Aksi Serentak, Pemprov DKI Tanam 24.310 Bibit Mangrove Pesisir

Senin, 27 Juli 2026 | 22:15:31 WIB
Pemprov DKI Tanam 24.310 Mangrove di Lima Kawasan Pesisir [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar aksi penanaman sebanyak 24.310 bibit pohon mangrove secara serentak yang disebar di lima titik kawasan pesisir.

 Pelaksanaan program ini diselenggarakan dalam rangka memperingati momen Hari Mangrove Sedunia, sekaligus bertujuan untuk memperluas cakupan ruang terbuka hijau, merehabilitasi ekosistem pesisir, serta memperkokoh sistem pertahanan wilayah pantai di Jakarta.

Agenda aksi penanaman tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno dengan menggandeng partisipasi sekitar 400 orang peserta yang berasal dari berbagai elemen, mulai dari jajaran instansi pemerintah, institusi perguruan tinggi, lembaga pendidikan sekolah, pelaku sektor dunia usaha, kelompok komunitas, hingga warga masyarakat luas.

"Hari ini kami menargetkan penanaman 24.310 bibit mangrove dengan melibatkan sekitar 400 peserta," ujarnya di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (26/7/2026).

JAKARTA - Proses penanaman bibit tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis, meliputi area Hutan Produksi Angke Kapuk, Pos 2 Hutan Lindung Angke Kapuk, kawasan Ecomarine Muara Angke, zona KOMMA, serta wilayah sekitar Pelabuhan PT KCN. Di samping itu, rangkaian kegiatan ini juga menjadi bagian integral dari semarak menyambut perayaan 500 Tahun Kota Jakarta.

Berdasarkan pandangan Rano, upaya pemulihan ekosistem kawasan pesisir amat bergantung pada sinergi dan keterlibatan aktif dari multisektor.

 Kolaborasi lintas elemen dipandang mutlak agar gerakan penanaman mangrove ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial belaka, melainkan terus berlanjut secara konsisten melalui tahapan pemeliharaan serta pengawasan kawasan yang berkesinambungan.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan partisipasi pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat," tuturnya.

Terpilihnya area Hutan Produksi Angke Kapuk sebagai pusat lokasi utama kegiatan didasari oleh status lahan tersebut yang merupakan lahan baru hasil dari kompensasi kewajiban Izin Penggunaan Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 1,73 hektare yang berasal dari PT Kapuk Naga Indah. Kawasan ini ke depannya diproyeksikan untuk dikembangkan sebagai zona konservasi penghijauan pesisir.

Melalui penyelenggaraan penanaman mangrove massal ini, Pemprov DKI Jakarta menaruh harapan besar agar fungsi ekologis di sepanjang garis pantai pesisir kian tangguh, ketersediaan ruang hijau terus mengalami peningkatan, serta tingkat kepedulian publik terhadap kelestarian alam lingkungan semakin terangkat.

"Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan menanam mangrove, sehingga ruang hijau pesisir Jakarta terus bertambah dan ekosistemnya semakin lestari," pungkas Rano.

Terkini