Tertekan Saham Big Caps, IHSG Melemah 0,89% ke Level 6.130,58

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:23:02 WIB
IHSG Ditutup Melemah 0,89% ke 6.130,58 Jelang Keputusan FOMC The Fed [FOTO: NET].

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa ditutup melemah menuju posisi 6.130,58 pada perdagangan hari Selasa (28/7/2026). Penurunan angka indeks tersebut dipicu oleh koreksi yang melanda sejumlah saham unggulan, di antaranya meliputi DSSA, MORA, hingga BREN.

 Di samping itu, pelemahan indeks komposit ini turut dibayangi oleh sikap para pelaku pasar keuangan yang saat ini tengah bersiap menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada rentang 28-29 Juli 2026 berkaitan dengan penentuan kebijakan tingkat suku bunga.

Merujuk pada catatan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir melemah sebesar 0,89% atau tergerus sebanyak 55,19 poin ke level 6.130,58. Indeks komposit pada sesi sebelumnya dibuka pada posisi 6.175,19 dan sempat menjejak titik tertinggi harian di level 6.199,44. 

Tercatat sebanyak 265 saham berhasil menguat, 360 saham mengalami koreksi, serta 172 saham lainnya berada dalam kondisi stagnan. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar domestik menyentuh angka Rp10.775,76 triliun.

Bergeser ke jajaran saham berkapitalisasi besar (big caps), koreksi paling dalam dibukukan oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang merosot 2,92% ke level Rp830 serta saham PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) yang mencatatkan penurunan sebesar 2,66% menjadi Rp6.400 per saham. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

(BREN) turut menjadi salah satu penekan utama indeks dengan penutupan melemah 1,44% ke posisi Rp4.100. Disusul oleh saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang mengalami koreksi 1,19% ke level Rp6.225 per saham. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. 

(TLKM) ikut ditutup melemah 1,16%, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang terkontraksi 1,14%, serta saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang turun 0,87%.

Indeks komposit atau IHSG sebelumnya sempat menutup jalannya perdagangan sesi pertama kemarin dengan parkir di area negatif. IHSG melandai tipis 0,04% atau turun ke level 6.183, selepas sempat tertekan sejak awal jam perdagangan dimulai. Tekanan terhadap IHSG sepanjang separuh hari perdagangan ini bersumber dari kelemahan saham berbobot besar, contohnya BREN yang terkoreksi 1,7% serta DSSA yang melorot 1,2%. 

Kendati demikian, laju penurunan IHSG berhasil diredam berkat dorongan penguatan dari sejumlah saham penopang (movers), di antaranya PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) yang melonjak hingga 2,4%, PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 2,3%, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang naik 1,5%.

Ditinjau dari sektor pembentuknya, sebanyak 6 dari total 11 indeks sektoral terpantau berada di zona merah. Sektor properti dan sektor kesehatan mencatatkan koreksi paling tajam. Selaras dengan pergerakan indeks komposit, mayoritas bursa saham utama di kawasan Asia juga bernasib sama dengan bergerak di zona merah hingga siang hari kemarin. Tekanan koreksi terparah melanda bursa saham Seoul (Indeks Kospi) serta bursa Tokyo (Indeks Nikkei).

Terkini