Loker Rp15 Juta di Malaysia Diserbu, Antrean Pelamar Capai 2 Km

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:46:02 WIB
Wawancara terbuka yang diadakan oleh perusahaan semikonduktor asal Jerman, Infineon Technologies.

JAKARTA — Sebuah lowongan pekerjaan dengan gaji awal mencapai 3.500 ringgit atau sekitar Rp15 juta per bulan (kurs Rp4.306) menarik perhatian lebih dari 1.000 pelamar. 

Fenomena ini memicu antrean yang membentang hampir sepanjang 2 kilometer di Malaka, Malaysia.

Menurut laporan The Straits Times, antrean tersebut terjadi pada sesi wawancara terbuka yang diadakan oleh perusahaan semikonduktor asal Jerman, Infineon Technologies, di sebuah hotel di negara bagian Malaka pada Minggu (14/6/2026).

Perusahaan tersebut membuka sekitar 500 posisi untuk peran operator produksi dan teknisi. Besarnya antusiasme membuat banyak pelamar telah tiba di lokasi sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat.

Foto dan video yang viral di media sosial memperlihatkan antrean panjang yang mencapai jalan raya utama. Situasi ini sempat memicu kekhawatiran mengenai keselamatan para pencari kerja.

Merespons membludaknya pelamar, Infineon membagikan kode QR pada pukul 10.00 pagi agar pelamar dapat mengunggah resume secara daring dan diminta pulang. Namun, banyak pelamar memilih untuk tetap bertahan di tengah cuaca panas.

Antrean tersebut menarik perhatian Ketua Menteri Melaka Ab Rauf Yusoh dan Wali Kota Melaka Shadan Othman, yang turut turun langsung membagikan makanan serta minuman kepada para pelamar.

Shadan pun telah menemui manajemen Infineon untuk memastikan prosedur keselamatan dan kenyamanan pencari kerja.

Terkait fenomena tersebut, anggota dewan eksekutif Malaka, Ngwe Hee Sem, menegaskan bahwa hal ini bukan pertanda tingkat pengangguran tinggi, mengingat angka pengangguran di Malaka hanya sekitar 2 persen.

"Ketika sebuah perusahaan menawarkan peluang kerja yang baik dengan gaji kompetitif, tentu akan menarik banyak pencari kerja," ujar Ngwe.

Ia menilai minat tinggi pelamar lebih didorong oleh daya tarik gaji yang kompetitif dibandingkan dengan kondisi pasar tenaga kerja di wilayah tersebut.

Terkini