9 Jenis Kebaya Tradisional Nusantara di Hari Kebaya Nasional 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:42:31 WIB
Hari Kebaya Nasional 2026: Kenali 9 Jenis Kebaya Tradisional [FOTO: NET].

JAKARTA - Perayaan Hari Kebaya Nasional 2026 menjadi tonggak penting guna kembali mendalami ragam bentuk kebaya tradisional yang tumbuh subur di pelbagai penjuru wilayah Nusantara. 

Tidak hanya model Kebaya Kutubaru yang kadung digandrungi oleh khalayak ramai, bumi pertiwi ternyata menyimpan sekian banyak varian kebaya lain dengan kekhasan bentuk, corak warna, material bahan, hingga pernak-pernik hiasan yang berlainan.

Diferensiasi tersebut membuktikan bahwasanya kebaya jauh melampaui status sebagai sekadar busana adat kaum hawa Indonesia semata. Di balik tiap-tiap variannya, tersimpan identitas karakter serta jejak intervensi kultural yang sempat bersemi di tengah masyarakat.

Baca juga: 100 Ucapan Hari Kebaya Nasional 2026 Penuh Semangat buat Dibagikan ke Medsos

Lewat publikasi pada akun Instagram resmi mereka, pada hari Jumat (24/7/2026), pihak Kementerian Pariwisata mengusung semboyan bertajuk "Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia" dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional tahun 2026 ini. 

Jajaran Kementerian Pariwisata memandang kebaya sebagai segmen mahakarya warisan budaya bangsa yang memuat lembaran sejarah, nilai filosofis, serta kearifan lokal yang luhur.

Setiap daerah memiliki karakteristik kebaya masing-masing. Ada kebaya yang identik dengan kain penghubung di bagian dada, ada yang memiliki bordir warna-warni, hingga kebaya dengan potongan panjang yang menjuntai sampai lutut. Benang Takdir Wilsen Willim Artikel Kompas.id

Baca juga: Hari Kebaya Nasional 2026 Angkat Tema Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia, Ini Maknanya

Lantas, apa saja jenis kebaya tradisional yang ada di Indonesia? Ragam kebaya tradisional di Indonesia Berikut adalah beberapa jenis kebaya tradisional yang ada di Indonesia.

1. Kebaya Kutubaru Kebaya Kutubaru menempati posisi sebagai salah satu model kebaya yang paling digemari serta sangat mudah dijumpai di pasaran.

Baca juga: Makna Motif Batik Mega Mendung Khas Cirebon

Berdasarkan laporan pemberitaan Kompas.com sebelumnya, tepatnya pada Senin (22/7/2022), Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Bogor, Sitawati Ken Utami, memaparkan bahwa Kebaya Kutubaru memiliki ciri khas berupa bef.

Adapun bef sendiri merupakan secarik kain bergeometri kotak yang berfungsi menyatukan lipatan sisi kiri dan kanan kebaya pada area dada.

"Kebetulan ibu saya penjahit dan kotak yang ada di kebaya ini itu namanya bef. Bagian bef ini yang identik dengan Kebaya Kutubaru," ujar Sitawati dalam acara Remaja Berkebaya dan Berkain Nusantara di Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2024).

Merujuk catatan kantor berita Antara, Kamis (24/7/2025), Kebaya Kutubaru diidentifikasikan sebagai busana tradisional khas Jawa yang lazim dipadupadankan dengan balutan kain batik.

Baca juga: 10 Warna Kebaya Ini Bikin Kulit Sawo Matang Kelihatan Lebih Cerah

2. Kebaya Kartini Lihat Foto Gusti Sura tampil elegan di Kirab 1 Suro 2026 dengan kebaya hitam, batik klasik, sanggul Jawa, dan makeup natural yang anggun. 

Hari Kebaya Nasional 2026 menjadi momentum untuk mengenal sembilan jenis kebaya tradisional yang memiliki ciri khas dan latar budaya berbeda dari berbagai daerah di Indonesia.(dok. Kompas.com/Ida Setya)

Sesuai dengan tersematnya nama pada sebutannya, Kebaya Kartini erat diasosiasikan dengan figur pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini. Sitawati menerangkan bahwa rancangan kebaya ini mempunyai ciri pembeda terletak pada bagian muka yang tampak jauh lebih tertutup. 

Kedua sisi lipatan kain di bagian kiri dan kanan saling ditangkupkan secara rapat sehingga tidak memerlukan tambahan bef layaknya model Kutubaru.

"R.A. Kartini itu belajar mengaji di rumahnya, orang tuanya yang mengundang guru ngaji. Ternyata kebayanya itu diminta untuk lebih tertutup, jadi bagian kiri dan kanannya itu ditangkupkan," kata Sitawati.

