Susah BAB? Waspadai Gejala dan Penyebab Disfungsi Dasar Panggul

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:04:02 WIB
Illustrasi Susah BAB.

JAKARTA — Banyak orang keliru mengira bahwa kesulitan buang air besar (BAB) hanya disebabkan oleh kurangnya asupan serat.

Faktanya, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya disfungsi dasar panggul, yakni gangguan pada otot panggul yang tidak mampu bekerja optimal saat memproses pembuangan urine maupun feses.

Dasar panggul berfungsi sebagai fondasi penopang organ seperti kandung kemih, rahim, prostat, dan rektum.

Dalam kondisi normal, otot ini harus relaks saat proses buang air, namun pada penderita disfungsi, otot justru terus menegang.

Gejala disfungsi dasar panggul cukup beragam, meliputi rasa nyeri atau penuh di area vagina, sensasi adanya tonjolan, kesulitan mengosongkan kandung kemih, sering mengalami infeksi saluran kemih, kebocoran urine atau feses, hingga sembelit kronis.

Kondisi ini dapat dipicu oleh faktor genetik, usia, cedera panggul, pasca-operasi, obesitas, maupun kehamilan dan persalinan pada perempuan.

Penanganan kondisi ini sangat bergantung pada tingkat keparahan gejala. Dokter biasanya menyarankan terapi fisik atau latihan Kegel secara rutin untuk melatih ulang otot panggul agar kembali berfungsi normal.

Perubahan gaya hidup, seperti menghindari kebiasaan mengejan terlalu keras saat BAB, juga sangat dianjurkan.

Dalam kasus tertentu, dokter mungkin meresepkan obat pelemas otot atau melakukan tindakan bedah jika diperlukan.

Oleh karena itu, jangan mengabaikan keluhan susah BAB yang disertai gangguan pada kandung kemih atau vagina agar penanganan dapat dilakukan secara efektif sejak dini.

Terkini