JAKARTA - Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI) merancang program liga kampus serta penyelarasan antara kompetisi tingkat amatir dan profesional sebagai mekanisme alternatif dalam membina para atlet guna kebutuhan seleksi nasional.
Ketua Umum PP KBI Ngatino menuturkan bahwa agenda yang dinamai Campus League tersebut bakal membawa atmosfer kompetisi cabang olahraga kickboxing langsung ke lingkungan perguruan tinggi, sekaligus memperluas jangkauan penjaringan bibit atlet berbakat.
“Fokus kami adalah bagaimana memajukan prestasi kickboxing Indonesia di kancah internasional,” kata Ngatino dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
Organisasi PP KBI turut memprogramkan penyelarasan sektor amatir dan profesional agar para petarung dari kedua jalur tersebut memiliki hak setara untuk masuk ke dalam sistem pembinaan tingkat nasional.
Berdasarkan keterangan Ngatino, hasil dari tiap laga profesional yang dilakoni atlet nantinya dapat diakumulasikan sebagai perolehan poin dalam tahapan seleksi nasional.
Langkah kebijakan ini diestimasikan mampu membuka peluang lebar bagi para atlet profesional agar tetap bisa berkompetisi mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang kejuaraan global.
Di samping itu, pihak PP KBI juga bakal melakukan pembenahan basis data atlet dimulai dari level pelajar agar tahapan pemantauan serta pembinaan bakat berjalan jauh lebih terstruktur.
Agenda evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pengurus di level provinsi, kabupaten/kota, hingga tataran klub atau camp pelatihan pun masuk ke dalam prioritas program kerja organisasi untuk periode masa bakti 2026–2030.
Seluruh rangkaian rancangan pembinaan atlet ini dipersiapkan secara matang guna menghadapi gelaran Pekan Olahraga Bela Diri 2026, ajang Pekan Olahraga Nasional 2028 di wilayah Nusa Tenggara Timur serta Nusa Tenggara Barat, dan pelbagai kejuaraan tingkat regional Asia maupun dunia.
Sebelumnya, Ngatino sukses terpilih secara aklamasi untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua Umum PP KBI dalam periode masa bakti 2026–2030 melalui forum musyawarah nasional yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (28/7).
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum PP KBI Sehat Damanik menyampaikan bahwa Ngatino telah merampungkan seluruh kriteria administratif pencalonan usai mengantongi dukungan resmi dari tujuh unsur pendiri serta 21 suara dari total 27 pengurus tingkat provinsi.
“Terpilihnya Pak Ngatino sudah memenuhi persyaratan penjaringan dan penyaringan ketua umum. Dalam Munas, Ngatino juga terpilih secara aklamasi,” ujar Sehat.