Garis potongan kebaya tersebut memancarkan aura kesopanan yang lebih rapat, utamanya pada area dada pemakainya.

Baca juga: 6 Tips Mix and Match Warna Kain dan Kebaya agar Terlihat Ramping

3. Kebaya Encim Wujud nyata dari proses peleburan budaya di Tanah Air tercermin secara jelas melalui kehadiran Kebaya Encim. 

Berdasarkan pandangan Sitawati, eksistensi Kebaya Encim bermula dari penetrasi kultural masyarakat etnis Tionghoa yang bermukim di Indonesia, yang kemudian menjelma menjadi bagian dari corak hidup peranakan hasil perkawinan silang antara kaum pribumi dengan keturunan Tionghoa.

Varian busana ini sangat identik dengan semarak warna-warna cerah serta hiasan sulaman bordir yang meriah. Kebaya Encim kerap pula disapa dengan sebutan alternatif berupa Kebaya Peranakan, Kebaya Nyonya, ataupun Kebaya Kerancang.

Baca juga: Makna Naga dan Burung Hong di Glodok, Tak Cuma Mural Estetik

"Mereka sukanya warna-warna yang cerah dengan bordir. Jadi, pengaruh Tionghoa, dan dulu disebutnya pribumi ya. Nah, kekhasannya adalah ramai bordir-bordir warna-warni seperti ini," jelas Sitawati.

Lebih lanjut, status Kebaya Encim diakui sebagai pusaka budaya hasil alkuturasi masyarakat Betawi dengan komunitas Tionghoa peranakan. 

Ciri fisik penyertanya tampak dari pemakaian material kain yang tembus pandang seperti jenis voile atau organdi, dihiasi detail sulaman kerancang bertekstur halus bernuansa terang.

Baca juga: Tips Mix and Match Kebaya Encim, Warna Kontras Bikin Lebih Hidup

4. Kebaya Noni Di luar pengaruh etnis Tionghoa, laju evolusi kebaya turut menerima sentuhan corak budaya dari bangsa asing lainnya. Sitawati menguraikan bahwa kebaya sempat merajai tren tata busana tatkala kaum hawa keturunan Belanda di Indonesia turut menggemarinya.

Karakteristik Kebaya Noni sangat kuat pada dominasi warna putih bersih serta pengaplikasian aksen renda yang dijahit melingkari tepian kebaya. Untaian renda tersebut memancarkan kesan estetika yang mewah nan berkelas tinggi.

Baca juga: Intip Taman Indonesia Terbesar di Perancis, Jardin Indonésien-I Ketut Wirta

"Kalau dulu, rendanya itu mewah, bahan dasarnya pun mewah ya. Jadi, orang-orang Belanda kan pasti pengen berkebaya juga, dan kelasnya mereka pengen tinggi lah ya," ujar Sitawati.

5. Kebaya Sunda Kekhasan utama yang dimiliki oleh Kebaya Sunda terletak pada rancangan garis lehernya yang secara umum tidak menyematkan komponen kerah. 

Sitawati mengemukakan bahwa bentuk lingkar leher Kebaya Sunda bisa berupa potongan huruf V, U, ataupun menyerupai segi lima. Bagian leher berdesain khusus tersebut lazim diistilahkan sebagai Surawe.

Baca juga: Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo: Ini Alasan Pemilihannya dan Solusi Disdukcapil

"Jadi, Kebaya Sunda itu nggak pakai kerah, biasanya bagian lehernya itu berbentuk V, U, atau segi lima. Tapi sekarang ada yang pakai kerah sedikit di belakang, ada juga yang enggak pakai," jelasnya.

Di samping itu, struktur potongan Kebaya Sunda cenderung pas badan atau ramping, serta sering kali diandalkan sebagai busana utama dalam upacara perkawinan adat maupun pelbagai festival kebudayaan daerah.

6. Kebaya Labuh Busana tradisional berjenis Kebaya Labuh merupakan salah satu warisan leluhur yang berakar dari wilayah Riau.

Baca juga: Candra Naya di Glodok, Rumah Keluarga Tionghoa Kaya Zaman Batavia

Ciri fisik yang paling menonjol dari model ini adalah potongan kainnya yang dibuat panjang menjuntai hingga melewati garis lutut pemakainya. Sitawati menyebutkan bahwa material dasar pembuatan Kebaya Labuh umumnya mempergunakan jenis kain songket yang memantulkan kilau elegan.

"Kebaya Labuh ini menjadi Warisan budaya Tak Benda Indonesia, selain Kebaya Encim atau kerancang tadi. Ciri khasnya kebaya ini itu panjang, kurang lebih sampai lutut," tutur Sitawati.

Rancang bangun Kebaya Labuh menyerupai bentuk baju tunik panjang yang biasa dikenakan dalam pelbagai upacara adat warga masyarakat suku Melayu.

