Usai Putus Kontrak dengan GoTo, TAXI Lirik Taksi Listrik Green SM

Kamis, 23 Juli 2026 | 01:27:31 WIB
TAXI Express Jajaki Kerja Sama dengan Taksi Listrik Green SM [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Express Trasindo Utama Tbk. (TAXI) saat ini tengah menginisiasi proses penjajakan peluang kemitraan strategis bersama perusahaan operator layanan taksi listrik terkemuka asal Vietnam, yakni Xanh SM, yang mengusung brand komersial Green and Smart Mobility (Green SM).

Pihak manajemen TAXI dalam dokumen keterbukaan informasi publik mengonfirmasi bahwa perseroan telah resmi merampungkan masa kerja samanya dengan PT Rekan Anak Bangsa, yang merupakan salah satu entitas lini usaha di bawah naungan Grup GoTo, tepatnya pada tanggal 2 Juli 2026 yang lalu.

“Perseroan saat ini masih berada pada tahap pembahasan awal terkait potensi kerja sama dengan Xanh SM. Pembahasan yang berlangsung masih bersifat penjajakan untuk mempelajari model bisnis yang diterapkan,” ujar manajemen TAXI dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (23/7/2026).

Sebagai catatan, entitas bisnis transportasi Xanh SM sendiri telah resmi melakukan ekspansi pasar ke Indonesia dengan memperkenalkan merek Green and Smart Mobility (GSM) pada penghujung tahun 2024 silam.

Baca Juga : GoTo Akhiri Kontrak dengan Taksi Express (TAXI)

Mengingat proses perundingan ini masih berada pada fase awal penjajakan, pihak manajemen menegaskan bahwa pihaknya belum dapat membeberkan secara detail mengenai bentuk konkrit maupun mekanisme implementasi dari rencana kerja sama tersebut kepada publik luas.

“Apabila di kemudian hari terdapat perkembangan yang bersifat material dan memenuhi ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku, perseroan akan menyampaikannya kepada publik,” tulisnya.

Lebih lanjut, putusnya kontrak kemitraan bersama Grup GoTo tersebut berimbas langsung pada pengurangan jumlah total armada unit operasional TAXI yang menyusut hingga kisaran 30 persen.

Kendati demikian, pihak manajemen menjelaskan bahwa pengakhiran kerja sama tersebut sama sekali tidak dilatarbelakangi oleh adanya unsur tindakan wanprestasi dari salah satu belah pihak, melainkan murni karena masa berlaku hubungan kerja sama telah habis sesuai dengan klausul kesepakatan awal yang disetujui bersama.

Berakhirnya kontrak strategis ini praktis menghadirkan tantangan tersendiri bagi pihak manajemen Express di tengah upaya keras perseroan untuk menggenjot tingkat utilisasi armada serta memperluas diversifikasi sumber aliran pendapatan lewat penciptaan sinergi baru bersama pelbagai mitra bisnis potensial.

“Terkait rencana pembiayaan, perseroan menggunakan fasilitas pembiayaan dari lembaga pembiayaan (leasing) untuk pengadaan kendaraan operasional. Kewajiban pembayaran angsuran kepada leasing dilakukan setiap bulan, dengan sumber pembayaran berasal dari setoran operasional yang diterima perseroan dari para pengemudi (driver) sesuai dengan skema kerja sama yang berlaku,” ujar manajemen.

Jika ditarik garis besar menilik performa fundamental keuangan perseroan, kinerja TAXI menunjukkan tren perbaikan yang positif sepanjang periode kuartal I/2026.

Angka perolehan pendapatan usaha tercatat melesat naik hingga menyentuh level Rp2,26 miliar, meningkat signifikan apabila dibandingkan dengan capaian pada kuartal I/2025 yang hanya membukukan angka sebesar Rp668,09 juta. 

Sejalan dengan hal tersebut, besaran angka kerugian bersih perusahaan juga terpantau berhasil ditekan menyusut menjadi Rp322,59 juta dari posisi sebelumnya yang sempat mendera di angka Rp1,93 miliar.

Terkini