Tidak hanya untuk kesehatan diri sendiri, tetapi juga demi mendukung tumbuh kembang janin secara optimal. Dalam kondisi ini, pemilihan makanan tidak bisa dilakukan sembarangan, karena setiap asupan akan memberikan dampak langsung bagi tubuh.
Kurma merupakan salah satu buah yang mengandung segudang manfaat. Bahkan, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi buah ini.
Saat wanita hamil, mereka mulai menginginkan makanan tertentu. Terkadang mereka mungkin terbangun di tengah malam dan meminta es krim. Di waktu lain, mereka akan merasa ingin makan cokelat.
Ibu hamil bisa memuaskan keinginan makan manis dengan mengonsumsi kurma yang menyehatkan dan memiliki manfaat. Untuk studi tahun 2011 yang diterbitkan di Perpustakaan Kedokteran Nasional AS, 154 wanita berpartisipasi. Sementara 77 dari mereka memakan kurma di akhir kehamilan, 77 sisanya tidak.
Ditemukan bahwa wanita yang memakan kurma memiliki kebutuhan yang jauh lebih sedikit untuk intervensi medis dalam hal menginduksi persalinan dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi buah manis tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kurma memiliki potensi manfaat yang signifikan bagi ibu hamil.
Kurma kaya akan gula, tetapi juga memiliki banyak zat gizi mikro seperti kalium, mangan, magnesium, dan tembaga. Kurma juga mengandung antioksidan yang sangat tinggi seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik, sehingga menyehatkan.
Dengan kandungan tersebut, kurma tidak hanya menjadi camilan manis, tetapi juga sumber nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan selama kehamilan. Berikut beberapa manfaat kurma yang perlu diketahui.
Memberikan energi instan
Ibu hamil cenderung merasa lelah dan lemas. Hal ini karena selama kehamilan, terjadi peningkatan beban pada sistem kardiovaskular dan ginjal hingga 40 persen. Penambahan berat badan dan perubahan gravitasi serta tekanan pada tulang belakang lumbar menyebabkan rasa lelah.
Jadi, mengonsumsi kurma bisa membantu memberikan energi. Kandungan gula alami dalam kurma mudah diserap oleh tubuh sehingga dapat memberikan tambahan energi dengan cepat. Hal ini sangat membantu ibu hamil yang sering merasa kelelahan saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Meredakan sembelit
Kandungan serat yang tinggi pada kurma bisa membantu meredakan sembelit, yang terjadi pada banyak wanita selama kehamilan. Selama kehamilan, aktivitas fisik berkurang. Kadar progesteron, yang mengatur menstruasi dan mendukung kehamilan, sangat tinggi.
Mual menyebabkan berkurangnya asupan makanan dan air. Semua ini menyebabkan sembelit, jadi mengonsumsi kurma bisa bermanfaat. Dengan konsumsi rutin, sistem pencernaan menjadi lebih lancar dan rasa tidak nyaman dapat berkurang.
Mencegah anemia
Kaya akan zat besi, kurma bisa mencegah atau memperbaiki anemia defisiensi besi. Selama kehamilan, volume darah mengembang lebih banyak daripada sel darah merah. Penyerapan zat besi rendah, sehingga menyebabkan anemia.
Dengan mengonsumsi kurma, kebutuhan zat besi dapat terpenuhi sehingga membantu produksi hemoglobin. Hal ini penting untuk memastikan distribusi oksigen ke seluruh tubuh tetap optimal, baik bagi ibu maupun janin.
Meningkatkan kesehatan tulang
Mikronutrien seperti selenium, magnesium, dan mangan yang ada dalam kurma bisa membantu meningkatkan kesehatan tulang dengan mengurangi kemungkinan osteoporosis, yang dikeluhkan banyak wanita.
Selama kehamilan, tubuh membutuhkan dukungan ekstra untuk menjaga kekuatan tulang. Dengan konsumsi kurma, kebutuhan nutrisi untuk tulang dapat terpenuhi sehingga membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Mengurangi rambut rontok
Beberapa wanita mengalami rambut rontok selama kehamilan. Karena kandungan zat besi yang tinggi dan khasiatnya untuk meningkatkan aliran darah ke kulit kepala dan rambut, kurma bisa bermanfaat bagi rambut Anda.
Dengan aliran darah yang lebih baik, nutrisi dapat tersalurkan ke akar rambut sehingga membantu mengurangi kerontokan. Hal ini membuat rambut tetap sehat meskipun terjadi perubahan hormon selama kehamilan.
Selain berbagai manfaat tersebut, kurma juga diketahui dapat membantu merangsang persalinan. Oleh karena itu, wanita hamil dapat mulai mengonsumsi kurma pada bulan kesembilan atau setelah 36 minggu, yaitu sekitar empat minggu sebelum tanggal perkiraan persalinan.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi kurma tetap harus dilakukan secara bijak. Mengonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan asupan gula yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga keseimbangan dalam pola makan.
Selain itu, setiap kondisi kehamilan bisa berbeda. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi kurma secara rutin, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Pada akhirnya, kurma bisa menjadi salah satu pilihan makanan sehat yang mendukung kehamilan. Dengan kandungan nutrisi yang lengkap dan manfaat yang beragam, buah ini dapat membantu menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung perkembangan janin secara optimal.
Menjadikan kurma sebagai bagian dari pola makan sehari-hari selama kehamilan dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kebugaran tubuh. Dengan konsumsi yang tepat dan seimbang, manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal tanpa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.