Kebersihan Lingkungan Jadi Syarat Utama Majukan Pariwisata Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:34:01 WIB
Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas dalam Setahun [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memasang target agar seluruh persoalan sampah di penjuru Indonesia dapat tuntas dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Berdasarkan pandangannya, kebersihan lingkungan ialah prasyarat mutlak guna mendongkrak daya saing bidang pariwisata yang selama ini berfungsi sebagai salah satu motor penggerak perekonomian negara.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prabowo sewaktu meresmikan peremajaan Stasiun Semarang Tawang yang bertempat di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026).

Kepala Negara menuturkan bahwa daya pikat utama Indonesia di mata para pelancong global bukanlah sebatas fasilitas infrastruktur, melainkan kekayaan tradisi budaya, pesona alam, serta atmosfer khas yang dipunyai masing-masing daerah.

"Tapi apa yang menarik wisatawan ke negara kami? Yang menarik adalah budaya kami, yang menarik adalah keindahan di negeri kami, yang menarik adalah suasana di negeri kami," ujar Prabowo.

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa segenap wilayah wajib menempatkan faktor kebersihan sebagai prioritas utama demi merengkuh lebih banyak kunjungan pelancong lokal maupun internasional.

"Jadi pariwisata syaratnya antara lain adalah setiap kota, setiap kabupaten, setiap kecamatan, apalagi ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten, ibu kota kecamatan harus bersih," katanya.

Prabowo menegaskan bahwa pihak pemerintah bakal menjadikan penanganan limbah sampah sebagai salah satu fokus agenda utama nasional.

"Makanya sampah menjadi prioritas kami. Dalam waktu satu tahun ini kami harus selesaikan masalah sampah di seluruh Indonesia," tegasnya.

Di samping pengelolaan sampah, Presiden turut menginstruksikan agar seluruh aliran sungai serta saluran air dibersihkan sebagai rangkaian ikhtiar menjaga mutu lingkungan sekaligus menunjang sektor pelesiran.

"Semua sungai harus bersih, semua kali harus bersih," ujarnya.

Prabowo tak lupa mengingatkan krusialnya upaya merawat kelestarian hutan serta menggalakkan penghijauan demi mempertahankan kapasitas daya dukung ekosistem lingkungan.

"Alam harus dijaga, pohon tidak boleh ditebang sembarangan. Kalau perlu kami tanam ratusan juta pohon baru," katanya.

Pernyataan tersebut menyempurnakan instruksi Presiden terkait pengembangan sektor pariwisata yang disampaikan dalam momentum yang serupa.

Sebelumnya, Prabowo menggarisbawahi bahwa kehadiran setiap wisatawan yang berkunjung ke Indonesia bakal memicu timbulnya dampak beruntun (multiplier effect) bagi sektor perekonomian, mulai dari kalangan petani, pelaku UMKM, bidang logistik, hingga industri perhotelan serta kuliner.

Sektor pariwisata sendiri tercatat memegang peranan vital sebagai salah satu penyumbang devisa negara.

Merujuk pada data Kementerian Pariwisata, Indonesia membukukan sebanyak 4,68 juta kedatangan pelancong mancanegara sepanjang rentang Januari hingga April 2026 atau mengalami lonjakan kira-kira 8,24 persen apabila dibandingkan kurun waktu setara tahun sebelumnya.

Sepanjang kuartal I/2026, devisa sektor pariwisata bahkan menyentuh angka sekitar US$4,05 miliar, dengan rata-rata tingkat belanja wisatawan asing berkisar US$1.345 untuk tiap kali kunjungan.

Lewat peningkatan kebersihan lingkungan, pelestarian alam, serta penguatan sarana prasarana, pemerintah menaruh harapan besar agar tingkat daya tarik destinasi pelesiran Indonesia semakin menanjak sehingga sanggup memikat lebih banyak turis sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di pelbagai daerah.

Terkini