Vakum 7 Tahun, Liga Sepak Bola Putri Indonesia Kembali Digelar

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:19:01 WIB
sepak bola putri nasional [FOTO: NET].

JAKARTA - Hadirnya kembali ajang kompetisi sepak bola putri tingkat nasional lewat pergelaran Indonesia Women's League (IWL) 2026-2027 memantik antusiasme yang tinggi dari kalangan pemain. Penggawa Timnas Putri Indonesia, yakni Safira Ika serta Zahra Muzdalifah, memandang bahwa keberadaan liga ini merupakan sebuah langkah krusial guna membentuk ekosistem sepak bola putri agar jauh lebih profesional.

Usai mengalami masa vakum yang cukup panjang yakni selama 7 tahun, ajang Liga Putri Indonesia dipastikan akan kembali dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober 2026. Kompetisi ini bakal diramaikan oleh keikutsertaan 6 klub, yaitu FC Bekasi City, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, serta Garudayaksa.

Sang kapten Timnas Putri Indonesia, Safira Ika, menyatakan rasa leganya lantaran para pesepak bola wanita kini kembali mempunyai turnamen domestik yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat mengembangkan jenjang karier.

"Senang sekarang ada wadah yang lebih profesional untuk berkarier di sepak bola di dalam negeri, sehingga kami bisa berkembang dari sisi permainan dan skill," kata Safira Ika dalam keterangan resmi PSSI, Rabu (12/8/2026).

Sosok pemain yang nantinya bakal berseragam Dewa United tersebut menilai bahwa adanya kompetisi reguler sangat membantu para pemain dalam menjaga kebugaran fisik sekaligus mengasah mutu permainan berkat adanya intensitas latihan maupun pertandingan yang berjalan secara berkesinambungan. 

Ia juga berpendapat bahwa penerapan sistem kontrak oleh jajaran klub peserta akan menjadi fondasi esensial demi menunjang profesionalisme para pesepak bola putri di Tanah Air. Di samping itu, Safira tak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak PSSI beserta segenap elemen yang telah berkontribusi dalam menghidupkan kembali denyut kompetisi sepak bola putri nasional.

Pada kesempatan yang sama, penggawa FC Bekasi City, Zahra Muzdalifah, turut merespons secara positif digelarnya ajang IWL, kendati ia saat ini tengah berada dalam fase pemulihan akibat cedera dan diprediksi baru dapat merumput pada paruh putaran kedua nanti. Bagi Zahra, eksistensi kompetisi ini sukses merealisasikan asa para pemain putri yang telah lama menantikan kebangkitan kembali liga profesional di kancah domestik.

"Meski masih 6 klub dan bermain dengan model centralized, bagi saya it’s better than nothing. Ini membuat mimpi kami sebagai pemain profesional benar-benar menjadi kenyataan," kata Zahra.

Dirinya juga berpandangan bahwa pengaplikasian sistem drafting pada musim perdana ini merupakan sebuah jalan keluar yang pas guna memunculkan peta persaingan yang jauh lebih seimbang. Berkat skema itu, para penggawa Timnas Putri Indonesia bakal disebar ke beberapa klub partisipan, di mana tiap-tiap tim akan dihuni oleh 6 pemain berlabel tim nasional. 

Menurut Zahra, format semacam itu akan sangat berguna dalam menekan jurang ketimpangan kualitas antar-klub sembari mendongkrak level daya saing kompetisi itu sendiri. Lebih dari itu, ia memendam harapan agar deretan pemain yang belum berkesempatan membela tim nasional bisa memaksimalkan panggung IWL sebagai medium pembuktian kualitas sekaligus membuka jalan lebar untuk merintis karier di level profesional.

Arus dukungan terkait pelaksanaan IWL turut mengalir dari sosok pelatih yang juga menjabat sebagai manajer Persikad Depok, Diego Tobing. Ia menakar bahwa bergulirnya kompetisi perdana ini bakal berperan sebagai sebuah parameter vital dalam upaya memetakan kualitas pemain sepak bola putri di Indonesia.

"Dengan IWL, sudah pasti lebih menantang karena kompetisi pertama ini akan menjadi tolok ukur baru bagi kelayakan pemain-pemain putri potensial di masa depan," ujarnya.

Sebagai informasi, partai pembuka pagelaran Indonesia Women's League 2026-2027 nantinya akan menyajikan duel antara Persija Jakarta berhadapan dengan Persita Tangerang di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, yang dijadwalkan pada tanggal 17 Oktober mendatang. Hadirnya kembali ajang kompetisi ini sangat diharapkan mampu menjadi sebuah batu loncatan awal bagi kebangkitan ranah sepak bola putri Indonesia demi menyongsong sebuah sistem liga yang jauh lebih berkesinambungan serta kompetitif.

Terkini