Bandara Bhogapuram India Bidik Pasar Indonesia untuk Rute Baru

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:04:01 WIB
GMR Bidik Indonesia untuk Perluasan Rute Bandara Bhogapuram India [FOTO: NET].

JAKARTA - GMR Airports Limited (GMR Airports) selaku salah satu operator bandara skala global menempatkan Indonesia sebagai prioritas utama dalam perluasan rute penerbangan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju (Bandara Bhogapuram) yang terletak di Bhogapuram, Provinsi Andhra Pradesh, India.

Indonesia dipandang sebagai pangsa pasar yang potensial bagi GMR Airports guna memantapkan keterhubungan jalur penerbangan antara India dan kawasan Asia Tenggara, di samping membuka jalur terbang langsung menuju berbagai tujuan global.

“Jadi, visi kami adalah daripada harus transit melalui hub lain, kami ingin menghadirkan konektivitas langsung. Jadi, kami ingin menjadikan bandara ini (Bandara Bhogapuram) sebagai sebuah hub,” kata Executive Director and Chief Innovation Officer GMR Airports, SGK Kishore di Visakhapatnam, India, Sabtu.

Perluasan berbagai rute anyar tersebut merupakan bagian dari target bisnis perusahaan guna memposisikan Bandara Bhogapuram sebagai pusat transit penerbangan anyar di pesisir timur India.

Kishore menjelaskan bahwa keterhubungan rute bersama Indonesia memegang peranan krusial mengingat letak Bandara Bhogapuram yang berada di kawasan pesisir timur India memiliki letak strategis guna menyambungkan India dengan Asia Tenggara, Timur Tengah, sampai Eropa.

Melalui letak geografis tersebut, Kishore menaruh harapan agar kawasan Bhogapuram mampu bertumbuh menjadi sentra aviasi yang memungkinkan para pelancong asal India menuju aneka destinasi internasional tanpa harus transit.

Di samping Indonesia, GMR Airports turut mengincar Vietnam, Filipina, serta Yunani sebagai wilayah potensial bagi ekspansi jalur penerbangan luar negeri. Oleh karena itu, GMR Airports saat ini tengah melakukan penjajakan dengan bermacam maskapai penerbangan lokal maupun mancanegara, mencakup Air India dan IndiGo, guna merintis layanan terbang langsung bagi penumpang maupun logistik kargo.

Sebagai informasi, Bandara Bhogapuram sendiri telah diresmikan oleh Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada hari Sabtu waktu setempat (1/8).

Fasilitas penerbangan ini dibangun dengan menggelontorkan dana melampaui 56,4 miliar rupee atau setara kurang lebih 591 juta dolar AS oleh GMR Visakhapatnam International Airport Limited lewat mekanisme kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Pada fase awal operasionalnya, Bandara Bhogapuram dipatok mampu menampung hingga enam juta pelancong per tahun. Daya tampung tersebut nantinya bakal terus ditingkatkan hingga menembus angka lebih dari 40 juta orang setiap tahunnya.

Bandara Bhogapuram ini menempati area seluas 2.200 acre atau kurang lebih 890 hektare, disertai cadangan lahan seluas 500 acre yang dicadangkan bagi pengembangan di masa mendatang.

Pembangunan fasilitas tersebut berhasil diselesaikan dalam kurun waktu singkat yakni 2 tahun 5 bulan, serta dijadwalkan mulai beroperasi secara penuh pada tanggal 17 Agustus 2026 mendatang.

Bandara ini turut dibekali dengan pusat kendali operasional prediktif berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI-enabled Airport Predictive Operations Centre/APOC), layanan digital DigiYatra, fasilitas mandiri, serta sarana prasarana yang ramah lingkungan.

Dalam rentang waktu panjang, kawasan Bhogapuram dirancang untuk bertindak sebagai pintu gerbang utama di wilayah pesisir timur India.

“Kami sudah menyiapkan infrastrukturnya (Bandara Vizag). Bandara ini dirancang secara modular sehingga fasilitasnya bisa diperluas seiring dengan pertumbuhan lalu lintas (traffic). Kami juga ingin bekerja sama dengan berbagai maskapai internasional untuk menghadirkan konektivitas penerbangan langsung ke sini (India),” tambah Kishore.

Terkini