Kementan Laporkan Panen Padi Program Modern PM-AAS di Sidrap Capai 11,2 Ton

Jumat, 07 Agustus 2026 | 00:21:31 WIB
Kementerian Pertanian mengumumkan panen padi awal proyek Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan

JAKARTA – Kementerian Pertanian mengumumkan panen padi awal proyek Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan, menghasilkan 11,2 ton gabah per hektare, melampaui sasaran dalam memacu produktivitas pertanian.

"Penerapan pertanian PM-AAS kembali membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan produktivitas padi nasional," kata Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan Fadjry Djufry dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Fadjry mengungkapkan setelah sebelumnya mencatat perolehan ubinan menyentuh 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini PM-AAS di Kabupaten Sidrap, mencetak prestasi yang lebih impresif.

Panen padi perdana di Sidrap pada wilayah PM-AAS seluas 100 hektare menciptakan produktivitas mencapai 11,2 ton gabah per hektare, melampaui sasaran sekaligus mengokohkan efektivitas modernisasi pertanian yang dilaksanakan Kementerian Pertanian.

Pencapaian itu diraih berdasarkan perolehan ubinan pada areal seluas satu hektare yang ditanam pada 30 April 2026 memakai varietas Inpari 48 dengan usia panen 98 hari setelah tanam.

Hasil ubinan menyentuh 7,7 kilogram atau setara 11,2 ton gabah per hektare, memperlihatkan bahwa aplikasi teknologi budidaya secara terpadu melalui PM-AAS sanggup menaikkan produktivitas secara signifikan.

Menurutnya keberhasilan di Sidrap menguatkan konsistensi hasil PM-AAS di berbagai wilayah.

Sebelumnya, aplikasi PM-AAS di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menghasilkan produktivitas 10,43 ton GKP per hektare, nyaris dua kali lipat dibanding rata-rata produktivitas petani setempat yang selama ini berada di kisaran 5–6 ton per hektare.

"Capaian di dua wilayah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan PM-AAS mampu diterapkan pada berbagai kondisi agroekosistem dengan hasil yang sama-sama tinggi," katanya.

Fadjry menambahkan PM-AAS adalah pendekatan budidaya yang menggabungkan seluruh komponen teknologi dalam satu sistem produksi yang saling mendukung, mulai dari pemanfaatan varietas unggul spesifik lokasi, mekanisasi pertanian, pengaturan hara dan air, sampai pendampingan budidaya secara intensif.

"Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu, tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak," jelas Fadjry.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan PM-AAS merupakan salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat kenaikan produksi pangan nasional.

Program tersebut dikembangkan lewat penelitian dan pengujian selama nyaris dua tahun dengan memadukan pemakaian varietas unggul, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengaturan air, serta pendampingan budidaya secara intensif sehingga sanggup menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi sekaligus menambah efisiensi usaha tani.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa petani di daerahnya sanggup menjawab kepercayaan pemerintah melalui kenaikan produktivitas.

"Alhamdulillah hasilnya over target. Ini membuktikan petani Sidrap mampu menjawab kepercayaan pemerintah," kata Syaharuddin.

Ia memaparkan, meski sempat menemui dampak El Nino, sektor pertanian Sidrap tetap sanggup bertahan. Dari sekitar 52 ribu hektare lahan pertanian, hanya sekitar seribu hektare yang terkena dampak, sementara sekitar 50 ribu hektare kini sudah memasuki masa panen.

Sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap menyiapkan hadiah umrah bagi petani dengan perolehan panen tertinggi di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare.

Selain itu, pemerintah juga kembali memberikan dukungan pengembangan PM-AAS seluas 10 ribu hektare yang dilengkapi bantuan benih unggul, pupuk urea, pupuk Phonska, silika, pupuk organik, dan dolomit untuk menunjang kenaikan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300.

"Kami tidak ingin mengecewakan Menteri Pertanian. Karena hasilnya melampaui target, Sidrap kembali dipercaya mendapatkan bantuan untuk seribu hektare berikutnya," tegas Syaharuddin.

Keberhasilan PM-AAS di Sidrap semakin menguatkan bukti bahwa modernisasi pertanian sanggup memberikan dampak nyata terhadap kenaikan produktivitas padi di berbagai wilayah.

Terkini