IHSG Ditutup Naik 1,69 Persen ke Level 6.373 Didorong CUAN, ISAT, dan BRPT

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:50:31 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (12/8/2026). Sejumlah saham seperti CUAN, ISAT, hingga BRPT bergerak menanjak hingga akhir sesi transaksi.

Merujuk data BEI, IHSG ditutup menguat 1,69% ke level 6.373,85. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi pada hari ini setelah indeks melaju pada level terendah 6.272,30. Dari ratusan konstituen, sebanyak 474 saham menguat, 185 melemah, dan 304 saham stagnan.

Dari jajaran saham LQ45, penguatan harga saham dipimpin oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang naik 20,83% ke Rp870, diikuti PT Indosat Tbk. (ISAT) yang naik 14,42% ke Rp2.460, dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 7,14% ke Rp1.950.

Kinerja menguat juga dialami oleh PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) yang naik 6,22% ke Rp2.560, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 5,43% ke Rp466, dan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang naik 4,81% ke Rp2.180.

Sebaliknya, kinerja melemah dialami oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang turun 1,95% ke Rp1.510, PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang turun 1,38% ke Rp23.300, dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) turun 1,20% ke Rp2.480. 

Nasib serupa dialami oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 0,77% ke Rp2.590, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 0,75% ke Rp1.330, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) turun 0,40% ke Rp2.520.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menyatakan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan dilingkupi oleh tekanan eksternal dan belum pulihnya arus dana asing. 

Ketika IHSG terpangkas 1,53% ke posisi 6.267 pada perdagangan Selasa (11/8), terdapat net sell asing di pasar reguler sekitar Rp280 miliar, atau Rp687,8 miliar apabila menghitung pasar negosiasi dan pasar tunai. Sejak permulaan tahun, net sell asing mencapai sekitar Rp95 triliun.

"Secara teknikal, setelah terkoreksi cukup tajam, IHSG memang memiliki peluang mengalami technical rebound. Area 6.200–6.240 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Jika area tersebut mampu bertahan dan IHSG kembali menembus 6.300, peluang rebound menuju 6.385 masih terbuka," ungkap Hendra, Rabu (12/8/2026).

Sebaliknya, selama tekanan asing belum memperlihatkan pembalikan yang konsisten, kenaikan IHSG sebaiknya tetap dipandang sebagai technical rebound dan belum sebagai sinyal bahwa tren penurunan telah berakhir. Hendra menganalisis, jika support 6.200 ditembus, risiko pelemahan lanjutan akan semakin besar.

"Selain itu, MSCI Review yang berlangsung hari ini juga menjadi faktor penting yang perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar Indonesia," imbuhnya.

Terkini