JAKARTA - Setiap negara memiliki cara minum teh yang khas. Ada yang mencampurnya dengan rempah dan susu, ada pula yang menambahkan daun mint. Tradisi ini menggambarkan budaya dan kebiasaan masyarakat di berbagai belahan dunia, sebagaimana dilansir majalah Roots of Tea Chagee, Sabtu (8/8/2026).
1. Korea Selatan
Teh di Korea terbagi dua kategori: seduhan daun teh seperti teh hijau, dan infus herbal dari biji-bijian, buah, serta akar. Contohnya barley tea, omija, yuzu, dan jujube. "Tradisi minum teh di Korea telah diwariskan selama berabad-abad dan dikenal akan ritual yang cermat, yang mana menekankan ketenangan diri dan kesederhanaan," tulis majalah tersebut. Kini, anak muda Korea mengadaptasi teh sebagai bagian gaya hidup sehat.
2. Qatar
Qatar menempati peringkat kedelapan konsumsi teh per kapita dunia pada 2020. Teh karak populer di sana, dibuat dari teh hitam, susu evaporasi, serta rempah seperti kayumanis, pala, saffron, dan vanili.
3. Inggris
Teh menjadi bagian hidup warga Inggris. Afternoon tea dulunya disebut low tea, disajikan dengan kudapan kecil seperti sandwich, scones, dan kue. Sebaliknya, high tea awalnya adalah makan malam kelas pekerja. Hingga kini, teh hitam tetap favorit, dengan Earl Grey sebagai varian populer.
4. Thailand
Di Thailand, teh biasanya disajikan dingin dengan es, daun mint, atau jus buah. Thai milk tea terkenal karena seduhan pekat dicampur kental manis. Ada juga miang bai cha, kudapan fermentasi daun teh dengan cabai dan garam.
5. Malaysia
Teh tarik menjadi ikon Malaysia, dibuat dari teh hitam dan kental manis yang dituang bolak-balik dari dua gelas. Atraksi ini jadi hiburan tersendiri. Warga Melayu dan India cenderung menyukai teh hitam, sementara warga China memilih Pu’er, Liubao, dan Tie Guan Yin.
6. China
Pu’er adalah teh khas China, dipadatkan menjadi cake seberat 357 gram sesuai standar perdagangan sejak Dinasti Qing. Teh ini diproduksi di Yunnan, khususnya Xishuangbanna, dengan proses pengeringan menggunakan panas matahari.