ACES Catatkan Pertumbuhan SSSG 2,2% dan Buka 20 Gerai Baru di Semester I

Kamis, 23 Juli 2026 | 01:46:31 WIB
Aspirasi Hidup (ACES) Cetak SSSG Tumbuh 2,2% Semester I/2026, Ekspansi 20 Gerai [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) membukukan rapor pertumbuhan kinerja same store sales growth (SSSG) sebesar 2,2 persen secara tahunan hingga paruh pertama semester I/2026.

Head of Corporate Communications & Sustainability ACES Melinda Pudjo mengungkapkan bahwa pertumbuhan angka SSSG secara nasional pada semester pertama tahun 2026 ini utamanya ditopang oleh performa penjualan yang solid dari wilayah Jakarta dan Pulau Jawa.

“Pada periode semester I/2026, SSSG ACES tercatat tumbuh 2,2% secara tahunan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Jika dibedah secara regional, paparnya lebih lanjut, torehan SSSG di kawasan Jakarta berhasil mencatatkan rekor pertumbuhan paling tinggi yakni di level 4,4 persen, yang kemudian disusul oleh wilayah Jawa di luar Jakarta dengan capaian sebesar 3,0 persen. Sementara itu, performa wilayah di luar Pulau Jawa terpantau mencatatkan pertumbuhan yang cenderung lebih terbatas, yakni di angka 0,3 persen saja.

Baca Juga : Pilah-pilih Saham Ritel-Konsumer MAPI, AMRT, ACES Cs Semester II/2026

Dengan mengantongi pencapaian tersebut, posisi angka SSSG ACES hingga berakhirnya periode Semester I/2026 ini dipastikan masih berada secara aman di dalam rentang koridor target tahunan perseroan yang dipatok pada kisaran 2 hingga 4 persen.

Demi mengamankan tren pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hingga penghujung tahun nanti, emiten ritel terkemuka pemilik jenama Azko ini bakal mengandalkan strategi optimalisasi pada kategori produk-produk yang dinilai paling relevan dengan kebutuhan konsumen, serta menggenjot berbagai program promosi menarik guna mempertahankan level konversi penjualan yang optimal.

Di samping itu, pihak manajemen perseroan juga kian memperkuat strategi pendekatan omnichannel dengan cara mengintegrasikan secara mulus antara kanal penjualan online maupun offline.

Langkah strategis tersebut difokuskan untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang jauh lebih praktis dan tanpa hambatan (seamless), sekaligus memperluas aksesibilitas pelanggan terhadap berbagai lini produk serta solusi inovatif yang ditawarkan.

“Kami akan mengoptimalkan kategori produk yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, menjaga conversion rate melalui program promosi yang menarik, serta meningkatkan shopping experience melalui strategi omnichannel,” ujar Melinda.

Faktor momentum musiman serta peningkatan tingkat produktivitas masing-masing gerai juga akan diposisikan sebagai pilar penting dalam keseluruhan strategi korporasi guna menjaga kestabilan pertumbuhan angka penjualan pada paruh kedua tahun ini.

Baca Juga : Pertahanan Azko (ACES) Hadapi Pelemahan Rupiah dan Daya Beli

Di sisi lain, pihak ACES tetap menunjukkan komitmen penuh untuk melanjutkan ekspansi masif pada jaringan gerai ritelnya sebagai salah satu motor penggerak utama pertumbuhan bisnis jangka menengah.

Sepanjang rentang waktu enam bulan pertama tahun 2026 ini, perseroan tercatat telah sukses meresmikan pembukaan 10 unit toko baru AZKO serta 10 unit toko baru NEKA.

Agenda ekspansi gerai AZKO tersebut sekaligus berhasil memperluas peta jangkauan operasional perseroan ke lima wilayah ekspansi baru, meliputi Berau di Kalimantan Timur, Pasuruan di Jawa Timur, Pekalongan di Jawa Tengah, Timika di Papua Tengah, serta Kuningan di Jawa Barat.

Sementara itu, jaringan ritel NEKA turut diperluas ekspansinya ke sejumlah daerah potensial baru, mencakup wilayah Lampung, Bogor, Palembang, Subang, Yogyakarta, serta berbagai titik daerah strategis lainnya.

Dengan demikian, akumulasi penambahan total gerai baru yang berhasil direalisasikan oleh ACES telah mencapai angka 20 gerai sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Target Ekspansi

Melinda menegaskan bahwa pihak manajemen korporasi tetap konsisten mempertahankan rencana target ekspansi sesuai dengan proyeksi awal yang telah ditetapkan pada tahun ini.

ACES secara proaktif mematok target pembukaan sekitar 25 hingga 30 gerai AZKO—yang secara khusus menyasar kawasan kota-kota berkategori tier 2 dan tier 3—serta penambahan kisaran 40 sampai 50 gerai NEKA yang tersebar di berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia.

Menurutnya, seluruh proses ekspansi bisnis ini senantiasa dieksekusi secara sangat selektif dan penuh kehati-hatian (prudent), dengan senantiasa mempertimbangkan aspek potensi serapan pasar, tingkat kebutuhan riil pelanggan, serta prospek jangka panjang di masing-masing wilayah.

“Kami melihat pasar ritel kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar,” ujarnya.

Bergeser menilik performa fundamental keuangan perusahaan, pada periode kuartal I/2026, perseroan sukses membukukan kinerja positif pada pos peningkatan penjualan bersih yang melesat naik 10,1 persen hingga menyentuh angka Rp2,35 triliun, jika dikomparasikan dengan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp2,136 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, perolehan laba tahun berjalan juga tercatat ikut mendaki tumbuh sebesar 18,3 persen ke posisi Rp163,59 miliar, melompat dari catatan pada periode sama tahun sebelumnya yang berada di level Rp138,301 miliar.

Kinerja cemerlang yang dibukukan sepanjang kuartal I/2026 ini turut terdongkrak oleh hadirnya momentum perayaan bulan suci Ramadan serta Idulfitri yang dinilai jauh lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya, yang tercermin secara langsung dari lonjakan kualitas transaksi konsumen.

Di samping itu, pihak perseroan juga terus konsisten menjalankan kedisiplinan tinggi dalam mengeksekusi seluruh strategi operasional bisnisnya.

Terkini