Peringati HUT Ke-81 RI, Mensos Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Terus Berbenah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:41:32 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI) sebagai pengingat untuk terus berbenah, menjaga integritas, sekaligus meningkatkan prestasi.

Pesan itu disampaikan Gus Ipul di hadapan ribuan pegawai pada Pembukaan Peringatan HUT Ke-81 RI di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Selasa (11/8).

Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, mengemukakan semangat berbenah harus dimulai dari keberanian untuk jujur dan terbuka terhadap kondisi yang ada. Hal itu penting agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan Kemensos benar-benar efektif dan dirasakan masyarakat.

"Kami harus jujur, kami harus terbuka terhadap segala hal, termasuk tentang data-data kami yang kami miliki," ujarnya.

Gus Ipul juga mengajak jajarannya melakukan refleksi terhadap perjalanan Kemensos, dan mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih, tetapi mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki bersama.

"Saya dan Pak Wakil Menteri Sosial Agus Jabo berterima kasih atas kebersamaan kami selama ini, telah mencapai prestasi-prestasi yang luar biasa. Saya bersyukur dan memberikan rasa hormat, serta bangga saya kepada seluruh jajaran Kemensos," kata Gus Ipul.

Mensos mencontohkan masih adanya masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau pembangunan atau disebut dengan "the invisible people", mulai dari anak usia sekolah, tetapi tidak memiliki kesempatan sekolah atau putus sekolah, hingga keluarga yang kondisi sosial ekonominya belum tercatat dengan baik.

"Mari kami mulai dengan kejujuran, keterbukaan ini, sebab inilah yang akan mengantarkan kami agar program-program kami ini efektif dan berdampak di tengah-tengah masyarakat," ucap Gus Ipul.

Selain keterbukaan, Mensos juga menekankan pentingnya integritas dalam bekerja, oleh karena itu, meminta seluruh jajaran meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak sesuai aturan dan memastikan anggaran negara digunakan sesuai kebutuhan.

"Jangan korupsi, lupakan dan tinggalkan kebiasaan lama," tuturnya.

Pesan itu sejalan dengan semangat "Kemensos Hemat, Layanan Hebat" yang dikenakan di kaos para pegawai. Menurut Gus Ipul, berhemat bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan, melainkan memastikan belanja dilakukan berdasarkan kebutuhan dan memberi manfaat nyata.

"Jangan kebiasaan asal menghabiskan uang, terus asal belanja sembarangan," ucap Gus Ipul.

Mensos ingin budaya berbenah berjalan dalam suasana kerja yang terbuka., dan meminta pegawai tidak menghindar ketika berpapasan dengannya maupun Wamensos Agus Jabo Priyono. Ia justru berharap pegawai berani mendekat dan menyampaikan masukan.

"Kalau ketemu saya sama Pak Wamen jangan malah lari, mendekat ke saya, apabila perlu kasih masukan, 'Pak, ini kurang begini, ada yang kurang beres ini, Pak,' Itu buat saya malah lebih melegakan," tuturnya.

Gus Ipul berharap keterbukaan tersebut mendorong seluruh jajaran bekerja lebih kompak dan menghasilkan lebih banyak capaian. Baginya, prestasi Kemensos bukan pekerjaan satu atau dua unit, melainkan hasil kerja bersama.

"Mari kami gandeng tangan, bikin prestasi," kata Gus Ipul.

Terkini