Rahasia Nutrisi Atlet Dunia Ternyata dari Makanan Tradisional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:15:32 WIB
Ilustrasi bibimbap di Korea Selatan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pola makan atlet kelas dunia ternyata tidak serumit yang dibayangkan. "Makanan yang dahulu dimasak oleh nenek kami, di dapurnya, dengan resep dan bahan-bahan yang diwariskan secara turun-temurun, sesungguhnya jauh lebih dekat dengan prinsip nutrisi atlet elite daripada yang kami bayangkan," kata Vice President of Health and Wellness Herbalife, Dr. Luigi Gratton, lewat keterangan resmi, Sabtu (8/8/2026).

Gratton menjelaskan, kuliner tradisional dari berbagai belahan dunia dibangun di atas prinsip yang sama dengan pola makan atlet profesional, yakni keseimbangan makronutrien, bahan pangan musiman, protein rendah lemak, biji-bijian utuh, lemak sehat, serta pemahaman bahwa makanan juga bagian dari kebersamaan. Ia mengajak masyarakat melihat bagaimana hidangan tradisional dari negara pencinta sepak bola telah lama menerapkan konsep Performance Plate, kerangka menu atlet elite untuk performa optimal.

Asia: Nasi dan Rempah

Negara Asia seperti Jepang, China, dan Korea Selatan menyajikan nasi atau mi sebagai karbohidrat utama, dilengkapi protein dan sayuran. Bibimbap dari Korea berisi nasi, sayuran, telur, dan daging sapi tanpa lemak. Di Jepang, sup miso menyediakan elektrolit, sementara kunyit di Asia Tenggara bersifat anti-inflamasi.

Meksiko dan Amerika Tengah: Kacang dan Telur

Kuliner Meksiko mengandalkan jagung, nasi, kacang, dan tomat. Contohnya huevos rancheros, telur mata sapi dengan nasi dan kacang, yang ideal untuk energi atlet.

Brasil dan Amerika Selatan: Semur dan Yerba Mate

Feijoada, semur kacang dengan daging, kaya karbohidrat dan protein untuk pemulihan. Yerba mate memberi kafein yang menjaga stamina atlet.

Mediterania: Standar Emas Nutrisi

Pola makan Mediterania kaya makanan laut, minyak zaitun, dan biji-bijian. Paella khas Spanyol memadukan nasi, seafood, dan sayuran. Salad Yunani dengan feta dan minyak zaitun kaya senyawa antiinflamasi.

Timur Tengah: Kurma dan Hummus

Kurma disebut sumber karbohidrat alami terbaik sebelum latihan, cepat diserap tubuh dan kaya kalium. Hummus memberi protein nabati dari kacang arab.

Afrika: Menu Sehari-hari yang Kuat

Jollof rice dari Afrika Barat menyediakan karbohidrat dan protein. Shakshuka dari Afrika Utara, telur dengan saus tomat dan jintan, kaya mikronutrien.

Gratton menegaskan, nutrisi olahraga tidak harus meninggalkan budaya kuliner. Prinsipnya adalah konsumsi makanan utuh, sayuran berwarna, dan porsi sesuai aktivitas. Pola makan atlet elite seperti Cristiano Ronaldo bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Terkini