Askrindo Bukukan Laba Konsolidasian Rp1,69 Triliun pada 2025

Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:51:03 WIB
Askrindo Raih Laba Konsolidasian Rp1,69 Triliun Sepanjang 2025 [FOTO: NET].

JAKARTA — Anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo membukukan laba setelah pajak secara konsolidasian mencapai Rp1,69 triliun sepanjang 2025.

Direktur Utama PT Askrindo, M. Fankar Uman menuturkan raihan tersebut ditopang oleh strategi bisnis yang adaptif serta tata kelola risiko yang prudent di tengah dinamika industri.

“Penguatan performa bisnis di berbagai lini sepanjang 2025 turut mendongkrak pendapatan premi serta profitabilitas perusahaan secara signifikan di tengah dinamika perekonomian nasional,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (4/8/2026).

Oleh sebab itu, lanjutnya, Askrindo bakal tetap berfokus pada tiga pilar bisnis utama, yakni memperkuat UMKM, menyokong keberhasilan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta memperluas jangkuan perlindungan asuransi mikro untuk masyarakat Indonesia.

“Askrindo hadir menghubungkan kekuatan UMKM dan proyek strategis nasional, sekaligus mentransformasikan risiko menjadi penggerak pertumbuhan dan pilar ketahanan ekonomi Indonesia," tegas Fankar.

Sementara itu, menilik dari aspek kinerja bisnis, Askrindo mengantongi aset pada 2025 senilai Rp31 triliun. Hal ini dipicu oleh strategi portofolio yang berkualitas serta pengelolaan risiko yang disiplin.

Menurut Fankar, Askrindo telah memperkokoh Governance, Risk & Compliance lewat penekanan profil risiko dan eksekusi risk awareness yang semakin disiplin di seluruh jajaran organisasi. Penerapan PSAK 117 dinilai menjadi pendorong positif yang mengedepankan keterbukaan dan keselarasan dengan praktik global.

Maka dari itu, tegas Fankar, Askrindo terus berfokus memperkuat fondasi bisnis lewat mitigasi risiko yang disiplin serta peningkatan sinergi bersama mitra perbankan dan instansi terkait. Perseroan juga konsisten menjalankan bermacam langkah strategis untuk mempercepat layanan dan menggenjot akurasi penilaian risiko (prudent underwriting).

“Askrindo menegakkan tata kelola ini secara konsisten, termasuk melalui penerapan reward dan punishment yang tegas, karena disiplin dan akuntabilitas adalah syarat mutlak pertumbuhan yang berkelanjutan. Pertumbuhan berkualitas adalah hasil dari tata kelola yang kuat. Ini bukan hanya tentang angka laba, tapi bukti nyata bahwa governance yang solid dan transparansi adalah fondasi kepercayaan stakeholder serta kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional," tutupnya.

Sekadar informasi, merujuk laporan keuangan entitas induk Askrindo yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia pada Selasa (21/7/2026), Perseroan membukukan laba bersih pada 2025 senilai Rp1,04 triliun. Adapun, total pendapatan penjaminan mencapai Rp3,30 triliun dan total beban penjaminan tercatat sebesar Rp1,90 triliun.

Terkini