Jaga Likuiditas, Purbaya Siap Tambah Dana Pemerintah di Himbara

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:00:33 WIB
Menkeu Purbaya Siap Guyur Lagi Dana Pemerintah ke Himbara [FOTO: NET].

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan siap kembali mengucurkan penempatan dana pemerintah ke bank-bank milik negara atau Himbara, bilamana likuiditas perbankan dipandang kurang memadai untuk memacu pertumbuhan ekonomi kian tinggi.

Purbaya menyampaikan bakal terus berdiskusi bersama jajaran direksi bank-bank Himbara demi menjamin likuiditas tetap aman. Dia mengisahkan keluhan dari lingkar perbankan pada pertengahan Juni lalu berkenaan dengan adanya ancaman kekeringan likuiditas yang membayangi jalannya operasional mereka.

"Kemarin, pertengahan Juni lah, perbankan komplain ke saya mereka mengalami ancaman likuiditas. Ya kita rapat lah dengan mereka, 'Anda mau apa?', 'Saya mau pemerintah terus membantu likuiditas di perbankan'," ujar Purbaya saat memberi sambutan di GIIAS 2026, Selasa (4/8/2026).

Sebagai catatan, pemerintah sebelumnya telah mengeksekusi penempatan dana di Himbara yang diawali senilai Rp200 triliun pada September 2025. Pada Maret 2026, Purbaya kembali menyuntikkan penempatan dananya ke perbankan.

Kendati demikian, Kementerian Keuangan sempat menarik berkisar Rp100 triliun sehingga menyisakan sekitar Rp170 triliun di Himbara pada Juni 2026. Rupanya, tindakan tersebut memicu keluhan dari para bankir.

Menanggapi keluhan perbankan itu, Purbaya memutuskan kembali 'menyuntikkan' dana pemerintah hingga mencapai total sekitar Rp400 triliun. Dana tersebut rencananya bakal ditempatkan di lima bank Himbara hingga penghujung tahun.

Kini, Purbaya bahkan membuka ruang untuk memperpanjang penempatan dana itu hingga tahun depan. Dia juga siap memberikan tambahan likuiditas yang bersumber dari dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia (BI).

"Itu untuk memastikan sistem finansial kami bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Harusnya sekarang nih, dua minggu lalu saya injek lagi uang yang Rp400 triliun itu, harusnya sekarang sih [penjualan] untuk mobil, motor, sudah mulai recover [membaik]. Kalau masih kurang, hari ini saya tambah lagi sampai jumlahnya cukup di perekonomian," tegasnya.

Terkini

BRMS Raup Penjualan Rp1,71 Triliun, Laba Bersih Terkoreksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:26:01 WIB

BGN Copot 137 Kepala SPPG Akibat Banyak Pelanggaran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:16:02 WIB

Dorong Logistik Hijau, Fuso eCanter Diserahkan ke FLI

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:08:02 WIB