Pergerakan Rupiah Hari Ini: Sempat Anjlok Lalu Ditutup Menguat Tipis

Selasa, 28 Juli 2026 | 00:01:32 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.962 pada Perdagangan Selasa [FOTO: NET].

JAKARTA - Posisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah hingga menyentuh level Rp18.009 per dolar AS saat sesi penutupan perdagangan hari Senin, 27 Juli 2026. 

Mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia serta memanasnya suhu geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama koreksi rupiah tersebut. Meskipun demikian, pihak Bank Indonesia mengambil langkah untuk menahan suku bunga acuan di posisi 5,75% di tengah ekspektasi pasar yang sebelumnya memproyeksikan adanya kenaikan lanjutan.

Pergerakan nilai tukar rupiah kembali terperosok ke kisaran level Rp18.000 per dolar AS. Mengakhiri sesi perdagangan hari Senin (27/7/2026), mata uang Garuda ini mengalami depresiasi sebesar 46 poin sehingga parkir di angka Rp18.009 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengemukakan bahwa saat ini pasar menunjukkan reaksi yang cenderung pesimistis terhadap keputusan mundurnya Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Sentimen negatif tersebut diproyeksikan bakal terus membayangi dan menekan pergerakan rupiah pada perdagangan hari Selasa (28/7/2026).

Ibrahim memprediksikan bahwa nilai tukar rupiah pada hari ini berpotensi kembali ditutup melemah dengan rentang pergerakan di kisaran Rp18.010 hingga Rp18.060 per dolar AS.

"Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan gonjang-ganjing rupiah yang terus melemah akibat tensi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah antara AS dan Iran," kata Ibrahim, Senin (27/7/2026).

Selain faktor campur tangan bank sentral, sentimen pelemahan turut disumbang oleh kondisi fundamental fiskal negara. Ibrahim membeberkan bahwa posisi rasio utang Indonesia saat ini telah mendekati kisaran 40% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Di sisi lain, laporan dari Trading Economics menyebutkan bahwa kalangan analis pasar finansial sempat melayangkan peringatan ihwal mundurnya Gubernur BI secara mendadak yang berisiko memantik kekhawatiran para investor, di mana sebelumnya para pelaku pasar sudah dirundung kecemasan terhadap aspek risiko fiskal serta independensi bank sentral.

"Warjiyo, yang memulai masa jabatan lima tahun keduanya pada 2023, menghadapi tekanan yang kian besar untuk menyelaraskan kebijakan dengan agenda pertumbuhan pemerintah saat nilai tukar rupiah menyentuh rekor terendah pada bulan Juni," tulis laporan tersebut.

Bersamaan dengan penyelenggaraan Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Juli 2026, pihak BI secara resmi memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Keputusan ini melenceng dari proyeksi konsensus pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya pengetatan lanjutan menyusul akumulasi kenaikan suku bunga sebesar 100 basis poin sejak bulan Mei lalu.

"Di tingkat global, nilai tukar dolar AS melemah seiring turunnya harga minyak setelah meredanya ketegangan antara AS dan Iran, yang turut meredakan kekhawatiran terkait pasokan dan inflasi," tulisnya.

09:26 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Rp18.068

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,33% atau 59 poin ke level Rp18.068 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (28/7/2026). Di saat yang sama, indeks dolar AS turun 0,02% ke 101,51.

12:08 WIB

Rupiah Turun 0,56%

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan 0,57% menjadi Rp18.101 per dolar AS siang ini.

15:15 WIB

Rupiah Ditutup di Zona Merah

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15% atau 26,50 poin ke Rp17.962 per dolar AS pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,01% ke 101,54.

Pelaku pasar keuangan saat ini menantikan hasil Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 28-29 Juli 2026 untuk menetapkan kebijakan suku bunga.

Terkini