IHSG Tertekan Harga Minyak dan Tarif AS, Uji Level 6.000-6.100

Senin, 27 Juli 2026 | 23:19:32 WIB
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Senin 27 Juli 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan menghadapi tekanan berat dalam aktivitas perdagangan hari ini menyusul penutupan yang melemah tajam pada pengujung pekan lalu.

Merujuk pada catatan data dari pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat (24/7), pergerakan IHSG ditutup terkoreksi sebesar 1,88% ke posisi level 6.196,43. Penurunan tersebut terjadi setelah sebelumnya indeks sempat merangsek naik menembus batas level psikologis di angka 6.400 secara intraday dalam pekan yang sama. 

Aksi koreksi masif ini dipicu oleh maraknya aksi ambil untung (profit taking) yang berbarengan dengan melonjaknya harga komoditas minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi tersebut langsung memicu kekhawatiran para investor terhadap potensi lonjakan inflasi tingkat global apabila konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Ditinjau berdasarkan sektoral pasar, seluruh indeks sektor terpantau kompak berada di zona merah. Tekanan pelemahan terparah dialami oleh sektor consumer cyclical yang ambles hingga 3,04%, merefleksikan semakin menebalnya kecemasan pelaku pasar terhadap proyeksi tingkat konsumsi masyarakat di tengah guncangan tekanan faktor eksternal.

Para analis dari Phintraco Sekuritas menilai bahwa seandainya konflik di Timur Tengah berlanjut tanpa kepastian, harga minyak dunia berisiko bertahan di level tinggi untuk kurun waktu yang lebih lama. Situasi makro tersebut dikhawatirkan bakal kembali memicu eskalasi inflasi global serta mengganggu sentimen psikologis di pasar keuangan.

Tekanan tambahan yang mendera IHSG juga bersumber dari kebijakan proteksionis pemerintah Amerika Serikat yang resmi memberlakukan pengenaan tambahan tarif impor sebesar 10% terhadap berbagai produk asal Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi mendongkrak tingkat ketidakpastian bagi para pelaku usaha, khususnya terkait masa depan prospek kinerja ekspor nasional.

Dari sudut pandang analisis teknikal, Phintraco Sekuritas mengamati bahwa indikator momentum penguatan IHSG mulai menunjukkan pelemahan. Mengombinasikan faktor sentimen eksternal dan sinyal teknikal tersebut, pihak Phintraco memperkirakan bahwa IHSG berpotensi besar untuk melanjutkan fase konsolidasi pada pekan depan.

"IHSG berpeluang menguji area support pada kisaran 6.000-6.100 apabila harga minyak mentah tetap bertahan di level tinggi," tulis tim dikutip, Minggu (26/7/2026).

Terkini