Panduan Lengkap Ojol Ajukan KUR Rp100 Juta - Rp500 Juta

Senin, 27 Juli 2026 | 20:58:01 WIB
Syarat dan Cara Ojol Ajukan KUR Rp100 Juta hingga Rp500 Juta [FOTO: NET].

JAKARTA - Kalangan pengemudi ojek online (ojol) kini memperoleh kesempatan untuk mengajukan pembiayaan modal kerja berupa kredit usaha rakyat (KUR) seiring dengan pemberlakuan kebijakan baru dari Kementerian UMKM pada bulan Juli 2026. 

Negara secara resmi mengklasifikasikan pengemudi ojol sebagai bagian dari pelaku usaha mikro di sektor transportasi berbasis digital, sehingga mereka memiliki hak setara dengan UMKM lainnya untuk mengakses fasilitas pembiayaan bersubsidi KUR.

Kebijakan tersebut sekaligus dirancang untuk memfasilitasi diversifikasi pendapatan para pengemudi agar mereka mempunyai modal mandiri guna merintis maupun mengembangkan usaha alternatif di luar profesi berkendaranya.

Agar fasilitas pembiayaan bersubsidi ini tepat sasaran, pihak bank penyalur telah menetapkan sejumlah kriteria spesifik bagi para mitra pengemudi guna memastikan tingkat kemampuan bayar serta kelayakan pemohon.

Empat Kriteria Driver Ojol yang Bisa Mengajukan KUR

Secara teknis, terdapat empat kriteria utama pemohon KUR dari kalangan driver ojol, berikut penjelasannya:

Status Kemitraan: Terdaftar dan berstatus aktif sebagai pengemudi pada platform aplikator (seperti Gojek, Grab, Maxim, atau penyedia jasa sejenis) paling singkat selama 6 bulan berturut-turut.

Identitas Diri: Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan ketersediaan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Rekam Jejak Kredit: Wajib memiliki riwayat pinjaman yang bersih pada Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK), serta tidak dalam posisi memiliki tunggakan atau pinjaman produktif aktif di perbankan lain.

Relaksasi Legalitas: Pada tahap awal transisi aturan per Juli 2026, pemerintah memberikan kemudahan dengan tidak memprioritaskan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai syarat mutlak, guna mempercepat proses pengajuan.

Daftar Dokumen yang Dibutuhkan

Kemudian terdapat sejumlah dokumen yang dibutuhkan pengemudi ojol untuk mengajukan KUR. Berikut daftarnya:

Fotokopi e-KTP pemohon beserta KTP pasangan (apabila sudah menikah).

Fotokopi Kartu Keluarga (KK) serta Akta atau Buku Nikah.

Bukti penghasilan digital berupa cetakan (print out) riwayat transaksi harian atau laporan saldo pada akun aplikasi ojol dalam jangka kurun waktu 6 bulan terakhir. Dokumen digital ini bertindak sebagai pengganti pembukuan manual atau slip gaji konvensional.

Surat Keterangan Usaha (SKU) yang diterbitkan oleh pemerintah kelurahan atau desa setempat.

Cara Pengajuan KUR untuk Ojol

Besaran Plafon KUR

Mengenai besaran fasilitas kredit yang disediakan, pemerintah membagi plafon pinjaman KUR bagi pengemudi transportasi online menjadi dua tingkatan utama berdasarkan nilai fasilitas dan keberadaan jaminan:

Plafon Pinjaman hingga Rp100 Juta: Fasilitas ini diberikan penuh tanpa persyaratan agunan atau jaminan tambahan. Pihak bank menjadikan profil kelayakan transaksi dan konsistensi pendapatan digital driver pada aplikasi sebagai jaminan utama kredit.

Plafon Pinjaman Rp100 Juta – Rp500 Juta: Fasilitas dengan skema plafon besar ini menyaratkan adanya jaminan tambahan. Bentuk, kriteria, serta besaran nilai jaminan tersebut disesuaikan penuh dengan kebijakan teknis perbankan penyalur.

Alur Pengajuan KUR

Para pengemudi ojol yang memenuhi kriteria kelayakan dapat memilih dua mekanisme pengajuan yaitu secara tatap muka (offline) maupun secara daring (online) lewat situs resmi bank penyalur seperti BRI, Mandiri, atau BNI.

Mekanisme Pengajuan Offline:

Pengemudi mendatangi kantor cabang Bank Penyalur KUR terdekat dengan membawa seluruh berkas persyaratan fisik.

Pemohon menemui petugas Customer Service atau bagian unit kredit mikro, lalu menyampaikan tujuan pengajuan KUR Khusus Klasterisasi Transportasi Online.

Pemohon mengisi formulir permohonan pinjaman sesuai panduan petugas secara cermat.

Mekanisme Pengajuan Online:

Pemohon mengakses portal pengajuan KUR resmi perbankan yang dituju (misalnya laman resmi KUR BRI).

Pemohon membuat atau mendaftarkan akun menggunakan alamat pos-el (email) aktif, lalu memilih skema "Ajukan Pinjaman".

Pemohon mengisi data identitas, informasi pendapatan, serta mengunggah (upload) berkas digital yang mencakup e-KTP, KK, serta tangkapan layar (screenshot) laporan pendapatan dari aplikasi ojol.

Setelah berkas terkirim, perbankan akan menjalankan tahap verifikasi dan analisis kelayakan keuangan. Karena pengemudi bernaung di bawah ekosistem aplikator, tim penilai bank akan menganalisis tren performa serta histori riwayat transaksi harian calon debitur langsung melalui sistem digital mitra pengemudi.

Jika seluruh proses verifikasi lapangan dan kelayakan dinilai memenuhi standar risiko bank, calon debitur akan diundang untuk melakukan penandatanganan akad kredit sebelum dana fasilitas pinjaman ditransfer langsung ke rekening pemohon.

Terkini