Bappenas Ungkap Praktik Sederhana SDGs Mampu Beri Perubahan Penting

Kamis, 06 Agustus 2026 | 01:34:01 WIB
Kepala Sekretariat Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali mengutarakan praktik baik SDGs yang sederhana bisa menyuguhkan perubaha

JAKARTA - Kepala Sekretariat Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali mengutarakan praktik baik SDGs yang sederhana bisa menyuguhkan perubahan penting apabila sukses menjawab kendala yang nyata.

“Dalam penyelenggaraan sebelumnya (Indonesia SDGs Action Award/SAA), kami belajar bahwa praktik baik yang kuat tidak selalu berasal dari institusi dengan sumber pendanaan terbesar. Praktik sederhana pun dapat memberikan perubahan penting apabila menjawab permasalahan yang nyata, melibatkan masyarakat dan dijalankan secara konsisten, serta memiliki hasil yang dapat dibuktikan,” ucapnya.

Dalam Kick Off Meeting Indonesia's SDGs Action Awards (SAA) 2026 yang digelar secara virtual di Jakarta, Kamis, Pungkas menerangkan Indonesia SAA merupakan penghargaan nasional yang diadakan oleh Bappenas untuk memberikan apresiasi kepada instansi pemerintah serta non pemerintah yang memperlihatkan komitmen dan sumbangsih nyata terhadap pencapaian SDGs di Indonesia.

Saat ini, Sekretariat Nasional SDGs bersama unit terkait dan mitra penyelenggara diungkapkan telah mempersiapkan kerangka utama pelaksanaan meliputi pedoman, persyaratan peserta, instrumen pengisian borang, portal pendaftaran, mekanisme verifikasi tahapan penilaian, lini masa serta kanal pelayanan untuk peserta untuk agenda Indonesia SAA 2026.

Pungkas menekankan SAA adalah ruang untuk mendapati praktik yang berhasil, mengenali pembelajaran dan dari lapangan mempertemukan beragam aktor, serta memperluas solusi yang sanggup diaplikasikan oleh pihak lain.

Semenjak pertama kali dilangsungkan pada tahun 2022, sambungnya, SAA telah diikuti oleh ratusan instansi dan dari bermacam sektor dengan mengusung tema berbeda setiap tahunnya yang telah menelurkan banyak praktik baik nan beragam.

“Perjalanan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak solusi untuk pembangunan, untuk tumbuh baik dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, kampus, komunitas, dan seluruh aktor-aktor pembangunan non-pemerintah, termasuk dunia usaha dan filantropi,” ungkapnya yang juga mengemban tugas sebagai Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas.

Memasuki tahun 2026, tutur Pungkas, tantangannya adalah bagaimana memastikan agar solusi-solusi itu tak hanya berhenti sebagai contoh yang berdiri sendiri, melainkan menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi bagi wilayah, sektor, serta kelompok masyarakat lebih luas.

Adapun tema besar SAA tahun 2026 adalah “Aksi Nyata untuk Akselerasi Pencapaian SDGs Menuju 2030.”

Pihaknya mengharapkan peserta bisa menyampaikan praktik yang mampu memaparkan empat hal utama, yakni masalah yang pernah dihadapi, solusi yang telah dijalankan, manfaat yang telah dirasakan, beserta langkah untuk menjaga dan memperluas kesinambungan.

Dengan orientasi tersebut, maka SAA 2026 diharapkan dapat menemukan praktik yang relevan untuk dipelajari, dikembangkan, serta direplikasi.

Lebih lanjut, SAA tahun 2026 dinyatakan menyediakan ruang keikutsertaan yang luas melalui berbagai kategori, salah satunya dengan kembalinya kategori kementerian-lembaga yang merupakan salah satu penguatan di tahun ini, seiring keikutsertaan organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, filantropi, perusahaan besar, hingga koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Kami berharap kementerian dan lembaga juga dapat menunjukkan kontribusi yang lahir dari mandatnya melalui kebijakan, pelayanan publik, koordinasi, penguatan sistem, maupun inovasi dalam pelaksanaan tugas dan pemerintah,” kata dia.

Untuk pemerintah daerah dan kabupaten/kota, pelaksanaan SAA dilaksanakan lewat kerja sama melalui skema Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM), bersama dengan PT Surveyor Indonesia dan mitra terkait yang sudah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.

Secara umum, peserta SAA 2026 akan dibagi dari dua, yakni bagaimana institusi menunjukkan komitmen terhadap pelaksanaan SDGs dalam tata kelola dan mandatnya di dalam organisasi, serta praktik baik unggulan yang menghasilkan manfaat dan peluang nyata untuk terus dijadikan perluasan.

Kerangka ini disusun agar penghargaan tak sekadar diberikan atas satu kegiatan yang menonjol, melainkan mempertimbangkan keseriusan institusi dalam menjaga keberlanjutan kontribusinya.

Mengenai lini masa rangkaian SAA, telah dimulai pendaftarannya di bulan Agustus 2026 per hari ini, dan peserta akan memperoleh waktu untuk menyiapkan informasi serta dokumen sampai pertengahan September.

Kemudian ada proses penelaahan di bulan dan penjurian di bulan September dan Oktober, lalu pemenang diumumkan dan menerima penghargaan sebagai bagian dari SDGs Annual Conference atau SAC pada bulan November 2026.

Untuk tahun ini, sistem telah dipersiapkan untuk melayani peserta lama maupun baru. Institusi yang pernah mengikuti SAA dapat mempergunakan kembali akun yang telah dimiliki dan memperbarui data, sementara peserta baru dapat melakukan registrasi lewat portal resmi SAA.

Panitia juga dinyatakan telah menyiapkan panduan kegiatan sosialisasi serta layanan bantuan untuk mendampingi peserta selama masa pendaftaran.

“Kami mengundang beberapa sekalian untuk tidak hanya berpartisipasi, tapi juga membantu menemukan praktik-praktik baik di lapangan di seluruh Indonesia yang patut dikenal, patut dipelajari dan perlu diperluas,” ujar Pungkas.

Terkini