Pertanian, Perdagangan, dan Industri Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:36:01 WIB
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) M. Edy Mahmud [FOTO: NET].

JAKARTA - Sektor bidang pertanian, sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor industri pengolahan hingga kini masih menduduki posisi sebagai tiga lapangan usaha utama yang menjadi motor penggerak penyerapan tenaga kerja terbanyak di wilayah Republik Indonesia sampai dengan periode Mei 2026.

Pada rentang waktu yang beriringan, lonjakan angka penyerapan tenaga kerja dengan tingkat pertumbuhan paling mencolok justru tercatat terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta sektor transportasi dan pergudangan.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) M. Edy Mahmud mengemukakan bahwa struktur komposisi penyerapan tenaga kerja berdasarkan pembagian lapangan usaha masih kokoh didominasi oleh ketiga sektor utama tersebut.

"Pada Mei 2026, tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan," ujarnya dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Rabu (5/8/2026).

Meskipun demikian, bila dikomparasikan secara saksama dengan catatan data pada Februari 2026, mayoritas lapangan usaha justru menunjukkan tren positif berupa penambahan kuantitas jumlah tenaga kerja.

Menurut penjelasan Edy, sektor usaha penyediaan akomodasi dan makan minum keluar sebagai bidang lapangan usaha yang membukukan tambahan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni mencapai kisaran angka 195.000 orang.

Posisi peringkat berikutnya secara berturut-turut ditempati oleh sektor transportasi dan pergudangan yang sukses menyerap tambahan tenaga kerja baru sebanyak kurang lebih 121.000 orang.

Sementara itu, sektor bidang pertanian turut mencatatkan tren kenaikan jumlah kuantitas tenaga kerja sekitar 106.000 orang apabila disandingkan dengan posisi pada bulan Februari 2026.

Sebaliknya, kondisi berkebalikan dialami oleh lapangan usaha sektor perdagangan yang justru merekam angka penurunan jumlah pekerja sekitar 128.000 orang, sedangkan sektor industri pengolahan terpantau hanya mengalami kenaikan tipis sekitar 9.000 orang.

Adapun pihak BPS memaparkan bahwa akumulasi jumlah total penduduk usia kerja di tanah air per Mei 2026 telah menyentuh angka 220,23 juta jiwa, yang berarti mengalami eskalasi kenaikan sebanyak 689.000 orang jika dibandingkan dengan data periode Februari 2026.

Dari total keseluruhan kelompok penduduk usia kerja tersebut, jumlah angkatan kerja yang aktif tercatat mencapai 155,41 juta orang atau bertambah sebanyak 497.000 orang.

Apabila dijabarkan secara lebih rinci, total kuantitas penduduk Republik Indonesia yang berstatus aktif bekerja pada pencatatan Mei 2026 mengalami penambahan sebanyak 522.000 orang sehingga menggenapi totalnya menjadi 148,19 juta jiwa, sementara di sisi lain jumlah angka pengangguran menyusut sekitar 24.000 orang hingga bertengger di level 7,22 juta orang.

Secara akumulatif keseluruhan, besaran tingkat pengangguran terbuka (TPT) periode Mei 2026 terpantau berada di angka 4,65 persen, yang merepresentasikan kondisi di mana kira-kira ada sekitar lima dari setiap 100 orang angkatan kerja yang masih menyandang status sebagai pengangguran.

Terkini