Ratusan Kepala SPPG Dicopot BGN Imbas Pelanggaran

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:31:01 WIB
Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (Foto: NET)

JAKARTA - Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengumumkan bahwa sebanyak 137 kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diberhentikan dari posisinya menyusul adanya berbagai pelanggaran.

"Per hari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur (SPPG) di seluruh Indonesia," ujar Sudaryono, Senin (3/8/2026).

Adapun sebaran pencopotan tersebut meliputi 49 orang di Jawa Barat, 26 orang di Lampung, 11 orang di Jawa Timur, 10 orang di Sumatera Utara, 10 orang di Banten, serta 5 orang di Jawa Tengah.

Sudaryono mengungkapkan bahwa salah satu kepala SPPG yang dipecat merupakan penanggung jawab dapur yang menyediakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMK Negeri 6 Semarang, yang menjadi tempat terjadinya insiden keracunan massal.

"Yang di Semarang itu termasuk Kepala SPPG yang dapurnya menimbulkan kasus keracunan di SMK Negeri 6 Semarang," ucap dia.

Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa tindakan tegas berupa pencopotan ratusan kepala SPPG ini tidak hanya dipicu oleh peristiwa keracunan, melainkan juga karena bentuk pelanggaran disiplin lainnya.

"Ada juga kasus indisipliner lain, termasuk kasus phishing, dia berwenang mencairkan dana tetapi mengaku menjadi korban scam sehingga mengaku uangnya hilang. Kami juga memberhentikan yang bersangkutan dan dapurnya kami suspend," kata dia.

Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa di bawah komandannya, institusi BGN menerapkan sikap tanpa kompromi terhadap segala bentuk pelanggaran maupun penyelewengan.

"Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentit uang, dan lain-lain itu kami zero tolerance, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana ya trust is good, but control is better," kata dia.

Sebelumnya, insiden keracunan massal program MBG di Semarang melibatkan 707 orang yang terdiri dari 693 siswa serta 14 guru yang mengalami gejala sakit usai mengonsumsi makanan dari program tersebut di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026).

Dari total korban tersebut, sebanyak 698 orang mendapatkan penanganan medis secara langsung di lokasi kejadian, sementara 9 orang lainnya harus dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu guna menjalani observasi lanjutan.

Para korban dilaporkan mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, hingga diare seusai menyantap menu MBG yang diproduksi oleh dapur SPPG Karangturi, di mana hasil investigasi resmi atas peristiwa tersebut diperkirakan baru akan diumumkan dalam kurun waktu 5 hingga 7 hari mendatang.

Terkini

Xabi Alonso Akui Sudah Bangkit dari Kegagalan di Madrid

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:42:31 WIB

Demiane Agustien Jalani Debut Pramusim Bersama Arsenal

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:37:32 WIB

Harapan Pelatih Persib Jelang Indonesia Vs Vietnam

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:23:02 WIB