Mochamad Iriawan Tinjau Terminal LPG Tanjung Sekong di Cilegon, Banten

Jumat, 31 Juli 2026 | 00:29:01 WIB
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Pasokan LPG Terminal Tanjung Sekong [FOTO: NET].

JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memberikan peninjauan langsung guna memastikan tingkat keandalan pasokan gas bumi Liquefied Petroleum Gas (LPG) di fasilitas Terminal LPG Tanjung Sekong yang berlokasi di kawasan Cilegon, Banten, di mana terminal ini memegang peranan vital dalam menyalurkan sekitar 35 hingga 40 persen dari total kebutuhan nasional.

“LPG memastikan dapur-dapur rumah tangga para ibu terus mengepul, UMKM terus berproduksi menggerakkan ekonomi lokal, dan industri nasional memiliki kepastian pasokan energi. Tanpa kerja keras di sini, denyut aktivitas ribuan masyarakat bisa terhenti,” ujar Iriawan dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Terminal LPG Tanjung Sekong berstatus sebagai salah satu Objek Vital Nasional sekaligus berfungsi sebagai pusat penyimpanan (hub) LPG dengan skala terbesar yang ada di Indonesia. Infrastruktur strategis ini memegang peranan yang sangat krusial dalam menyokong stabilitas rantai pasok energi domestik secara berkesinambungan.

Sebagai jantung utama pasokan LPG bagi publik nasional, fasilitas Terminal Tanjung Sekong tercatat mendistribusikan sekitar 35 sampai 40 persen dari keseluruhan kebutuhan LPG di Indonesia. Area jangkauan wilayah distribusinya mencakup hingga 63 kabupaten dan kota yang tersebar mulai dari provinsi Jawa Barat, wilayah Jawa Tengah, hingga merambah ke kawasan Sumatera Selatan.

Dalam lawatannya tersebut, Iriawan secara khusus memberikan penekanan pada tiga poin krusial utama yang wajib dipatuhi dan dijalankan oleh seluruh jajaran pekerja, yang diawali dengan kewajiban penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara mutlak tanpa adanya celah kompromi.

Pihaknya menginstruksikan kepada seluruh pekerja agar senantiasa mematuhi standar prosedur operasional keselamatan kerja yang ketat, serta menumbuhkan keberanian untuk menerapkan mekanisme Stop Work Authority (SWA) sebagaimana pernah ditekankan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri beberapa waktu lalu apabila mendapati adanya potensi celah bahaya di area kerja.

Selain aspek keselamatan kerja, sosok yang kerap disapa Iwan Bule ini turut mendorong pengaplikasian langkah-langkah dekarbonisasi serta integrasi pemanfaatan energi terbarukan di pusat penyimpanan tersebut. Terminal Tanjung Sekong secara khusus diarahkan untuk segera menjalin kerja sama strategis bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) guna mengeksplorasi potensi pemanfaatan energi hidrogen hijau yang bersumber dari panas bumi sebagai suplai tenaga operasional.

Poin penting ketiga yang menjadi fokus sorotan utama adalah optimalisasi digitalisasi serta peningkatan tingkat efisiensi pada sistem rantai pasok (supply chain). Pengawasan persediaan stok secara real-time serta efisiensi durasi waktu tambat (dwelling time) kapal kargo terus digenjot pengoperasiannya guna mengantisipasi serta mencegah potensi terjadinya kelangkaan distribusi pasokan di berbagai daerah sasaran.

Melalui upaya peningkatan penguasaan digitalisasi serta kesiapsiagaan operasional yang optimal, pihak Pertamina terus meneguhkan komitmennya dalam mengemban amanah besar negara untuk menjamin ketersediaan energi yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat luas.

Seluruh jajaran petugas operasional Pertamina diimbau agar terus mendedikasikan kinerjanya dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai integritas serta profesionalisme kerja.

Terkini