Menteri Imipas Tinjau Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Warungkiara

Rabu, 10 Juni 2026 | 19:23:32 WIB
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto.

SUKABUMI - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melakukan peninjauan terhadap sarana asimilasi dan edukasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada hari Rabu.

Sarana asimilasi dan edukasi tersebut merupakan pusat pembinaan kemandirian narapidana yang berbasis pada sektor pertanian, peternakan, serta perikanan, sekaligus menjadi percontohan program ketahanan pangan di wilayah Sukabumi.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Agus turut didampingi oleh anggota Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, Bupati Sukabumi Asep Japar, Plh. Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali, serta unsur musyawarah pimpinan daerah setempat.

Menteri Agus bersama rombongan sempat memanen langsung hasil pertanian di Lapas, seperti terong ungu dan hijau. Ia juga menyempatkan berbincang dengan warga binaan yang terlibat dalam program tersebut untuk memberikan motivasi agar tetap optimis dalam menjalani kehidupan.

Menurut mantan petinggi Polri tersebut, langkah yang dilakukan Lapas Kelas IIA Warungkiara bertujuan menyukseskan 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) serta transformasi pemasyarakatan.

"Saya secara pribadi ingin mengucapkan terima kasih atas kinerja mereka. Satu, mendukung program pemerintah untuk kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan. Walaupun itu sementara masih digunakan untuk menangani kebutuhan dalam lapas dan rutan yang ada di masyarakat," kata Agus.

Ia berharap program kemandirian pangan di Lapas Warungkiara nantinya dapat berkontribusi bagi masyarakat luas melalui berbagai kegiatan ekonomi yang dijalankan.

"Harapan saya nanti kalau sudah ada keuntungan mereka bisa berbuat dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat. Mau itu memberikan sembako atau kegiatan pembangunan, pembangunan perbaikan rumah seperti yang tadi dilaksanakan. Ini adalah suatu upaya yang baik karena ya keberadaan pemasyarakatan ada di lingkungan masyarakat. Jadi harus membuat baik kepada masyarakat," ujar Agus.

Sementara itu, Plh. Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Kusnali menjelaskan bahwa Lapas Kelas IIA Warungkiara mengoptimalkan sarana asimilasi dan edukasi (SAE) bernama SAE Berkah Mandiri seluas 3,5 hektare. Fokus pengembangannya meliputi pertanian, hortikultura, peternakan ayam, domba, sapi, serta perikanan air tawar.

Melalui optimalisasi SAE Berkah Mandiri, pihaknya berupaya menyelenggarakan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, namun juga menghasilkan nilai ekonomi guna mendukung ketahanan pangan nasional serta menciptakan masyarakat binaan yang mandiri.

"Kegiatan ini dalam rangka mendukung reintegrasi sosial serta membangun citra positif pemasyarakatan di tengah masyarakat," tutur Kusnali.

Kepala Lapas Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menambahkan bahwa kawasan ketahanan pangan tersebut secara total mencakup area seluas 7 hektare. 

Lahan itu terbagi atas area peternakan dan penggemukan, lahan pertanian produktif, serta kawasan pengembangan pertanian terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti kolam budidaya dan sistem irigasi.

"Kawasan ini menjadi sarana pembinaan produktif yang memberikan keterampilan kerja kepada warga binaan sekaligus menghasilkan berbagai komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan bernilai ekonomi," ujar Kurnia.

Terkini