Mendag: Anggota BRICS Sepakati Mayoritas Substansi Perdagangan Global Terkini

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:37:31 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengemukakan bahwa para menteri perdagangan dari negara-negara partisipan BRICS telah menyetujui mayoritas poin substansi dari pertemuan tersebut, walaupun deklarasi bersama (joint statement) belum berhasil diraih.

Di dalam rangkaian penutup Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS (BRICS Trade Ministers' Meeting/TMM) yang berlangsung di Jaipur, India, Jumat (7/8), Mendag Budi menggarisbawahi dedikasi Indonesia dalam menguatkan sistem perdagangan multilateral yang berkeadilan, inklusif, terbuka, transparan, serta berdasarkan aturan.

"Indonesia mendukung penuh berbagai inisiatif konkret BRICS yang memperkuat perdagangan, mulai dari memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, membangun nilai pasok yang lebih tangguh, serta mendorong transformasi digital. Hal ini penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," kata Mendag Budi dalam keterangan di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Pertemuan BRICS TMM kali ini mengupas empat fokus utama. Pertama, dedikasi untuk menguatkan sistem perdagangan multilateral dengan WTO sebagai pusat, menempatkan pembangunan sebagai prioritas utama, menjamin perlakuan istimewa dan berbeda bagi negara berkembang, serta memulihkan sistem penyelesaian sengketa dua tingkat.

Kedua, usaha penguatan internasionalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lewat peningkatan akses pendanaan perdagangan, termasuk yang mencakup prinsip-prinsip panduan dalam penilaian kredit serta Jaipur Consensus untuk menelaah mekanisme invoice discounting BRICS.

Ketiga, Workplan on BRICS Shared Understanding on Global Value Chains untuk memperkokoh rantai nilai global yang tangguh, efisien, inklusif, dan berkesinambungan, termasuk lewat digitalisasi dokumen perdagangan, peningkatan konektivitas, serta penguatan kawasan ekonomi khusus dan kapasitas industri.

Keempat, BRICS Principles to Facilitate Digitally Delivered Services Across Borders yang memacu perdagangan jasa digital lintas batas, memperluas perdagangan intra-BRICS, meningkatkan keahlian digital, serta menguatkan ekonomi digital di negara-negara berkembang.

Mendag Budi turut menekankan dedikasi Indonesia dalam memperkokoh sistem perdagangan multilateral yang berkeadilan, inklusif, terbuka, transparan, serta berdasarkan aturan.

Di tengah eskalasi tantangan perdagangan dunia, negara-negara anggota BRICS dianggap perlu menguatkan kolaborasi ekonomi yang nyata demi mempertahankan stabilitas perdagangan internasional serta mendukung kemajuan negara berkembang.

"Indonesia menegaskan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan (rules-based) melalui WTO yang kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Pada saat yang sama, BRICS perlu terus menghadirkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang," tegas Mendag Budi.

Terkini