Sistem AI PF-Lestari Dukung Pantauan Kehati Pertamina Foundation

Senin, 06 Juli 2026 | 00:30:31 WIB
Pertamina Hadirkan PF-Lestari, Pemantau Keanekaragaman Hayati AI [FOTO: NET].

JAKARTA - Pertamina Foundation menyodorkan terobosan PF-Lestari sebagai platform monitoring keanekaragaman hayati yang mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari, lewat pernyataannya di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa PF-Lestari disokong oleh teknologi AI beserta analisis spasial, dengan demikian dapat mengukur indeks kesehatan vegetasi, mengenali pergeseran tutupan lahan, sampai mengalkulasi perkiraan total pohon.

"Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG), Pertamina Foundation menghadirkan inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis AI bernama PF-Lestari," ujarnya.

Agus menyambung bahwa sistem ini turut dilengkapi fitur pemetaan presisi, yang memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk mencermati profil tutupan lahan dan topografi secara lebih mendalam.

Berkat aneka kapabilitas tersebut, PF-Lestari sanggup menyederhanakan inventarisasi digital jenis tanaman, rekam jejak perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon pada zona penanaman.

Agus pun mengimbuhkan bahwa terobosan PF-Lestari ini lahir dari kendala pengelolaan data kehati yang masih tersebar serta hambatan dalam memperoleh visualisasi kondisi aktual secara periodik.

"Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat," ujarnya.

Sejauh ini, menurut Agus, PF-Lestari sudah diterapkan pada rupa-rupa wilayah program hutan lestari yang diposisikan guna menopang pemulihan lahan kritis di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK).

Berbekal kecanggihan yang tertanam, PF-Lestari menyokong inventarisasi penanaman pohon endemik serta multi-purpose tree species (MPTS), sekaligus memperkokoh fungsi riset dan edukasi di bidang kehutanan.

PF-Lestari juga dibekali dashboard terpadu yang memfasilitasi pengelolaan data lapangan, estimasi tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate), sampai potensi cadangan karbon menjadi kian efisien, serta mekanisme evaluasi program yang lebih terukur dan akuntabel.

"Potensi PF-Lestari menghasilkan value creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal," ucap Agus.

Terobosan PF-Lestari ini pun mendapat apresiasi pada pergelaran Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 lewat pencapaian predikat Platinum untuk kategori PC-Prove.

APQ Awards yang menjelma menjadi agenda tahunan sejak 2010, menjadi ajang apresiasi terhadap pelaksanaan Quality terkhusus implementasi 4 Pilar Manajemen Kualitas di lingkungan internal Pertamina.

"Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung berhasil meraih predikat Platinum," jelasnya.

Raihan ini, sambungnya, menjadi pembuat bukti bahwa inovasi yang digarap telah memenuhi tolok ukur standar kualitas tinggi, sekaligus memicu motivasi untuk terus melahirkan inovasi demi menyokong program lingkungan yang lebih akuntabel serta berkelanjutan.

"Melalui pemanfaatan PF-Lestari, inisiatif pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dari sisi perencanaan hingga pelaporan," sebutnya.

Dokumentasi data ini, tambah Agus, juga selaras dengan Astacita menyangkut pengokohan ketahanan lingkungan, serta menopang pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Terkini