Baca juga: 5 Rekomendasi Kebaya Plus Size yang Nyaman dan Tetap Anggun

7. Kebaya Bali Lihat Foto Kebaya Bali. Hari Kebaya Nasional 2026 menjadi momentum untuk mengenal sembilan jenis kebaya tradisional yang memiliki ciri khas dan latar budaya berbeda dari berbagai daerah di Indonesia.

Nuansa visual yang ditampilkan oleh Kebaya Bali mempunyai perbedaan yang cukup kontras jika dibandingkan dengan varian kebaya daerah lainnya. Model busana ini umumnya dipakai tatkala umat Hindu setempat hendak menunaikan ibadah persembahyangan suci di Pura.

Kebaya Bali lekat dengan pilihan warna-warna cerah menyala, sebut saja warna putih suci, kuning terang, ataupun rona merah muda. 

Dalam tataran praktis penggunaannya, Kebaya Bali biasa dikombinasikan bersama bawahan berupa kain kamen atau lilitan kain tradisional yang dilengkapi lilitan selendang atau senteng pada lingkar pinggang.

Baca juga: Tampil Anggun Tanpa Ribet? Ini 4 Kebaya Modern yang Cocok untuk Daily Wear

8. Kebaya Rancongan Madura Bergeser ke kawasan pulau Madura, dijumpai eksistensi Kebaya Rancongan yang mempunyai ciri fisik khas berupa potongan kain yang jauh lebih ketat melekat di badan ketimbang model kebaya pada umumnya. Potongan bagian leher Kebaya Rancongan tergolong rendah, dipadu bersama pilihan warna-warna terang yang saling berbenturan kontras.

Siluet potongan kebaya ini dikenal sangat pas badan atau ngepes dengan ukuran panjang kain yang hanya menggantung sebatas area sekitar pinggang.

Baca juga: Mengintip Bisnis Kostum Karnaval BEC 2026, dari Modal Jutaan Rupiah hingga Dilirik Miss Universe

Biasanya, busana ini kian dipercantik lewat sematan perhiasan tradisional pendukung semisal kalung emas serta gelang tangan.

9. Kebaya Labuh Riau Di samping popularitasnya sebagai pakaian adat universal asal Riau, varian Kebaya Labuh Riau juga memuat identitas historis yang diakui sebagai peninggalan era kekuasaan Kesultanan Melayu Riau.

Karakteristik fisik Kebaya Labuh Riau dicirikan melalui potongan longgar serta ukuran panjang menjuntai secara anggun hingga menutupi batas lutut. Siluet longgar inilah yang berfungsi sebagai pembeda utama antara Kebaya Labuh dengan rumpun jenis kebaya lain yang berpotongan lebih pendek ataupun berukuran ketat badan.

Baca juga: Di Acara Kebaya Bercerita, Titiek Soeharto Kenang Sosok Bu Tien yang Senang Berkebaya

Mengenal kebaya, keberagaman budaya Indonesia Sekian banyak variasi kebaya di atas secara nyata memvisualisasikan bagaimana satu rumpun rancangan busana mampu bermutasi melahirkan karakter unik yang berlainan di tiap-tiap daerah. 

Eksistensi model Kutubaru dan Kartini menonjolkan keunikan pada sektor bentukan bagian muka, sementara Kebaya Encim merekam jejak pengaruh peradaban Tionghoa peranakan.

Di sisi lain, Kebaya Noni merepresentasikan andil kaum pendatang kolonial Belanda dalam lintasan sejarah perkembangan kebaya di Nusantara. Pada teritori wilayah lainnya, model Kebaya Sunda, Kebaya Bali, Kebaya Rancongan, hingga Kebaya Labuh hadir membawa identitas estetika yang selaras dengan adat istiadat lokal setempat.

Baca juga: Brand Fashion Asal Solo Ini Bikin Label Bergambar Wajah Penjahit, Apresiasi di Balik Setiap Jahitan

Semua narasi tersebut berpijak seirama dengan nafas tema peringatan Hari Kebaya Nasional 2026, yakni "Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia". Lewat momentum perhelatan Hari Kebaya Nasional 2026 ini, khazanah kekayaan ragam kebaya diharapkan mampu diperkenalkan kembali secara luas kepada segenap lapisan masyarakat, khususnya generasi muda mudi penerus bangsa.

Upaya mengenali seluk-beluk jenis serta karakter masing-masing model kebaya merupakan esensi penting dari misi merawat warisan peradaban Indonesia. 

Dengan demikian, kebaya tidak sekadar berhenti sebagai simbol perayaan seremonial belaka, melainkan menjelma menjadi pengingat abadi agar kami senantiasa menjaga serta melestarikan pusaka budaya yang terus tumbuh melintasi batas generasi.

Terkini