Perkuat Ekosistem Kreatif, Kemenekraf Gandeng Kemendiktisaintek

Kamis, 23 Juli 2026 | 21:35:31 WIB
Kemenekraf dan Kemendiktisaintek Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) merangkul Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) guna memperkokoh ekosistem kreatif lewat optimalisasi fungsi institusi perguruan tinggi sebagai wujud penerapan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menggarisbawahi bahwa perguruan tinggi memegang peranan krusial dalam mencetak bibit talenta unggul, menelurkan beragam inovasi, serta memacu hilirisasi produk riset agar selaras dengan tuntutan dunia industri.

“Kemendiktisaintek merupakan bagian dari Tim Koordinasi Rindekraf. Karena itu, penyelarasan program menjadi penting agar pelaksanaan rencana aksi berjalan terintegrasi dan perguruan tinggi dapat menjadi penggerak pengembangan talenta, riset, dan inovasi kreatif yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pada tahap penerapan Rindekraf ini, kedua instansi kementerian sepakat menetapkan tiga pilar utama yakni mengintensifkan riset ekonomi kreatif melalui pemanfaatan hasil penelitian langsung oleh sektor industri, menggelar forum konferensi, serta mengoptimalkan skema program matching fund.

Poin kedua mencakup penyiapan sumber daya manusia kreatif lewat perumusan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pemantapan program magang kerja, serta pengembangan modul pembelajaran ekonomi kreatif. Di samping itu, ditekankan pula perluasan payung pelindungan kekayaan intelektual melalui pendirian sentra KI di lingkungan kampus.

Di luar agenda pelaksanaan rencana aksi tersebut, kedua kementerian turut membuka peluang sinergi anyar, mulai dari penyusunan pemetaan kebutuhan riset yang relevan bagi industri, penyaluran beasiswa khusus di bidang ekonomi kreatif, hingga penguatan Konsorsium Perguruan Tinggi Ekonomi Kreatif.

Berfungsi sebagai pengokoh ekosistem, Kemenekraf turut merancang sejumlah program andalan seperti Desa Kreatif, Creative Hub, serta Creative by Indonesia. Berbagai program itu disiapkan untuk memantik kemunculan talenta kreatif berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun internasional, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengutarakan kesiapan pihaknya dalam memadukan implementasi Rindekraf ke dalam berbagai agenda kementerian. Menurut pandangannya, dunia perguruan tinggi mengemban tanggung jawab besar guna melahirkan riset serta sumber daya manusia mumpuni yang diperlukan oleh industri kreatif.

“Kemendiktisaintek siap berkomitmen penuh mengimplementasikan Rindekraf 2026–2045 melalui penguatan riset, pengembangan pendidikan, dan fasilitasi pelindungan KI. Kami melihat ini sangat prospektif; kami akan sinergikan ke dalam program kami," kata Brian.

Kerja sama strategis ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian persiapan menjelang penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, yang diandalkan mampu menjadi momentum emas dalam meneguhkan posisi Indonesia sebagai salah satu poros ekonomi kreatif global melalui kontribusi nyata di bidang riset, inovasi, serta perumusan kebijakan berbasis bukti.

Terkini