AHY Beberkan Strategi OMC Guna Antisipasi Karhutla Saat El Nino

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:20:31 WIB
Antisipasi Karhutla di Tengah El Nino, AHY Ungkap Ancang-ancang OMC [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memaparkan bahwa salah satu dampak dari fenomena El Nino yang wajib diwaspadai secara serius oleh pemerintah ialah ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Sebagai langkah mitigasi, pihak pemerintah telah merancang strategi penanggulangan, salah satunya melalui pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

AHY menegaskan bahwa di tengah berlangsungnya anomali iklim El Nino ini, jajaran pemerintah tidak boleh bersikap lengah mengingat tingkat intensitas fenomena tersebut berpotensi mengalami eskalasi. Berdasarkan rujukan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat tren penting yang harus segera diantisipasi sedari dini, terutama bilamana masa El Nino tersebut berhimpitan langsung dengan periode musim kemarau.

"Karena di samping isu kesiapan atau ketersediaan air bersih, juga ada isu kebakaran hutan dan lahan," ujar AHY usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kesiapan menghadapi El Nino pada Selasa (28/7/2026) di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menjabarkan lebih lanjut bahwa di sejumlah wilayah provinsi, contohnya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta beberapa daerah lainnya, kerap kali bermunculan titik-titik panas (hotspots) pada kawasan lahan gambut maupun non-gambut yang menuntut tindakan antisipasi sesegera mungkin.

Guna merespons hal tersebut, pemerintah menyiagakan satuan tugas (Satgas) yang mencakup Satgas Darat serta Satgas Udara, di samping mengoperasikan metode modifikasi cuaca dengan teknik khusus yang difungsikan untuk memadamkan titik-titik api secara cepat. 

Di sisi lain, pelaksanaan OMC ini turut ditujukan untuk memastikan volume cadangan air pada jaringan bendungan, waduk, hingga kawasan danau senantiasa berada dalam status yang aman.

"OMC ini juga sudah dilakukan selama ini tapi terus diantisipasi dengan mensimulasikan, memproyeksikan beberapa pekan atau bulan ke depan. Ini akan terus dilakukan tentu kolaborasi antar berbagai stakeholders," ujarnya.

AHY menerangkan bahwa metodologi penerapan OMC kini kian mengalami perkembangan pesat. Ia menyampaikan bahwa pihak pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan konvensional semata dalam menjalankan operasi modifikasi cuaca, melainkan turut mengkaji pemanfaatan teknologi modern mutakhir, seperti penggunaan wahana pesawat nirawak atau drone, demi mendongkrak tingkat efisiensi sekaligus efektivitas operasional di lapangan.

Sekadar informasi, El Nino merupakan sebuah fenomena alamiah yang dicirikan oleh peningkatan suhu permukaan air laut di kawasan Pasifik tropis serta terjadinya pergeseran pola hembusan angin. Gejala iklim ini berosilasi bergantian dengan fase pendinginan La Nina dalam rentang waktu setiap dua hingga tujuh tahun sekali.

Peristiwa El Nino sebelumnya tercatat melanda pada kurun 2023–2024, sementara episode terbarunya mulai terpantau berkembang sejak bulan Juni 2026 menyusul prakiraan awal dari para pakar meteorologi. Khusus bagi wilayah Indonesia, kemunculan El Nino umumnya memicu datangnya musim kemarau yang berlangsung lebih kering dan panjang sehingga mendongkrak eskalasi risiko kekeringan serta bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Apabila proyeksi terkuat fenomena El Nino dalam kurun waktu 150 tahun terakhir ini benar-benar terwujud, maka implikasinya terhadap sektor ketahanan pangan, tata kelola sumber daya air, hingga potensi ancaman bencana hidrometeorologi diprediksi bakal jauh lebih masif apabila dibandingkan dengan episode-episode sebelumnya.

Terkini